Ayu Galuh Anggraini

Merasakan Rafting di Kali Oya, Gunung Kidul Yogyakarta

In Jelajah Negeri, Yogyakarta on May 5, 2014 at 8:02 pm

Masih edisi wisata di kawasan Gunung Kidul dan masih satu paket dengan wisata jelajah Gua Pindul, saya pun menunggu giliran untuk bisa rafting di Kali (sungai) Oya. Berbeda dengan rafting yang biasanya, yang satu ini masih menggunakan ban alias si donat gosong itu. Tidak ada juga pelindung kepala atau dayung, hanya pelampung yang sedari awal melekat di badan ini. Kami semua menunggu untuk diangkut dengan kendaraan menuju lokasi. Eh saya kok berasa jadi sapi potong yah. hehehe… Kita dibawa melewati hamparan sawah dengan kondisi jalanan yang bergelombang sehingga belum rafting perut rasanya seperti diaduk-aduk. Akhirnya setelah sekitar 10 menit, kita pun sampai di lokasi. Pemandu saya menunjukkan saya pohon kayu putih. Lalu saya membayangkan koala.. *oke ini absurd*

kiri: kami berempat bersama rombongan lain sedang menunggu untuk diangkut ke lokasi kanan: foto daun kayu putih.

kiri: kami berempat bersama rombongan lain sedang menunggu untuk diangkut ke lokasi
kanan: foto daun kayu putih.

Begitu turun dari kendaraan, kita harus bertanggung jawab sendiri membawa donat gosong itu hingga ke sungai. Tetapi seperti biasa, walau panas kita tetap setia berfoto dengan riang gembira. Fotografer kita, mas Dedy juga seperti tidak kehabisan energi dengan mengambil foto hingga berguling di tanah basah. Ahaiii… Walhasil beberapa foto jadi favorit saya dan kata teman saya seperti prewedding saja. ha ha.. Saran saya, lebih baik memang kita menyewa fotografer disana karena selain kita tidak menanggung resiko kamera tercebur air, kita bisa fokus dengan kegiatan kita dan gak ribet sendiri dengan kamera atau gadget kita. Harga yang terbilang mahal bisa disiasati dengan patungan antar peserta trip kalian.

Setelah berjalan kurang lebih 15 menit dengan terseok-seok dan sesekali nyaris terpeleset lumpur yang tersembunyi oleh rerumputan, saya pun mendengar suara gemericik air, tanda sungai sudah ada di depan kami. Ternyata saya masih harus turun kebawah yang cukup curam loh. Hati-hati yah. Jangan terburu-buru aja pokoknya. Giliran pertama yang dihanyutkan adalah Merrie dan Sony. Air sungai saat itu keruh, karena hujan yang turun sehari sebelumnya.

Saya juga tahu kenapa rafting di sungai ini berbeda dengan rafting kebanyakan karena jalur yang bergelombang sangat pendek. Walaupun pendek tapi sukses bikin saya jerit-jerit karena kami harus pasrah dihanyutkan oleh air. Sementara itu kedua teman saya terdampar dan harus dibantu oleh pemandu. Akhirnya kami berempat diarahkan oleh pemandu kami menyusuri sisa jalur sungai Oya yang indaaaah banget.

Viewnya bagus, meskipun bagian serunya pendek banget.  Awas melangkah karena licin sekali

Viewnya bagus, meskipun bagian serunya pendek banget.
Awas melangkah karena licin sekali

batuan sepanjang Kali Oya

batuan sepanjang Kali Oya

Jadi yang membuat indah adalah kondisi batuan yang membatasi sisi kanan dan kiri sungai, terbentuk alamiah sejak jaman purba. Saya merasa seperti ada di dunia antah berantah. Saking asiknya melihat kanan dan kiri, saya pun mengacuhkan penjelasan dari pemandu kami. Eh setelah googling, malah banyak fakta mistisnya tentang sungai ini. Hahahaa.. Tapi jangan takut kawan, asal kamu patuh pada arahan pemandu dan tidak panik jika terjadi sesuatu, saya yakin kamu akan baik-baik saja.

Kami pun kemudian dipersilahkan untuk berhenti sebentar di sebuah area untuk meloncat indah. Tapi kayaknya kami lebih tertarik untuk foto-foto saja di air terjun mini yang juga ada disana. Bak model iklan sabun mandi, satu persatu dari kami beraksi. Kalau saya sih numpang guyur kepala yang kepanasan. Kalau sudah begini kok saya mulai menyangsikan berita kalau wilayah Gunung Kidul itu kering kerontang seperti di Afrika sana. Suami yang doyan banget air jadi gak mau lepas dari guyuran air terjun mini itu. Saya tengok kanan dan kiri banyak yang pada ambil ancang-ancang untuk melompat di sungai yang kedalamannya entah berapa. Nampaknya ada beberapa lokasi melompat dengan ketinggian yang berbeda. Dari yang saya amati, banyak yang gaya melompatnya salah. Saya tahu, karena dulu pernah kursus berenang. Kalau salah melompat resikonya bisa cedera, dari yang ringan hingga cedera serius seperti patah tulang.

siapa mau loncat?

siapa mau loncat?

model iklan sabun mandi

model iklan sabun mandi

Puas berfoto, kami harus melanjutkan perjalanan dengan ditarik oleh pemandu. Air yang tenang membuat saya ngantuk. Mata sudah kriyep-kriyep. Menyadari kami semua ngantuk, pemandu kami nyeletuk,

“gak papa mba tidur..”

“iya nih, ngantuk mas. Enak banget hawanya buat tidur”

“mba tidur, saya pulang. Rumah saya deket sini”

“hahahaha…”

ngantuk... zzzz...zzzz

ngantuk… zzzz…zzzz

Saya langsung nahan kelopak mata biar tidak merem lagi. Eh beneran loh, aliran airnya bikin kita relaks banget. Selain itu sudah capek kali yah kebanyakan gaya (dan lapar lagi… *malu). Saya ngga pernah kebayang nyemplung sungai lagi setelah setua ini. Dulu ke sungai nyari kalajengking atau nyari ikan yang entahlah saya lupa buat apa. Itupun pulang-pulang langsung dihukum oleh nenek karena main ke sungai gak bilang-bilang. Kalau sudah ingat begitu saya jadi ketawa sendiri. Kok bisa-bisanya saya mainnya kayak anak laki-laki begitu.

Tidak terasa, petualangan kami di sungai Oya pun usai. Jadi kita harus naik ke daratan, mengembalikan ban, dan menunggu jemputan. Buat yang lapar bisa leyeh-leyeh dan nyemil di warung yang ada disana. Uniknya disini kita bebas makan apa saja, bayarnya belakangan di pengelola wisata masing-masing. Jujur loh yaa… jangan mau makan gak mau bayar. Nah, berhubung saya mau punya kenang-kenangan lebih jadi kami berempat berfoto dengan mas Kabul dan mas Dedy yang sedari awal sudah memandu kami berempat. Dengan latar belakang sawah, kami berenam berfoto dengan senyum lebar di wajah.

hmmm agak sedikit aneh ya.. latarnya sawah, dan kita masih pake jaket pelampung

hmmm agak sedikit aneh ya.. latarnya sawah, dan kita masih pake jaket pelampung

 

Happy traveling!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: