Ayu Galuh Anggraini

Menyusuri Peninggalan Perang Vietnam di Cu Chi Tunnel (2)

In Ho Chi Minh, Vietnam on February 19, 2014 at 11:01 am

Setelah kita semua didudukkan dalam satu ruangan, kita semua diharuskan melihat sebuah video tentang apa itu perang vietnam, vietkong, dan tentu saja tentang Cu Chi Tunnel. Saya seperti melakukan perjalanan waktu, karena saya melihat film hitam putih dan isinya tentang perang. Semua gerakan di film dokumenter tersebut tanpa ada suara dan hanya ada keterangan yang diberikan oleh narator. Perang memang sangat kejam dan merugikan. Perempuan dan anak-anak pun akhirnya maju berperang. Mengerikan.

Ketika film selesai diputar, rasanya saya bisa bernafas dengan lega. Kemudian salah seorang guide menjelaskan tentang suasana perang pada saat itu. Ia, adalah orang vietnam yang bekerja pada tentara Amerika. Ia menunjukkan di peta, bahwa area yang berwarna merah adalah area konsentrasi Vietkong. Vietkong adalah sebutan bagi orang Vietnam yang membela Vietnam Utara dan pro kemerdekaan. Misi Amerika pada saat itu adalah memporak-porandakan daerah Vietkong tersebut. Namun sejarah membuktikan bahwa upaya tersebut tidak pernah berhasil.

melihat dan mendengarkan dengan baik ^^

melihat dan mendengarkan dengan baik ^^

Sekilas sejarah Cu Chi tunnel

Terowongan ini awalnya digali pada masa pendudukan Perancis atas Vietnam. Saat itu, semua rakyat Vietnam dipaksa bekerja oleh Perancis. Bagi yang menolak maka akan dihukum mati, sedangkan yang memilih ikut kerja paksa akhirnya juga mati pelan-pelan. Intinya sama saja, mati. Nah, akhirnya mereka memilih bersembunyi dalam terowongan untuk menghindari kerja paksa. Setelah pendudukan Perancis berakhir, AS akhirnya mengambil alih. Mereka mendukung Perancis dan Pemerintah Vietnam Selatan yang republik. Akhirnya Pemerintah Vietnam utara yang pro komunis memutuskan untuk tetap menggunakan terowonan tersebut dan melanjutkan pembangunannya.

Hebatnya, terowongan ini akhirnya dibangun sepanjang 250 kilometer dan di dalamnya hidup sekitar 10.000 orang Vietnam, tentara, dan keluarganya. Dengan demikian mereka aman dari serangan pasukan AS. Terowongan ini berpusat di wilayah Cu Chi. Secara garis besar, terowongan ini terdiri dari beberapa lapisan. Lapisan pertama ada di kedalaman 3 meter, lapisan kedua sedalam 6 meter, dan lapisan ketiga sedalam 10 meter. Terowongan tersebut hanya muat untuk tubuh orang Vietnam, sehingga tentara AS kesulitan untuk masuk karena ukuran badannya yang besar. Semua terowongan juga terhubung dengan sungai, sehingga memudahkan mereka untuk melarikan diri melewati sungai jika terpojok atau dalam bahaya.

Guerrilla dan frustasinya tentara Amerika

Tentu saja kita bisa bilang perang ini adalah perang yang tidak seimbang. Tentara AS memiliki alat perang yang canggih sedangkan tentara Vietnam hanya bersenjatakan senjata api hasil rampasan dan juga senjata buatan sendiri dengan mengandalkan alam sekitar. Sama seperti Indonesia kan? Guerrilla, adalah istilah yang digunakan oleh pemandu saya tentang para gerilyawan ini. Guirilla ini tidak hanya tentara saja, tetapi rakyat biasa yang merasa terjajah dan ingin memberontak juga. Sistem perlawanannya adalah menggunakan jebakan-jebakan, penyergapan dan serangan sembunyi-sembunyi dari rimbunnya hutan yang hanya diketahui oleh mereka.

Nanti kalau anda berkunjung kesana, perhatikan dengan seksama film yang diputar. Diperlihatkan gerilyawan yang bekerjasama dengan petani. Jadi saat itu susah membedakan mana yang rakyat biasa dan mana yang gerilyawan. Perempuan pun tak kalah jagonya dalam melumpuhkan tentara AS. Diperlihatkan juga beberapa gerolyawan perempuan yang mendapatkan penghargaan karena telah melumpuhkan banyak tentara musuh.

Terowongan Cu Chi sudah seperti kota di bawah tanah. Ada rumah sakit, dapur, ruang senjata, kamar tidur, lumbung untuk menyimpan cadangan makanan, ruang untuk rapat dan juga ruang-ruang lainnya. Untuk menjaga sirkulasi udara, mereka menggunakan bambu panjang yang menembus hingga ke permukaan tanah dan tidak bisa terdeteksi oleh pihak musuh. Tentara AS mencoba menembus pertahanan di Cu Chi tetapi tidak pernah berhasil. Akhirnya mereka pun memasang mata-mata. Sayangnya mata-mata tersebut tidak terlalu efektif karena menurut penjelasan guide saya, setiap hari para gerilyawan berganti sandi sehingga menyulitkan para penyusup.

the forest

suasana di Cu Chi

Saking frustasinya, AS kemudian mencari lubang-lubang udara dari bambu tersebut dan memasukkan gas beracun ke dalamnya. Akibatnya banyak rakyat yang bersembunyi akhirnya mati. Tetapi karena sistem pertahanan dan jalur terowongan yang luas dan tidak bisa ditebak, tentara AS hanya bisa menghancurkan beberapa bagian saja. Bahkan konon ada cerita tentang seorang ibu yang baru saja melahirkan bayinya di dalam terowongan. Sayangnya, tepat di atas mereka ada tentara AS yang sedang berpatroli. Kalau bayinya menangis, mereka semua akan ketahuan. Akhirnya sang ibu memencet hidung anaknya hingga meninggal demi menyelamatkan ratusan jiwa yang ada di terowongan tersebut. Tetapi di kemudian hari, si ibu menjadi gila karena telah membunuh anaknya. Namun, pemerintah Vietnam tetap menganggapnya sebagai pahlawan.

Selain mencoba membunuh gerilyawan dengan gas beracun, mereka juga menjatuhkan bom-bom napalm yang bisa membumi hanguskan wilayah Cu Chi sehingga hutan dan juga ladang pertanian terbakar habis. Efek dari gas beracun dan sejata kimia lainnya yang digunakan ini akhirnya meracuni tanah, udara dan air di Vietnam. Akibatnya, banyak yang menjadi cacat dan juga bayi-bayi terlahir cacat. Mereka dipelihara oleh negara dan juga banyak mendapatkan santunan dari lembaga-lembaga sosial di Amerika sebagai bentuk permintaan maaf.

Guide saya marah!

Setelah kami semua mendengarkan penjelasan di gubuk tersebut, kami dibawa masuk ke dalam hutan. Tepat di depan saya ada seorang guide yang memandu sepasang wisatawan. Nah, kemudian si guide itu meminta si ibu untuk berfoto dengan cara masuk ke dalam sebuah lubang segi empat yang kecil. Sayangnya, dia stuck dan kesulitan keluar. Akhirnya, beberapa anggota rombongan saya yang mayoritas pria rame-rame membantu si ibu supaya bisa keluar.

Ketika si ibu berhasil keluar, seorang anggota rombongan buru-buru ikut nyemplung dan minta difoto. Guide saya langsung berang. Ia dengan setengah berteriak bilang kalau tindakan itu menyalahi aturannya. Ia juga bilang kalau lubang itu bukanlah bagian dari Cu Chi tunnel, dan dia tidak menyarankan kita untuk masuk dan berfoto disana. Lubang itu sejatinya hanya lubang untuk memantau musuh dan juga memantau arah. Jadi saat sepi gerilyawan akan bersembunyi disana untuk mencari tahu arah (dimana dia berada sekarang) dan juga tempat persembunyian darurat hanya untuk memantau pergerakan musuh.

ini dia yang kena semprot si guide

ini dia yang kena semprot si guide

ini sudah jelas saya gak muat >_<

ini sudah jelas saya gak muat >_<

Pelajaran yah, kalau ikutan trip gini jangan sok tau dan mendahului kalau ngga mau kena marah. Jadinya kan malah bikin suasanya jadi gak enak. Untungnya si mas bule ini pinter, dia tau dia salah tapi dia akhirnya kasi pertanyaan buat si guide yang bikin guide kita itu jadi gak terlalu ngambek lagi.

Aneka jebakan maut

Kemudian kami diarahkan ke lokasi aneka jebakan yang dibuat pada jaman perang. Guide saya menjelaskan tentang seperti apa jebakannya dan bagaimana kegunaannya dengan jelas.

deadly trap no. 1

deadly trap no. 1

Jebakan no. 1 ini adalah jebakan yang bisa menampung banyak orang alias beberapa tentara musuh sekaligus. Kaki musuh akan tertembus paku raksasa yang sudah ditanamkan dan akhirnya ia akan ditusuk/ditembak dari atas oleh para gerilyawan. Membayangkannya saja saya jadi ngilu.

deadly trap no. 2

left to right: deadly trap no 2, 3 and 4

Ketiga jebakan ini skalanya lebih kecil dari jebakan pertama. Jebakan kedua ini membuat musuh tersangkut badannya atau kakinya, sekali badannya masuk maka ia tidak akan bisa keluar karena sudah tersangkut paku yang terpasang dari segala arah itu. Sedangkan jebakan ketiga menyebabkan luka pada bagian perut bagian depan dan belakang. Jebakan no. 4 hanya menyerang bagian kaki musuh. Sehingga kakinya tidak bisa digunakan lagi dan ia akan dengan mudah dibunuh.

deadly trap no. 5 and other traps

deadly trap no. 5 and other traps

Jebakan kelima adalah jebakan yang dipasang di belakang pintu, hingga saat pintu didobrak maka paku-paku tersebut akan mengenai kepala, badan dan kaki musuh. Masih banyak jenis-jenis jebakan lain yang akan diperlihatkan kepada kita. Semua jebakan-jebakan tersebut dibuat secara sederhana oleh para Vietkong untuk melumpukan musuh.

Setelah melihat kengerian aneka jebakan-jebakan mematikan tersebut, kami dibawa ke sebuah tank yang ditinggalkan oleh tentara AS saat perang Vietnam itu. Berhubung saya orang Indonesia, si guide langsung bilang “you can be guerrilla too”. Dalam hati saya bilang, iya deh jadi guerrilla gak apa asal jangan jadi gorilla. Errrr >_<

abaikan mba bule manjat di belakang

abaikan mba bule manjat di belakang

Masih bersambung ya….

Note:

Tahukah kamu bahwa para pimpinan Vietkong membaca buku “Pokok-Pokok Perang Gerilya” karangan Jendral A.H Nasution sebagai panduan menerapkan strategi perang gerilya, karena kondisi wilayah Indonesia yang tidak jauh berbeda dengan Vietnam.

  1. Wah menarik sekali yang mereka baca. Aku dulu ga sempet kesini karena kesiangan bangunnya. Next time, kalau bulan madu hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: