Ayu Galuh Anggraini

Saat lonceng raksasa itu berdentang kencang di Bosingak

In Seoul - Korea, WOW Korea Supporter Indonesia on February 7, 2014 at 3:47 pm

Lokasi hostel tempat saya menginap yang berada di pusat kota Seoul, memudahkan saya untuk loncat kesana kemari. Tidak butuh waktu lama untuk berkeliaran menjelajahi istana, museum dan aneka lokasi wisata belanja. Musim gugur yang lalu, setelah saya meletakkan barang bawaan saya di hostel, saya langsung melangkahkan kaki ke wilayah Insadong untuk cuci mata dan juga untuk reservasi shuttle ke Namiseom. Tidak jauh dari lokasi saya berdiri, yaitu di exit 3 Jonggak station ada sebuah bangunan yang bersejarah. Setiap harinya diselenggarakan sebuah upacara khusus di bangunan tesebut. Segera saja saya menuju kesana untuk melihat upacara tersebut.

Tentang Bosingak (보신각터)

Pada jaman dinasti Joseon, ada empat gerbang utama yang merupakan gerbang masuk kota Seoul. Setiap harinya, orang-orang pada masa itu hanya bisa masuk ke Seoul pada rentang waktu tertentu. Bosingak merupakan bangunan (paviliun) lonceng yang besar yang terletak di wilayah Jongno. Nama Jongno sendiri berarti jalan lonceng, karena ada Bosingak disana. Dahulu, lonceng raksasa ini akan dibunyikan 33 kali pada dini hari jam 4 pagi sebagai tanda bagi empat gerbang tersebut untuk dibuka. Sedangkan pada malam harinya, lonceng raksasa ini akan dibunyikan sebanyak 28 kali pada jam 10 malam sebagai tanda gerbang harus ditutup.

Lonceng raksasa ini dibuat pada tahun 1396 dan sejarah mencatat bahwa lonceng ini beberapa kali rusak karena perang ataupun meleleh karena peristiwa kebakaran. Kemudian pada tahun 1468, lonceng tersebut dibuat kembali dan tetap terpelihara hingga saat ini. Tetapi bukanlah lonceng yang sekarang bisa kita lihat di Jongno loh. Lonceng yang asli disimpan di Musium Nasional Korea sedangkan lonceng yang menggantikannya dibuat pada tahun 1985 dengan dana dari publik. Sementara bangunan paviliunnya dibangun oleh Pemerintah Seoul pada tahun 1979.

Mari bunyikan loncengnya!

Tak banyak turis yang datang ke upacara ini, karena memang skalanya lebih kecil dibandingkan upacara pergantian pengawal di Gyeongbokgung. Selain itu, kita harus menyeberang 2x untuk bisa sampai ke lokasi karena letaknya di tengah-tengah jalan. Saya sempat ragu apakah boleh saya mengikuti upacaranya, karena sepertinya saat itu ada kelompok dengan seragam khusus yang sudah berbaris rapi. Tidak lama kemudian iring-iringan pemain musik istana dan juga pengawal memasuki area upacara. Saya langsung merinding.

Bangunan Bosingak (yang akhirnya berhasil difoto)

Bangunan Bosingak (yang akhirnya berhasil difoto)

Ada kejadian aneh pada saat itu. Kamera saya mendadak macet total setiap saya akan memoret bangunan Bosingak. Tapi kembali normal saat saya coba memotret obyek lain. Sekitar 3 kali begitu. Akhirnya, saya menyerah dan hanya memotret para pengawal yang berjaga di depan bangunan. Setelah saya melakukan suatu hal, akhirnya kamera saya kembali normal. Alhamdulillah… (padahal sudah keringet dingin plus merinding).

Para pengawal yang berjaga sebelum upacara dimulai

Para pengawal yang berjaga sebelum upacara dimulai

Para pemusik kerajaan yang berjajar di dalam Bosingak

Para pemusik kerajaan yang berjajar di dalam Bosingak

Melihat saya dan Shitta yang seperti turis yang kece (abaikan), salah seorang bapak dengan rompi hijau lemon menyuruh saya untuk masuk ke rombongan. Saya menolak, karena takut nanti diusir. Akhirnya saya ditarik-tarik supaya masuk. Akhirnya benar saja, saya dihadang pengawal. Saya pun mundur lagi. Tapi si bapak gak menyerah, saya disuruh berdiri di depan pengawal. Eh, gak lama, pengawal-pengawal itu menyuruh saya masuk. Rupanya karena bangunan tersebut sudah berumur, jadi pengunjung dibatasi dan juga tidak bisa masuk sekaligus.

Setelah memasuki bangunan, saya kemudian digiring ke lantai atas tempat lonceng raksasa itu berada. Wow! Rasanya saya seperti orang paling beruntung sedunia bisa menyaksikan dari dekat upacara ini. Semua pengunjung mengitari lonceng. Kemudian saya juga melihat ada dua orang pejabat kerajaan. Seorang pemandu menjelaskan tentang lonceng ini dalam bahasa Korea. Saya cuma manggut-manggut saja. Rupanya bapak tadi memperhatikan saya yang sibuk jepret sana sini tanpa arah yang jelas. Akhirnya dia menjelaskan apa yang disampaikan oleh pemandu tersebut dengan bahasa Inggris seadanya.

touching the bell before ceremony

touching the bell before ceremony

Kemudian saya dengar perintah dari si pemandu, dan semua yang ada disana langsung berebut memegang lonceng itu. Saya bingung awalnya. Lalu bapak yang baik hati itu menjelaskan, dan meminta saya mengikuti saja yang dilakukan orang-orang dan nanti baru tahu maksudnya. Akhirnya ketika pemandu kembali mengeluarkan perintah, saya ikutan lari juga. Ha ha… Jadi gak ada fotonya yah. Masa saya lari sambil foto-foto (saya agak alergi selfie juga sih).

Tibalah saat yang dinanti. Pengawal-pengawal pun berubah posisinya. Beberapa pengunjung juga sudah memakai sarung tangan dan bersiap pada posisinya. Lalu suara lonceng pun bergema. Saya mengamati ekspresi beberapa orang yang terdiam kemudian menutup mata mereka, seakan begitu menikmatinya. Termasuk salah seorang pejabat kerajaan itu. Lonceng dibunyikan tepat jam 12 siang dengan 12 kali dentangan. Untuk bisa memukul lonceng ini baik orang Korea maupun turis harus melakukan registrasi terlebih dahulu. Selengkapnya ada di website KTO.

you can participate this

Bisa ikutan mukul loncengnya, tapi harus daftar dulu (khusus hari Selasa)

Menikmati suara lonceng

Menikmati suara lonceng

Setelah itu pemandu meminta semua memegang lonceng raksasa itu lagi. Saya juga ikutan dong, dan rasanya hangat serta getarannya masih terus terasa. Rupanya itu maksud dari “before and after touching the bell” thingy. Nah setelah itu diberikan kesempatan bagi para pengunjung untuk berfoto dengan lonceng legendaris itu. Saya yang mau turun, ditarik-tarik lagi oleh si bapak tadi untuk berfoto dengan lonceng dan juga teman-temannya. Sampai-sampai saya kena damprat petugas gara-gara kelamaan jadi model dadakan disana.

haaiiiii!!!!

haaiiiii!!!!

Bosingak di tahun baru

Khusus perayaan tahun baru, lonceng akan dibunyikan sebanyak 33 kali seperti masa kerajaan Joseon. Semua orang dari seluruh penjuru Seoul berkumpul disini untuk menyaksikan upacara dan juga setelahnya baru ada pertunjukan kembang api yang menghiasi langit Seoul. Berhubung tempat ini akan amat sangat padat sekali, maka jalan menuju Bosingak akan ditutup termasuk jalan Jongno, Cheonggye, Euljiro, Cheonggye square serta perempatan antara City Hall dan Jongno Ward Office antara jam 10 malam hingga jam 1.30 dini hari. Selain itu, Seoul Subway Line 1 tidak berhenti di stasiun Jonggak.

Tertarik kesini? Tinggal naik Seoul Subway Line 1 dan stop di Jonggak Station exit 3 atau 4. Jika ingin mengikuti upacaranya, datanglah sekitar jam 11.30 siang ya.

Happy traveling!

  1. pengalamannya menarik juga ^^
    lokasi hostelnya dimana tuhh?

  2. wuahh… bagus banget lokasinya….. bisa di coba tuhh klo ke sana….. ntar dehh insya Allah pengen ngerasain autumn di sana ^^

    • Iya bagus lokasinya tapi tempatnya gak bagus2 banget. Selama aku bisa tidur nyaman, kamar rapi, kamar mandi ada sih no problemo. hehehe.
      Soalnya semua tinggal jalan kaki deket banget dari hostel itu.

  3. ceritanya menarik… ^____^

  4. Mba di jonggak apa nama hostel nya? Murah tak? Sy awal mei mau ke korea.
    Tks

    • hostelnya murah. Tapi mgkin tidak semua org cocok. Seoul hostel centre namanya.

      • Iya mba aku cek website nya. Lagi coba booking… kan buat tidur doank.. hihi minimum service minimum price.. btw ada heater nya kan ya mba? Informasi di web ini bergunaa bangettt.. seneng bisa mampir kesini🙂

      • yup… tapi gratis nasi dan juga bs pake mesin cucinya gratis. lokasi sangaaat strategis. hehehe…
        air panas untuk minum ada di dapur tp gak ada kompor. Kamar ada pemanasnya klo winter. Autumn gak dinyalain pemanasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: