Ayu Galuh Anggraini

Senangnya Ketinggalan Pesawat di Doha (Tamat)

In Jalan-jalan, Qatar - Doha on May 4, 2015 at 3:31 pm

Kiri kanan kulihat saja padang pasir semua…

Begitulah pemandangan keluar dari bandara Hamad International Airport (HIA). Mobil yang kami gunakan cukup nyaman dengan formasi duduk 2-1. Pemandu pun meminta kami menyebutkan asal negara masing-masing. Kalau meyebut Indonesia, apalagi yang diingat kalau bukan B.A.L.I. Oyah, selama tour, barang bawaan kita yang dibawa masuk ke dalam mobil ditinggal saja disana. Tour guide menjamin kalau tidak bakal hilang, karena di Qatar masih berlaku hukum Islam yaitu potong tangan dan bahkan sampai hukum pancung (kasus pembunuhan) dimana Pemerintah Qatar akan meminta persetujuan dari Pemerintah Arab Saudi untuk menjatuhkan hukuman.

The Pearl Qatar

Ini seharusnya tempat pertama yang kami singgahi, tetapi karena sedang direnovasi jadinya kita cuma bisa lewat saja dan menerima penjelasan singkat dari pemandu wisata. Tempat ini berisi cafe-cafe dan restoran yang mengimitasi suasana jaman dahulu dimana lokasi ini jadi persinggahan nelayan atau pelaut untuk melakukan barter barang, perdagangan dan membeli perbekalan.

Museum of Islamic Art

Lagi-lagi cuma lewat dan hanya diceritakan sejarahnya. Museum ini didirikan di pinggir laut dan berisi segala macam benda yang berkaitan dengan kesenian Islam. Hal yang menarik adalah bahwa pemerintah Qatar memanggil IM Pei, seorang arsitek yang membidani piramida kaca di Museum Louvre. Museum ini didirikan untuk menjadi acuan bagi yang ingin mengetahui sejarah kesenian Islam dan konon lima tahun sejak didirikan, museum ini mampu menjadi salah satu museum paling keren sedunia. Ah sayangnya ya saya tidak bisa mampir. hiks..

Kalau melihat bangunannya sepintas lalu hanya berbentuk mirip piramida dengan susunan kubus yang besar-besar. Tapi kalau diperhatikan secara seksama (atas anjuran guide) bentuk bagunan museum ini unik sekali. Pada puncak bangunan ada dua jendela. Guide kami bercerita bahwa bangunan ini terinspirasi dari perempuan Qatar yang mengenakan burqa (penutup wajah hingga hanya terlihat mata saja).

Katara Cultural Village

Katara merupakan nama lampau negara Qatar dan Katara Cultural Village ini seolah menjadi lokasi bagi pengembangan seni di Qatar. Ini lokasi yang paling saya suka, karena di dalam Katara ini ada banyak sekali yang bisa kita nikmati untuk menyegarkan mata. Bangunannya pun mencolok semua seperti pigeon tower, masjid dengan ornamen ala Turki dan juga yang paling megah adalah Coloseum.

Pigeon Tower Merupakan bangunan yang menjadi rumah bagi ratusan burung merpati

Pigeon Tower
Merupakan bangunan yang menjadi rumah bagi ratusan burung merpati

Masjid di Katara Source

Masjid di Katara
Source

Katara Amphitheatre tempat diadakannya pertunjukan atau konser yang megah di Qatar

Katara Amphitheatre
tempat diadakannya pertunjukan atau konser yang megah di Qatar

Kami semua diberikan waktu 30 menit saja untuk berkeliling dan menikmati keindahan bangunan di Katara ini yang langsung menghadap dengan laut. Marmer yang digunakan konon didatangkan langsung dari Italia. Sungguh megah dan indah. Ini merupakan salah satu cara agar Qatar diperhitungkan sebagai negara yang segala fasilitasnya bertaraf Internasional.

Hal yang menarik lainnya adalah saat kami diajak melihat pameran seni fotografi dari Qatar Photographic Society yang bertema “Champion of The Sand”. Foto-fotonya keren-keren dan membuat saya menarik kesimpulan tentang hubungan erat laki-laki qatar dengan gurun, kuda dan senjata.

wanna have horse someday

wanna have horse someday

untuk info lengkap Katara bisa mengunjungi laman ini.

Souq Waqif

Ini adalah lokasi terakhir yang kami kunjungi dan hari itu sedikit gerimis. Sauq waqif merupakan pasar tradisional yang kemudian menjelma menjadi tujuan utama yang populer dan utama di Doha. Pasar ini menyediakan aneka macam seperti bahan garmen, aneka rempah-rempah, kerajinan tangan, cindera mata dan juga ada banyak cafe-cafe dan rumah makan yang menyediakan tak hanya menu khas arab tapi juga menu internasional dan tentu saja halal.

Bagian dalam sauq waqif

Bagian dalam sauq waqif

cafe dan resto yang cozy di Sauq waqif

cafe dan resto yang cozy

Patroli berkuda, boleh loh berfoto bersama mereka.

Patroli berkuda, boleh loh berfoto bersama mereka.

Penjual di Sauq Waqif ini tidak seperti pedagang di pasar lainnya yang berteriak-teriak menawarkan dagangannya. Mereka lebih suka diam dan menunggu pembeli datang. Saat ditanya mereka akan menjawab sekenanya dan straight to the point memberikan harga yang tak bisa ditawar lagi. Mau nawar juga jadi gentar. hahaha..

Sudah puas, kami dikembalikan ke bandara dan wush.. saya pun langsung menuju gate untuk terbang ke negara selanjutnya. Lebih baik menunggu daripada ketinggalan pesawat lagi.

Happy traveling!

Note:

Saat ikut Doha city tour, barang bawaan kita bisa ditinggal di mobil. Jangan takut hilang karena di Doha berlaku hukum Islam yang ketat. Kalau mencuri ya dihukum potong tangan.

Harga di Sauq Waqif masih bisa ditawar tapi jangan sadis karena wajah penjualnya kadang lebih sadis dan pelit ngomong jadi kita segen mau nawar. Paling khas adalah segala sesuatu yang berlambang pedang melengkung khas Qatar. Saya sendiri membeli pajangan dari keramik dengan motif landmark Qatar.

  1. Mba, ada aturan khusus ga untuk mengunjungi negara ini? seperti cara berpakaian mungkin?
    lalu proses pada saat kita landing di doha smp daftar tour gimana?
    Makasih ya mba sharingnya🙂

    • Kalau traveling siy saya selalu menganjurkan untuk berpakaian sopan. Untuk di Qatar tidak perlu harus berkerudung tapi lebih baik kalau pakaiannya yang sopan dan tidak terbuka untuk menghormati host country.
      Kalau memang niat ikut tur ini harus perhatikan waktu transit, dr landing nanti kita akan ketemu beruang besar, ambil jalan ke kanan nanti ada meja tur nya. Atau bisa tanya di info centre dimana letak meja pendaftarannya.

  2. Mba, waktu kettingalan pesawat, dan di reschedule ulang penerbangannya ada tambahan biaya lg ga? makasih😀

  3. wahh kalau di indonesia ketinggalan pesawat dulu saya pernah hehe, untung masih didalam negeri hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: