Ayu Galuh Anggraini

New stuff in my backpack: Cetaphil

In My Life, My Tips, Random Things of Me on June 28, 2016 at 5:16 pm

 

1467180499252

Saya termasuk perempuan yang jarang berdandan. Masih ingat diomelin sama emak dulu gara-gara pake bedak aja gak mau. Saat itu teman-teman seumuran saya sudah pake bedak tipis-tipis di muka dan tidak lupa lipgloss. Saya? Polos saja. Kecuali ke kondangan dan itu pun harus dipaksa dan dipake dengan muka cemberut.

Sudah kuliah, saya masih sama. Tidak ada perubahan berarti. Pakai kosmetik kalau ingat. Untungnya teman-teman waktu kuliah cakep-cakep. Jadi kebiasaan mereka menular dikit lah ke saya. Perubahan saya dimulai ketika lulus kuliah dan mulai bekerja. Pake kosmetik wajib ain. Kalau ngga gimana ngadepin client. Apalagi kerja di Jakarta, kita bisa pakai kosmetik sambil jalan, di dalam taksi, sambil nyetir. Luar biasa pokoknya.

Setelah menikah dan berhenti kerja kantoran dan memutuskan untuk menjadi seorang pekerja rumahan dan seorang traveler (malu siy ngomong gini tapi emang saya doyan jalan-jalan), bukan berarti saya balik lagi jadi ngga doyan bermake up ria. Aapalagi kalau berhadapan dengan petugas imigrasi. Huwow.. kalau muka saya kucel nanti dikira buronan (kejadian di Macau) atau dikira mba-mba pekerja migran (ah maaf bukan maksudnya menghina). Jadi sebelum landing minimal harus oret-oret ini muka dengan perlengkapan lenong seadanya.

Problemnya adalah… kulit saya super sensitif. Saya tidak bisa pakai make up terlalu lama. Bisa-bisa kulit saya mruntus-mruntus (kluar bintik-bintik kaya alergi). Jadi saya harus rajin cuci muka. Di dalam pesawat saja saya bisa cuci muka dan pakai krim wajah supaya menjaga kulit muka tetep kinclong paripurna. Maklum yaa muka ini aset saya juga, kan kasian suami saya nanti kaget liat muka saya pulang traveling malah jadi kaya Valak.

Menjadi sebuah dilema kala cuci muka terlalu sering, muka saya jadi kering walaupun dengan sabun wajah dari dokter kulit. Muka mulus tapi kaya diampelas alias kalau kita raba ini muka, kerasa banget kering kerontangnya dan butuh cepat-cepat diolesi krim pelembab. Sedih ya… tapi mau gak mau tetap dilakukan. Satu lagi, saya kadang saking capeknya seharian beraktifitas sampai lupa cuci muka dan langsung terdampar di kasur. Baru sadar pagi hari saat lihat kaca setelah kucek-kucek mata. Akhirnya stress menyadari langsung ada jerawat menyapa dengan manis manja. *pasrah*.

Sampai beberapa minggu lalu saya mencoba Cetaphil. Menurut beberapa teman yang pake kok katanya highly recommended. Akhirnya ku tergoda. Jadi Cetaphil ini merupakan produk perawatan kulit made in Canada yang memiliki slogan “every age every stage every day”. Bisa dipakai segala usia, segala jenis kulit dan bisa dipakai setiap hari. Produk ini juga tidak mengandung sabun dan tidak berbau wangi. Kalau dilihat dari websitenya siy Cetaphil tidak berjanji muluk-muluk tapi bikin penasaran.

1467180517479

Penampakan Cetaphil yang saya punya. Aman untuk semua jenis kulit, terutama yang berkulit sensitif kaya saya. Sedangkan untuk kulit berminyak Cetaphil ada produk khususnya yang kamu bisa kepoin di websitenya ya!

 

Saya memilih Cetaphil Gentle Skin Cleanser. Pertama kali mencoba tentu saja saya amati dulu bagaimana cara pakainya. Jadi ternyata produk ini bisa dipakai dengan atau tanpa air. Kalau pakai air, tinggal pencet dan teteskan secukupnya ke tangan dan langsung diusapkan ke muka walaupun kering dan gosok-gosok lembut sampai merata dan dirasa cukup, lalu bilas dengan air. Sedangkan kalau tanpa air, caranya sama aja. Teteskan ke tangan dan usapkan ke muka lalu usapkan ke muka dengan lembut. Selanjutnya untuk membersihkannya tidak perlu dibilas dengan air tapi cukup dengan handuk bersih saja Beres deh! Oh God! Ini baru pembersih muka yang cocok buat saya karena sama sekali gak ribet. Apalagi buat saya yang suka lupa bersihin muka atau malah malas bersihin muka karena malas ke kamar mandi. Pakai Cetaphil ini kayaknya ritual bebersih muka menjadi lebih menyenangkan. hahaha. Produknya tidak mengeluarkan busa dan setelah dipakai, kulit saya tidak terasa kering, malah jadi lembab. Syukaaa syekali!

1467180509881

Cetaphil berbentuk cairan dan warnanya agak sedikit putih

1467183596445

setelah diteteskan dan hasilnya setelah digosok-gosokkan, nyaris tidak ada busa sama sekali yang artinya tidak mengandung deterjen yang kurang baik untuk wajah kita

Produk ini mudah didapat juga. Kamu bisa beli di Guardian, Century Healthcare, Watsons, Kemchick, Food Hall dan Aeon, atau coba cek di apotik terdekat di kota kamu. Harganya walaupun agak mahal tapi awet karena tidak butuh banyak buat sekali cuci muka (coba deh kalau ngga percaya) dan yang pastinya niy, saya akan pakai terus buat jadi teman perjalanan saya kemanapun karena praktis, bikin kulit sehat dan juga kemasannya yang masih tergolong “travel size” (yang saya pakai cuma 125ml lho). Buat kamu yang penasaran dengan Cetaphil, langsung aja buka website Cetaphil Indonesia untuk tahu lebih banyak mengenai produk ini.

Terima kasih ya Cetaphil ^^. I will surely keep you in my backpack.

  1. artikel yang menarik, terimakasih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: