Ayu Galuh Anggraini

Turkish Street Food: Kokoreç

In Istanbul - Turki, Jalan-jalan, kuliner on January 1, 2015 at 11:52 pm

Mengunjungi Galata Tower itu melelahkan karena jalannya menanjak parah dan tidak ada jalan lain selain jalan kaki untuk menuju kesana. Setelah mengatur nafas dan juga berfoto dengan segala pose, tiba-tiba hidung saya mencium bau harum semerbak. Bak hidung kucing di rumah yang kembang kempis kalau ada bau ikan, saya pun juga ikutan. Mata langsung jelalatan mencari dimana gerangan bau itu berasal. Tepat di seberang tower, sekelompok perempuan cantik bertudung sutera tertawa cekikikan sambil menggenggam roti besar yang tertutup kertas. Saking banyaknya yang beli sampai penjualnya tidak kelihatan.

Saya pun mendekat, penasaran seperti apa gerangan sambil menimbang apakah makanan itu memang layak diperjuangkan. Di Turki memang saya tak banyak jajan, karena penghematan. Perjalanan panjang yang melalui 5 negara butuh biaya yang cukup membuat menelan ludah saja berat saudara-saudara. Apalagi mata uang rupiah yang terdesak membuat saya harus berfikir ulang untuk membeli sesuatu yang kadang tak mendesak untuk dibeli. Tapi sayang sekali ya kalau tidak mencoba satu atau dua kuliner lokal. Ah mungkin ini sekedar dalih, karena saya memang suka makan. hahhaa…

Kokoreç atau Kokoretsi merupakan makanan yang berbahan dasar usus kambing atau domba yang digulung jadi seperti sosis raksasa atau rolade raksasa ya (bingung perumpamaannya). Lupakan lauk ini dimakan pake nasi ya teman-teman, tapi pakai roti. Cara penyajiannya adalah roti dipanggang (digantung) diatas arang biar hangat (dan lunak, karena roti di Turki keras-keras). Nah, sosis usus itu dipotong dan dicacah menjadi potongan-potongan kecil. Setelah itu roti yang sudah dibelah diisi oleh salad (potongan paprika hijau dan merah, cabai hijau yang dipotong-potong dan potongan tomat), usus cincang, dan ditabur garam, merica serta oregano. Si penjualnya main tabur-tabur aja gak pake takeran lah. Burr… bur… bur…

Roti dipanggang (digantung biar anget) dan itu dia gulungan ususnya

Roti dipanggang (digantung biar anget) dan itu dia gulungan ususnya

Bapak penjual lagi mencacah usus tanpa sarung tangan. hhahaa

Bapak penjual lagi mencacah usus tanpa sarung tangan. hhahaa

Taraaa... ini dia hasilnya. Kayaknya enak ya?

Taraaa… ini dia hasilnya. Kayaknya enak ya?

Makannya harus semangat, karena rotinya tebal dan cepat mengeras karena dingin. Rahang harus kuat.

Makannya harus semangat, karena rotinya tebal dan cepat mengeras karena dingin. Rahang harus kuat.

Rasanya? Kambing banget!!! hahahaa… usus yang agak alot sedikit itu jadi bisa dimakan karena sudah dicacah. Bau prengus si mbek masih terasa tapi tidak terlalu menyengat. Supaya bisa masuk perut saya, harus ada tambahannya yaitu saus cabe. Lebih enak lagi kalau sausnya buatan Indonesia. Harganya 5 lira. Kalau saya sih dibagi berdua ama suami karena kalau makan sendirian jujur agak eneg. Maklum saya gak terlalu suka makan daging kambing dan kawan-kawannya. Kalau ke Turki harus coba ya, jangan lupa bawa saus sambal dari Indonesia.

Happy traveling and eating ^^

  1. Wah patut dicoba kalau ke Istanbul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: