Menyusuri Peninggalan Perang Vietnam di Cu Chi Tunnel (1)

Ini merupakan tulisan saya yang tertunda tentang perjalanan saya di Ho Chi Minch City (HCMC), Vietnam. Tidak lama saya ada di kota ini, tetapi meninggalkan kesan yang mendalam. Banyak pelajaran yang saya dapat disini, khususnya tentang sejarah. Mungkin ada banyak tulisan sejenis tentang Cu Chi Tunnel ini, namun saya tetap akan menuliskannya. Sebelum saya lupa. ^^

Pagi itu saya sudah bersiap menunggu jemputan dari lokal tour yang sudah saya pesan sehari sebelumnya. Sama seperti Indonesia, rupanya disana juga berlaku jam karet alias molor. Hingga saya berkali-kali harus menghubungi pihak hostel, memastikan saya tidak dilupakan (hiks). Akhirnya setelah menanti sekitar nyaris 1 jam, datanglah rombongan wisatawan yang juga sama seperti saya. Kami pun bersama-sama menyusuri gang kecil untuk menjemput anggota rombongan yang lain dan menuju bus.

Saya kira bus yang ditumpangi bakal keren. Taunya tidak (hahahaha). Busnya mirip sekali dengan bus angkutan umum dalam kota di Jakarta. Berhubung saya dan suami paling kecil ukuran tubuhnya dan yang lain adalah bule-bule semua, akhirnya kita kalah saingan. Dapatnya di kursi paling belakang yang berjejer 5 bangku. Dua bangku ujung kiri sudah diduduki oleh dua bule cewe yang doyan cekikikan dan selfie, dan saya mengambil posisi di dua bangku sebelah kanan. Sisa satu bangku saja di tengah. Tidak lama satu penumpang terakhir pun naik. Asia, laki-laki dan masih muda. Belakangan, saya tahu namanya Akira, dan berasal dari Jepang. He’s cute and friendly. Unfortunately no pic of him (D’oh!).

inside the bus
Banyak yang mengeluh kesempitan. Ya iyalah secara badan mereka gede-gede sedangkan ini bus untuk ukuran tubuh asia

Seorang guide bersuara serak yang minta dipanggil Mr. Wayne ini pun masuk dan memperkenalkan diri kepada kami semua. Selain itu dia menjelaskan aturan tour ini dan juga menjual trip tambahan bagi yang berminat. Setelah itu kami diberikan stiker identitas yang wajib dipakai (dan seperti biasa, punya saya sudah hilang entah dimana). Perjalanan yang cukup membosankan jadi saya memilih untuk merem saja sambil sesekali berbincang dengan suami. Sementara Akira ini masih membisu dan hanya mendengarkan ipod saja (soalnya belum ada yang mau kenalan ama dia hehehe termasuk saya).

Pemberhentian pertama adalah di pom bensin. Lagi-lagi si Mr. Wayne ini menawarkan trip tambahan sambil menjelaskan tentang lokasi chu chi tunnel dan juga perkenalan singkat tentang apa sih chi chi tunnel itu. Mata saya sudah kriyep-kriyep bosen karena gak sampe-sampe dan juga jalan si bus lelet banget. Jadi supaya gak bosen mending bawa camilan sebanyak-banyaknya ya. Menyesal deh saya tidak menuruti saran mba penjaga hostel. Catet ya! Bawa camilan!! (cetak tebal, biar gak lupa).

Pemberhentian kedua pun akhirnya tiba. Kita ternyata dibawa ke sebuah workshop handicraft yang dibuat oleh para penyandang cacat. Jadi kita bisa melihat mereka membuat aneka kerajinan secara langsung. Tempatnya tidak terlalu bagus, termasuk gallery-nya. Gelap dan berdebu dimana-mana. Tapi saya berdoa semoga laris deh semua dagangannya. Berhubung di Indonesia sudah banyak barang sejenis, saya memilih melipir ke kedai minuman dan membeli juice dengan harga cukup mahal sekitar 15-20rb per gelas. Tergantung buah yang dipilih. Tapi rasanya enak kok.

Bus yang dipake untuk tour yah seperti ini.  Lokasinya mirip gudang ya, tapi semua bus tour berhenti di tempat ini
Bus yang dipake untuk tour yah seperti ini.
Lokasinya mirip gudang ya, tapi semua bus tour berhenti di tempat ini
handicapped handicraft
interested to buy?
open workshop
open workshop

Selagi saya minum saya melakukan observasi singkat. Rupanya, semua tour ke Cu Chi Tunnel berhenti disana. Ada beberapa anak muda dari Indonesia yang beraninya bisik-bisik aja ngeliat orang Indonesia lain. Jadinya ya saya samperin aja. Gak ada deh itu namanya dalam kamus traveling saya ketemu orang Indonesia lain sombong-sombongan dan sok gak kenal. Tapi sering juga saya disombongin sesama orang Indonesia. Hahaha… funny! Selain itu, perhatikan juga ya hai para perempuan. Kalau ingin ke toilet, pastikan dudukan toiletnya sudah diberikan cairan anti kuman dan beri yang banyak! Itu maha penting ya saudariku. Sebab daku sudah jadi korbannya hingga terpaksa harus berobat ke SpKK. Yaiks!! (Ga papa deh membuka aib sendiri demi kebaikan bersama).

Setelah melalui perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya sampai juga deh. Kami semua turun dan berkumpul dengan guide masing-masing. Jangan salah guide ya. Kemudian guide akan meminta kita membeli tiket masuk. Setelah itu kita akan melewati lorong panjang sebelum dan sesudah cek tiket masuk. Kemudian kita akan bertemu dengan gubuk-gubuk. Kami dibagi-bagi berdasarkan bahasa yang kami gunakan. Ini semua dilakukan karena nantinya kami harus menonton video tentang perang vietnam dan juga tentunya sejarah Cu Chi Tunnel ini beserta penjelasan singkat dari pemandu. Bahasa pengantar untuk video tersebut berbeda-beda. Buat yang tidak doyan sejarah, pasti akan merasa bosan. Tetapi buat saya, ini sangat menyenangkan!

melewati lorong ini dulu sebelum cek tiket masuk
melewati lorong ini dulu sebelum cek tiket masuk
petugas sobek tiket
petugas sobek tiket
masih harus ngelewatin lorong lagi.  Sorry for blurry pic
masih harus ngelewatin lorong lagi.
Sorry for blurry pic
Dari luar gubuknya kayaknya cuma seipet.  Tapi di dalam ternyata luas banget.
Dari luar gubuknya kayaknya cuma seipet.
Tapi di dalam ternyata luas banget.
duduk manis, menunggu video diputar.
Menunggu video diputar. Berasa sedang ikut rapat desa.

Seperti apa petualangan disana? Tunggu tulisan saya berikutnya ya..

To be continued…….

Advertisements

10 Comments Add yours

  1. nopan says:

    bagi saya, bus vietnam emang imut. waktu perjalanan dalat-muine, mau nekuk kaki aja susah. jarak antar kursinya lebih sempit dari metromini

    1. ayuavenue says:

      Tapi ada kok bus yg gede kalo untuk perjalanan jauh. Bagus lagi busnya. Mungkin karena murah jadi ya gtu. Imut dan sederhana

      1. nopan says:

        iya, yg bus HCMC-dalat saya dapat bus yg ada penyangga kepala n lebar. mungkin bus disana juga berdasar harga juga. hahaha

      2. ayuavenue says:

        pastinyaa… ada harga ada rupa

  2. ch1k03 says:

    Jadi nostalgia niih mbak.. Kangen Ho chi Minh dan pernak pernik yang lucu disana

    1. ayuavenue says:

      berangkaaaat. hahahaa

      1. ch1k03 says:

        Huaduuuh ra iso mbak, terjadi perubahan 180 derajat di jadwal liburan sayah 😦

      2. ayuavenue says:

        hahahaha… kan dah liburan keliling indonesia ^^

      3. ch1k03 says:

        Nti akuu cerita yakkss. Ada kejutan luar biasa di tahun ini πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s