Ayu Galuh Anggraini

Menyusuri Peninggalan Perang Vietnam di Cu Chi Tunnel (3)

In Ho Chi Minh, Vietnam on March 7, 2014 at 5:25 pm

Setelah diperlihatkan dengan aneka jebakan-jebakan mematikan milik Vietkong, kita diajak melihat bagaimana cara Vietkong membuat senjata. Selain mereka mengambil senjata dari tentara yang sudah terbunuh, mereka juga merakit senjata dan juga bom dari bom milik tentara AS yang berhasil dicuri atau yang gagal meledak. Walaupun taruhannya adalah nyawa, mereka tetap melakukannya. Kenapa taruhannya nyawa? Karena bom yang gagal meledak tadi harus dibuka dengan cara sederhana untuk diambil mesiunya. Salah-salah mesiu tersebut akan melukai mereka sendiri. Mesiu inilah yang akan digunakan untuk membuat bom rakitan sendiri. Dalam gambar dibawah ini diperlihatkan bagaimana mereka menggergaji bom tersebut. Percikan-percikan api dari hasil gesekan gergaji dan besi bisa memacu mesiu untuk meledak.

bertaruh nyawa, membukanya dengan cara sederhana

bertaruh nyawa, membukanya dengan cara sederhana

Besi ditempa menjadi paku-paku untuk jebakan

Besi ditempa menjadi paku-paku untuk jebakan

semua jenis bom ada disini

semua jenis bom ada disini beserta yang sudah jadi serpihan

granat buatan sendiri

granat buatan sendiri

Guide saya bercerita, memang kalau dihitung secara matematis, Vietkong pasti kalah karena segi persenjataan dan juga jumlah tentara. Ruang gerak mereka pun tidak terlalu besar (diatas tanah) dan semakin terdesak. Tetapi pada keyataannya, mereka mampu mengalahkan tentara AS dengan kepandaiannya dalam memanfaatkan hutan, tanah dan juga merakit senjata sendiri. Kesabaran dalam bertindak dan juga gerakan yang terorganisir menjadi salah satu kuncinya. Kalian bisa juga membeli aneka souvenir berbau perang vietnam di daerah dekat diorama ini.

Kemudian guide mengarahkan kami ke rest area. Nah, disini ada area menembak. Saya sudah gatel mau nyoba menembak tapi sayang duitnya gak cukup karena harus beli satu boks peluru. Hiks… mau patungan juga gak ada yang kenal. Peserta trip yang lain juga malah lebih memilih membeli ice cream daripada membeli peluru. Memang disana panas banget plus kita harus jalan kaki.

Setelah rehat selesai, entah bagaimana ceritanya guide saya kembali ngamuk oleh si mas bule itu. Memang sih si mas bule itu pinter karena kelihatan banget dia punya materi buat berdebat dengan si guide. Tapi menurut saya, daripada kita kena masalah mending apa katanya di-iya-in aja deh. Akhirnya sambil merengut dan menggerutu, guide kita itu membawa kita ke sebuah tempat. Ada tangga turun kebawah. Si mas bule maen nylonong saja. Akibatnya guide kita berteriak “stop” dan menariknya lagi keatas. Kemudian Mr, Wayne ini menjelaskan kalau kita harus masuk kedalam hingga ujung jalan keluarnya.

Tanpa ba bi bu, saya langsung masuk. Sebelum saya ada 2 orang perempuan dan satu laki-laki. Dibelakang saya, suami sudah siap sedia dengan handicam untuk merekam pergerakan kita. Dengan mode infra red saya berasa sedang dalam acara berburu hantu atau dunia lain. Makin lama makin ke dalam makin sempit dan gelap. Kadang kala saya harus merayap dan juga turun melalui lubang yang hanya muat seukuran badan. Pengen nyerah dan nangis rasanya. Saya sudah tidak peduli lagi dengan kamera yang sedari tadi tergantung di leher. Tangan saya lecet dan juga celana sudah pasti kotor karena dipakai merayap. Ketika tiba di bagian tergelap terowongan tersebut, perempuan di depan saya menangis dan teriak. Sedangkan mas bule di belakang saya bolak balik teriak the “f” word. Saya juga dari yang cool, calm and confident jadi misuh-misuh dalam berbagai bahasa.

terowongan ini aslinya lebih kecil. Tetapi untuk wisata akhirnya diperbesar, supaya orang gede kaya saya muat.  Btw, saya gak sempet foto selfie disini karena mau nafas aja susah apalagi foto-foto

terowongan ini aslinya lebih kecil. Tetapi untuk wisata akhirnya diperbesar, supaya orang gede kaya saya muat.
Btw, saya gak sempet foto selfie disini karena mau nafas aja susah apalagi foto-foto

Mungkin karena pengap dan juga perempuan pada jejeritan, ada yang menyalakan lampu senter dari hp yang sinarnya ala kadarnya dan di area yang agak lebar dia membiarkan perempuan termasuk saya untuk lewat duluan. Well.. such a gentleman. Akhirnya dengan berpeluh dan badan penuh debu saya berhasil keluar dari sana. Saya seperti baru keluar dari sauna dengan bau seperti daging asap. Suami saya belum juga keluar. Rupanya dia masih setia dengan handicamnya merekam aksi kita semua.

Setelah kita semua keluar, kita didudukkan di bangku dengan meja panjang. Dihadapan kita ada singkong rebus. Guide kita bercerita kalau pada jaman tersebut, semua tanaman mati karena bom. Akhirnya Vietkong hanya memakan singkong, sebab singkong tidak bisa dihancurkan oleh bom karena ada di dalam tanah. Bule-bule langsung menyantapnya. Ada yang lahap, ada yang masih icip-icip. Singkong tersebut dicocol dengan bumbu kacang yang sudah ditumbuk dengan sedikit gula pasir. Ah, andaikan ada bumbu pecel disini, pasti lebih enak.

singkong ajaib

singkong ajaib

Ada bule yang bilang rasanya enak, aneh atau malah mirip dengan kentang. Lalu saya bilang bahwa di Indonesia kita juga sering makan singkong (cassava) dengan berbagai cara yaitu direbus dan juga digoreng. Ada juga yang dibuat keripik, ditabur keju atau dibuat kue. Langsung deh mereka pada nganga. Kalau di madura, soto pake singkong loh. hehehe…

Setelah jantung detaknya mulai normal, akhirnya kita semua diangkut kembali ke HCMC dan balik ke hostel. Berakhirlah petualangan di Cu Chi Tunnel. Sekedar info nih, kalau mau merekam perjalanan kamu di dalam tunnel, pikir dua kali ya. Karena kemungkinan besar yang terlihat hanya pantat dan juga suara ngos-ngosan yang sangat mengganggu (itu saya!! hiks!!).

Happy traveling!

Note:

  • Buat ibu hamil, anak-anak, yang punya phobia ruang sempit dan gelap, penderita jantung dan sesak nafas lebih baik tidak turun kedalam terowongan. Daripada terjadi sesuatu ya.
  • Bagi yang menderita darah tinggi, berusia diatas 70 tahun dan juga yang dalam pengaruh alkohol juga dilarang untuk masuk kedalam terowongan.
  • Jangan memisahkan diri dari kelompok dan juga harus mengikuti instruksi dari guide.
  • Ternyata rutenya di terowongan itu ada yang pendek, sedang dan yang paling panjang. Saya kebetulan kena yang terpanjang. Kayaknya gara-gara si mas bule itu akhirnya kita kena kerjain guide
  • gunakan pakaian senyaman mungkin dan juga sepatunya karena akan banyak jalan kaki
  • perbekalan seperti minuman, camilan atau roti wajib dibawa. Apalagi kalau mau hemat
  • Sediakan dana tambahan kalau mau ikutan menembak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: