Ayu Galuh Anggraini

Hello Taipei 101!!

In Jalan-jalan, Taiwan - Taipei on September 4, 2014 at 2:19 pm

Mestinya tulisan ini udah lama harus di post. Tapi ya begitu deh penyakit malasnya kumat dan udah kebanyakan trip lanjutan, jadinya bingung mau nulis yang mana. Perjalanan saya ke Taipei sebenarnya sudah musim semi tahun lalu, setelah terlebih dahulu mengunjungi Filipina. Alasannya selain biar murah, sekali perjalanan dua negara terlampaui, juga Filipina negara terdekat dengan Taiwan. Jadilah saya dan suami berangkat menjelajahi Taipei.

Sampai di Taipei sudah agak sore, udaranya gak dingin-dingin banget. Cukup pakai jaket saja udah mampu menghalau dinginnya. Langitnya mendung jadi begitu keluar agak-agak gloomy gimana gitu. Setelah antri beli tiket shuttle bus ke kota, lalu antri sebentar dan singkat cerita, sampailah di hostel. Review tentang hostelnya sudah saya tulis di sini, silakan diintip ya. ^^

Dikasih kue paskah berbetuk telur oleh Air Asia, karena bertepatan dengan libur paskah

Dikasih kue paskah berbetuk telur oleh Air Asia, karena bertepatan dengan libur paskah

Antri tiket bus untuk ke downtown Taipei Setelah tanya dengan bahasa tubuh, dikasi peta dicoret-coret dan disuruh naik Citi Air Bus No. 6 Ps: WIFI bandara kenceng banget

Antri tiket bus untuk ke downtown Taipei
Setelah tanya dengan bahasa tubuh, dikasi peta dicoret-coret dan disuruh naik Citi Air Bus No. 6
Ps: WIFI bandara kenceng banget

Setelah check in, taruh barang, ganti baju dan cuci muka (masih males mandi), kita langsung cabut mau ke Taipei 101 yang letaknya lumayan dekat dari hostel. Mestinya sih bisa naik subway (padahal stasiunnya ada di sebelah hostel), tapi kita milih jalan kaki karena dalam bayangan kita, gedungnya itu dekat. Tapi setelah dijalani, lumayan juga loh membuang kalori dan bikin lapar. Akhirnya beberapa kali mampir 711 buat beli nasi kepal yang bisa dimakan sambil jalan.

Jalan kaki di Taipei nyaman sekali, hampir mirip nyamannya dengan jalan kaki di Macau. Tenang, damai, jalanannya bersih, dan tertib. Tiba-tiba ada keramaian di ujung jalan yang ternyata ada pawai kesenian tradisional yang saya tidak tau namanya. Jadi ada iring-iringan pemusik, kemudian dilanjutkan boneka-boneka raksasa berkostum prajurit jaman dahulu, mirip yang biasa dilihat di pentas teater tradisional kesenian Tiongkok. Saya telat larinya jadi hanya sempat mengambil foto bagian paling belakang yang terjebak lampu merah. Patuh sekali ya dengan rambu lalu lintas.

Kemudian gerimis sodara sodara!! Tapi berhubung hujannya air dan bukan hujan batu jadi saya cuek bebek hanya pakai hoodie saja dan tetep foto-foto (dem! saya narsis sekali). Puncak Taipei 101 masih diselimuti awan tebal dan dengan cuaca yang mendung jadi terlihat angker. Selain tinggi sekali, juga bentuknya yang dari jauh mirip pagoda tempat ular putih dikurung (kebanyakan liat film). Saya pun bergegas menuju kesana. Tetapiiiiii setelah sampai di sana, saya memutuskan untuk tidak naik ke observatory-nya karena percuma saja naik tetapi tidak bisa melihat apa-apa. Sementara, cukup puas saja melihat bangunan yang pernah menjadi bangunan tertinggi di dunia ini.

Rombongan kedua arak-arakan yang sempat difoto karena lagi berhenti ada lampu merah.

Rombongan kedua arak-arakan yang sempat difoto karena lagi berhenti ada lampu merah.

Tuh kan puncaknya terhalang kabut

Tuh kan puncaknya terhalang kabut

Tentang Taipei 101

Taipei 101 ini diresmikan pada tanggal 31 Desember 2004, sekaligus dengan perayaan tahun baru. Terdiri dari 101 lantai, gedung yang bernama asli Taipei World Financial Centre ini merupakan landmark utama kota ini. Jadi tidak sah mengunjungi Taipei kalau belum mejeng di Taipei 101. Menurut wikipedia, gedung ini memiliki keunggulan yaitu:

  • fiber optik dan hubungan internet satelit yang dapat mencapai kecepatan 1 gigabyte per detik.
  • Toshiba telah menyediakan dua lift tercepat di dunia yang dapat mencapai kecepatan maksimum 1.010 m/min (63 km/jam atau 39 mil/jam) dan mampu membawa pengunjung dari lantai dasar ke lantai pengamat di lantai 89 dalam waktu 39 detik.
  • Sebuah pendulum seberat 800 ton dipasang di lantai 88, menstabilkan menara ini terhadap goyangan yang timbul dari gempa bumi, angin topan maupun gaya geser dari angin.
  • Luas total 450.000 meter persegi, dengan 214.000 meter persegi untuk fasilitas perkantoran, 77.500 meter persegi untuk kebutuhan komersial sedangkan 73.000 meter perseigi lainnya untuk area parkir.

Keren banget ya! Nah, saya juga berfoto di depan monumen yang awalnya saya kira hanya hiasan saja tetapi setelah saya lihat lebih dekat ternyata, setiap kotak nama-nama. Monumen yang terbuat dari kaca ini dibuat oleh Florence Ng. Nama-nama yang tercantum adalah nama orang yang turut andil dan bekerja demi berdirinya Taipei 101 ini. Satu lagi, yaitu ‘LOVE” yang dibuat Robert Indiana, menjadi incaran pengunjung untuk berfoto. Termasuk saya..

Berfoto di depan "Partners Monument" oleh Florence Ng

Berfoto di depan “Partners Monument” oleh Florence Ng

Taipei 101's Partners Monument

Taipei 101’s Partners Monument

Jika ingin naik ke observatory

Biaya yang dikenakan adalah TWD 500 untuk dewasa, dan TWD 450 untuk anak-anak dibawah 12 tahun. Jam operasi observatory adalah mulai jam sembilan pagi hingga jam sepuluh malam. Penjualan tiket ada di lantai 5F Taipei 101 Shopping Mall. Jika ingin datang dalam grup lebih baik reservasi dulu.

Ada aturan- aturan khusus yang harus dipatuhi pengunjung sebelum mengunjungi observatory. Jadi pengunjung diharapkan menggunakan alas kaki yang baik, alias no sandal dan sleepers. Selain itu dilarang juga untuk merokok, makan kacang dan juga mengunyah permen karet. Pengunjung juga diharapkan mematuhi aturan dimana mereka harus berada alias tidak bisa ke sembarang tempat karena bisa berbahaya. Dilarang juga membawa barang-barang berbahaya, makanan, hewan peliharaan dan benda-benda terlarang lainnya. Jangan coba-coba melanggar ya karena tas akan diperiksa. Nah, yang paling penting jangan corat-coret sembarangan nanti kena denda.

Cara menuju ke Taipei 101

Kalau naik MRT, gunakan MRT jalur merah (Xin Yi Line) lalu berhenti di Taipei 101 station, exit 4. Sedangkan bus menuju Taipei 101 bisa dinaiki dari Taipei City Hall, World Trade Centre station, Xin-Yi Administrative Centre atau Grand Hyatt Taipei. Kalau malas ya naik taxi aja. Pasti supirnya sudah paham dimana itu Taipei 101.

Kota Taipei ini meninggalkan kesan yang menyenangkan buat saya. Jadi kapan-kapan pengen balik lagi kesana, atau saya bikin tripnya saja ya. Biar kita bisa jalan-jalan bareng (dan belanja). Hehehehe…

spread the LOVE

spread the LOVE uuyeaah

Happy traveling!

  1. Mbak ayu, thanks banget ya atas infonya utk trip2 nya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: