Ayu Galuh Anggraini

Bawa pulang, atau telan saja sampahmu

In Random Things of Me on May 19, 2014 at 1:37 pm

Iya, saya kasar sekali kali ini. Tulisan saya kali ini mungkin banyak berisi caci maki. Semua berawal dari postingan akun @anak_bebex yang menceritakan tentang kotornya gunung Lawu. Saya sudah atur nafas buat jaga emosi, soalnya kalau sudah ngomel bisa-bisa akun twitter penuh dengan sumpah serapah tak berujung. Sedih iya, marah juga iya.

Sampah di Lawu Source

Sampah di Lawu
Source

Tidak cuma sekali dua kali saya jalan-jalan di wilayah Indonesia ini dan menemukan sampah tak bertuan berceceran disana-sini. Mungkin saking terkenalnya kita gak tertib soal sampah ini sampai-sampai saya pernah kena caci maki tukang sampah di Singapura yang ngomel banyak sampah berceceran saat tahun baru disana dan menuduh orang Indonesia pelakunya. *tarik nafas panjang*

Bongkar-bongkar blog banyak orang ternyata kegelisahan kami sama. Alam yang indah ternodai oleh sampah. Bagaikan wajah artis yang ternodai jerawat dan meradang menunggu pecah. Apa kita berharap monyet-monyet yang jadi tukang sampahnya? Segitu malasnya kah kita bawa pulang kembali sampah yang kita buat? Kalau saya amati, setiap ada lokasi wisata lama yang baru, langsung berbondong-bondong orang datang kesana. Kalau misalnya lokasi wisata itu sudah rusak alias penuh sampah, langsung ditinggalkan begitu saja. Mirip dengan perambah hutan. Habis manis, sepah dibuang.

Sampah di Sempu Source

Sampah di Sempu
Source

Baru kemaren saya ngomel banyak sampah botol minuman di gua pindul. Sampai saya dan guide sibuk ngumpulin sampah yang mengambang disana-sini. Jorok. Padahal yang datang kesana saat itu orangnya keren-keren. Tapi yaitu dia, terselip beberapa yang tidak tau aturan. Kalau nanti lokasi wisatanya sudah kotor, pindah cari lokasi baru yang masih bersih dan buang-buang sampah juga disitu. Cih!

Alam itu tidak punya sistem untuk mengolah sampah plastik punyamu itu. Jadi bawa pulang atau telan saja sampahmu. Gunung itu bukan tempat sampah, danau juga bukan tempat buang sampah. Batu-batu alam itu bukan tempat corat-coret. Malu dengan status yang kamu banggakan jadi seorang “pecinta alam”. Ini buat kamu memang, yang tukang buang sampah sembarangan. Kalau gak bisa cinta lingkungan gak usah naik gunung.

Ada “gunung” sampah di Ranu Kumbolo (Desember 2013), photo by @iqbalfadel

Ada “gunung” sampah di Ranu Kumbolo (Desember 2013), photo by @iqbalfadel Foto saya dapatkan di blog ini

Ya, kata-kata seperti ini pantas buatmu. Kamu yang buang sampah di segara anakan, ranu kumbolo, lawu dan tempat-tempat lain yang kamu singgahi. Kalau saja pohon-pohon itu bisa bergerak seperti di Narnia atau di film Lord of The Ring, saya pengennya mereka iket kamu di gunung ajah. Rasakno!

Jangan melulu salahkan petugas yang inilah, itulah. Tapi intospeksi ke diri sendiri. Kalau ada orang yang buang sampah sembarangan langsung tegur. Jangan takut, karena kamu benar. Kalau dia sewot, ngomongnya kencengin sekalian biar malu. Shock terapi perlu juga soal gini. Jangan sungkan karena berdampak ke kita juga. Nyaman kah kalau di sekeliling kita ada sampah berceceran?

Alam ini semua dikasih gratis oleh Alloh. Air, tanah, udara, dan lainnya. Kita cuma tinggal memelihara, melestarikan dan mengembangkan kearah yang baik supaya tetap berkesinambungan hingga anak cucu. Kalau sudah rusak, memperoleh semua itu kembali ada harga yang harus dibayar dan saya yakin tidaklah murah, dan belum tentu kembali seperti semula. Penyesalan itu datangnya tidak pernah di awal. Jadi sebelum terlambat, bawa pulang atau telan saja sampahmu.

Sekian.

 

  1. eurghh.. Aku gak ngerti sama orang yang suka buang sampah sembarangan, emang gak di ajarin emaknya yah? marah sekalian sedih..

    • Kayaknya diajarin sih mba. Cuma die males aja. Mau enaknya doank. Galak saya klo soal ginian. Tas saya aja suka jd tempat sampah sementara. Jadi bawa kresek kemana-mana buat nampung. Kali-kali aja susah buang sampah. Makanya tentengan bukan tas cangklong tapi backpack. Sungguh aku matjo sekali.

      • Hahaha. sama aku juga mendingan buang sampah di tas sendiri.. jadi tas kayak tempat sampah. Kadang2 nemu kulit jeruk atau bungkus permen dlam tas..

      • ideeemm iniii.. aku banget mbaa. hahahaha… Tas tebel banget kadang. Isinya aneka bon, permen dan bungkus permen yg campur baur, botol minuman juga sama kadang bungkus keripik cemilan ㅡ_ㅡ^

  2. Selalu saja begini, pusat wisata kita. TT___TT

  3. Tempat Sampah berbahan Fiberglass dapat digunakan sebagai sarana / media alternatif untuk membuang sampah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: