Ayu Galuh Anggraini

Mencicipi hidangan laut nan istimewa di Pulau Jeju

In Jalan-jalan, Jeju - Korea, WOW Korea Supporter Indonesia on November 25, 2015 at 10:58 am

Yup! Berhubung saya suka makan, maka yang satu ini wajib dan harus dibahas dengan seksama dan mendetail ya. Apalagi buat penggemar makanan Korea. Jadi karena Mba Jennifer tau muka kami semua pengen mengenyam sesuatu, akhirnya beliau mengajak kami mengunjungi sebuah resto yang menjadi favorit orang lokal. Menunya? Seafood donk dan beruntungnya saya, resto yang kami kunjungi bukan resto yang biasa didatangi turis melainkan favorit orang lokal. Thanks Mbak Kim (sebutan dari mba Kadek buat guide kami)

Mulgogisesang (물고기세상)

Ini adalah resto yang menyajikan hidangan laut dengan aneka banchan yang sudah bikin kenyang sebelum memakan hidangan utamanya malah. Tempatnya bersih dan tidak butuh waktu lama, hidangan ikan laut kami sudah tersedia. Berhubung ngga tau bahasa Korea-nya jadi marilah kita sebut dengan “Spicy rock fish” a.k.a SRF (hahaha ngasal). Si rock fish (alias kerapu) ini dibumbu merah dan dicampur dengan lobak yang diiris besar-besar dan juga kentang.

Ini dia tempat makannya dan para model kita sedang berpose

Ini dia tempat makannya dan para model kita sedang berpose

Ini hidangan lengkapnya untuk kami berempat (satu meja diisi 4 orang). Amat sangat mengenyangkan sekali.

Ini hidangan lengkapnya untuk kami berempat (satu meja diisi 4 orang). Amat sangat mengenyangkan sekali.

Pajeon labu dan beberapa side dish atau biasa disebut banchan. Paling juara adalah ikan teri, karena cukup menambah rasa masakan Jeju yang hambar (untuk ukuran orang Indonesia) Nasi yang dihidangkan adalah nasi hitam yang pulen. nyam!

Pajeon labu dan beberapa side dish atau biasa disebut banchan. Paling juara adalah ikan teri, karena cukup menambah rasa masakan Jeju yang hambar (untuk ukuran orang Indonesia)
Nasi yang dihidangkan adalah nasi hitam yang pulen. nyam!

SRF ini porsinya besar karena buat berempat dan mba Kim dengan sabar menghidangkan ikan-ikan itu ke piring kami supaya kami tidak perlu susah payah memisahkan ikan dari tulangnya. Serta banyak dari kami yang belum paham cara makan ala Korea jadi mba Kim mengajari cara membuat ssam dan menyuapkannya ke mba Kadek. Cooo cwit!

Seperti sudah diduga, makanan Korea yang minim bumbu dan super sehat karena tidak mengandung banyak gula, garam maupun sama sekali tidak mengandung MSG ini membuat kami benar-benar kangen indomie (eh). Maklum lah karena lidah orang Indonesia sudah terbiasa dengan makanan olahan yang penuh dengan campuran ini dan itu. Jadi buat kalian yang ingin selalu sehat, boleh dicoba niy ya.. Kalau saya siy suka banget sampai mengorek-orek dengan sepenuh hati.

Samseonghyeol Haemultang (삼성헐해물탕)

Resto selanjutnya dikunjungi sehari sebelum kami pulang ke Indonesia. Untuk bisa masuk ke resto ini kami harus menunggu cukup lama (tapi berhubung ada koneksi wifi jadi kami semua tenang, aman, dan damai). Jennifer, guide kami, sampai geleng-geleng kepala.

Rombongan pertama sudah masuk terlebih dahulu, sementara saya, mba Kiki, Adis dan mba Jennifer menunggu di luar. Saya penasaran seperti apa sih hidangan boga bahari yang bikin orang antri ini? Oyah, di resto ini sistemnya lesehan alias kamu harus copot alas kaki. Jadi pastikan kaki aman dari segala bau karena kasihan nanti teman dudukmu ya, kehilangan selera makan.

Setelah kami mendapatkan tempat duduk, seorang Ahjumma tidak lama menghampiri meja dengan membawa satu loyang besar hidangan laut. Satu loyang yang besar dengan berisi kerang-kerang raksasa, abalone yang besar-besar, siput (atau keong laut ya?) dan juga gurita yang besar dan masih bergerak-gerak. Kemudian ia menyalakan kompor dan saya masih takjub bin bengong memandangi betapa besar porsi yang dihidangkan. Oke lah saya tau orang Korea suka makan dan porsinya 2x lipat orang Indonesia. Tapi ini seorang sepertinya diberikan 4x lipat porsi wajar Indonesia. Belum makan sudah kenyang duluan hanya dengan memandang.

Menu utama kami hari itu. Super besaaar

Menu utama kami hari itu. Super besaaar

Penampakannya dari dekat. Semua masih mentah dan segar, karena masih bergerak-gerak loh

Penampakannya dari dekat. Semua masih mentah dan segar, karena masih bergerak-gerak loh

Setelah setengah matang dan dipotong-potong agar lebih mudah makannya. Kuahnya juga sudah mulai mengental dan mengeluarkan bau yang harum

Setelah setengah matang dan dipotong-potong agar lebih mudah makannya. Kuahnya juga sudah mulai mengental dan mengeluarkan bau yang harum

Jennifer pun menambahkan ramyeon ke dalam sup seafood kami dan saya sudah megap-megap kekenyangan. Selanjutnya guide kami memesan sannakji yang ternyata kalau di resto ini sudah dibumbui dengan minyak wijen dan juga ditaburi rumput laut kering sehingga sama sekali tidak berbau amis dan enak. Jadi ini adalah kali kedua saya makan bayi gurita yang dimakan mentah dan belum berani makan satu nakji utuh. Ewwww!!!

Kalau kalian ingin mampir, lokasi restonya bisa klik di siniHappy traveling and eating in Jeju Island!

  1. Masih geli gw ngebayangin gurita hidup2 itu😦

  2. wah mbak saya suka sama blognya, SAYA SUKA KOREA JUGA (tapi belum pernah kesana sama sekali huhuhu), salam kenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: