Ayu Galuh Anggraini

Senangnya Ketinggalan Pesawat di Doha (Bagian 1)

In Qatar - Doha on April 16, 2015 at 11:48 am

Ketinggalan pesawat

Ini hal yang menjadi momok traveler. Sudah 2x saya tertinggal pesawat dan rasanya menyebalkan. Mau marah tapi sudah kejadian. Nasi sudah menjadi bubur. Tapi ternyata Alloh memberikan saya “lauk pauk” yang nikmat sebagai pelengkap “bubur” tadi.

Setelah saya landing di Hamad International Airport (HIA) di Doha, saya dan suami buru-buru ke toilet. Senangnya toilet di negara-negara Islam itu selalu ada semprotan air. Jadi saya gak perlu nyiapin botol khusus buat semprot menyemprot. Kemudian karena kami berdua penumpang transit dan tiket penerbangan selanjutnya sudah di tangan, jadi saya bergegas menuju gate yang dituju. Tiket di tangan menunjukkan waktu boarding adalah 13.35 sementara jam saat itu menunjukkan pukul 12.35. Artinya saya masih ada waktu sekitar 1 jam lagi. Santai-santai lah saya, tanpa tau bahaya mengincar. hehehe…

centre of HIA

centre of HIA

Ketika sampai di Gate kok sepi pikir saya. Jangan-jangan salah gate. Ada dua petugas yang sedang berjaga disana.

“Hi, is this the right gate for flight to Istanbul”

“Yes, but the plane is gone”, ngomongnya datar

“What do you mean with GONE!”

“You missed the flight miss, the plane is gone”

Jedheeerrrr!!! Serasa disamber petir dan sepertinya sendi-sendi tubuh ini bautnya pada copot semua. Lemes. Saya langsung pandang-pandangan ama suami. Seorang petugas menghampiri saya dan bilang kalau saya mungkin tersesat di bandara ini, karena dua penumpang yang satu pesawat dengan saya berhasil boarding. Dia lalu menyarankan untuk mendatangi Customer Service Desk yang letaknya tidak jauh dari gate.

Kami berdua pun melangkah gontai menuju meja CS yang dihuni dua mbak-mbak muka jutek. Antrian di depan saya cukup panjang. Dari hasil nguping, ternyata mereka senasib dengan saya. Ternyata saya tidak sendirian. Setelah saya ceritakan duduk perkaranya, si mbak jutek (ternyata mukanya doank yang jutek) lalu meminta bukti tiket saya dan bilang begini…

“It’s OK miss, we will reschedule your flight. The next flight is tomorrow same time with today”

“Hold on a sec, tomorrow? No more flight to Istanbul for today?” muka saya udah pucet

“No miss. Next day same time. You can stay in airport hotel but you have to check for availability”

Saya gak punya pilihan lain selain menunggu hingga besok. Artinya saya harus menginap di bandara ini. Opsi hotel saya lupakan karena tidak ada budget untuk itu. Mata saya jelalatan mencari dimana tempat yang oke buat saya melepaskan lelah. Badan saya sudah lengket karena belum mandi. Kabar baiknya, bandara HIA ini kerennya gak ketulungan. Tapi apa yang harus saya lakukan untuk “survive” di bandara ini 24 jam kedepan? Saya gak mau mati kebosanan hahaha. Berikut panduan buat budget traveler kaya saya yang mungkin harus menginap di HIA.

Pertama. Aktifkan WiFi

Senang sekali ketika tahu di HIA kita bisa tetap terkoneksi dengan dunia maya melalui fasilitas free wifi. Kita harus login terlebih dahulu di portal khusus. Sayangnya kita harus cari posisi yang pas untuk mendapatkan sinyal yang bagus, dan gak lemot. Setelah muter-muter, lokasi terbaik adalah di Eat Street.

Kalau bosen utak atik HP, bisa browsing atau malah streaming nonton film (diajari sama cleaning service HIA) di internet station. Tapi sayangnya tidak ada tempat duduknya alias harus berdiri. Jadi tulang kaki harus kuat ya. hehehe.

keren kan?

keren kan?

I wanna have them in my house

I wanna have them in my house

Kedua. Cari lokasi buat istirahat

Ada banyak lokasi buat merebahkan diri, yaitu:

  • Quiet room. Ada dua tipe quiet room ini, ada yang buat di dalam ruangan khusus dan ada yang di luar ruangan. Saya memilih tidur di quiet room yang ada di luar dan menghadap ke lapangan terbang. Entah karena sudah capek atau memang nyaman, jadi saya langsung tidur hingga subuh dengan berselimutkan jaket. Barang-barang juga Alhamdulillah aman, tidak ada yang nyolek.
Ini yang di dalam ruangan Source

Ini yang di dalam ruangan
Source

  • Television Area. Ruangan yang nyaman karena ada sofa dan juga ada colokan listrik dan juga ada meja. Letaknya juga tidak terbuka sehingga buat yang ingin istirahat tidak perlu khawatir pose tidurnya kelihatan orang, kecuali yang satu ruangan dengan anda. Saya pun sempat tidur disini, dengan menjadikan salah satu kursi jadi tempat kaki selonjoran. Ada juga yang tidur dengan leluasa di sofa yang panjang.
Ruang TV

Ruang TV

nyaman kan?

nyaman kan?

  • Family Area. Saat itu ruangan ini sepi banget, ngga ada yang masuk di dalamnya. Mungkin karena kursinya tidak terlalu nyaman untuk selonjoran kan. Tapi buat yang mementingkan privasi dan istirahat sebentar, bolehlah tempat ini jadi pilihan.
Family Area

Family Area

  • Lantai. Saat bandara ini ramai sekali, ternyata banyak juga yang memilih tidur di lantai walaupun akhirnya kadang diusir oleh petugas kebersihan karena jadi kumuh sekali.

Ketiga. Tukar uang

Ini penting, karena paling ngga, kita butuh makan. Apalagi yang transit super lama kaya saya. Saya tukar uang UAE Dirham menjadi Qatar Riyal. Saya menemukan satu money changer. Tapi kemudian ternyata uangnya kurang, karena saya membeli beberapa souvenir magnet Qatar. Jadilah saya ambil uang di ATM. Semua ATM di bandara ini bisa berfungsi dengan baik dengan kartu atm bank Indonesia. Tetapi nominal terkecil tarik tunainya saya peroleh di ATM HSBC yaitu 20 Riyal.

Keempat. Cari tempat makan.

Ada beberapa lokasi untuk isi perut, tapi yang modelnya food court itu ada di Eat Street.

  • Camden Food, yang menjual aneka salad (buah dan sayuran), pasta, aneka sandwich dan manisan buah.
  • Negroni, yang menjual pizza dan pasta
  • Azka, menjual makanan India dan Arab
  • Red Mango, menjual aneka yogurt dingin, juice dan kopi
  • Soho coffee, menjual makanan dan minuman berbahan organik
  • Burger King, menjual burger, kentang goreng dan salad

Kelima. Cari kegiatan yang bikin kamu lupa kesedihanmu.

Iya, pasti sedih lah ketinggalan pesawat. Tapi apa mau dikata, menyesali yang sudah terjadi cuma bikin sakit hati. Nah, kalau saya ngakalinnya dengan tidur, baca buku, dengerin musik yang bikin happy atau cari obyek buat difoto. Nah, kebetulan di HIA ini banyak obyek lucu yang bisa kita jadikan ajang latihan motret. Favorit saya adalah mahluk-mahluk kecil yang nangkring di area bermain anak-anak ini.

meeting

lucu banget kan?

Kalau suami mintanya saya motretin ini doong >_<

Kalau suami mintanya saya motretin ini doong >_<

disediakan juga loh di HIA.

disediakan juga loh di HIA.

Tapi diantara semuanya, saya paling doyan satu kegiatan ini di Doha. Nantikan tulisan selanjutnya yaa ^^

Bersambung ya gaes…

  1. Duh Yu, aku ga kebayang rasanya ketinggalan pesawat. Seumur hidup ga pernah dan jangan sampai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: