Ayu Galuh Anggraini

Ketika saya jatuh cinta pada Kawah Putih

In Jalan-jalan, Jawa Barat, Jelajah Negeri on January 4, 2014 at 11:39 am

Kebacut rasanya kalau saya tidak jalan-jalan menjelajahi negeri sendiri yang indahnya tiada dua. Pilihan kami berdua (saya dan suami donk!) adalah Kawah Putih yang terkenal sebagai lokasi foto pre wedding, dan juga shooting MV dan juga film. Lokasinya juga mudah dijangkau dengan rute yang tidak njelimet dan memusingkan. Bisa ditempuh dengan segala macam jenis kendaraan. Tentu saja tips umumnya adalah hindari weekend, hari libur nasional, hari libur anak sekolah dan juga hari kecepit nasional alias cuti bersama. Bisa dipastikan anda akan terjebak kemacetan.

Setelah menempuh perjalanan yang entahlah berapa jam karena saya tidur pules, sampailah kami berdua di warung bubur ayam sekitar ciwidey. Ada banyak villa dan juga resto berupa saung-saung dan juga wisata petik buah  strawberry. Demi mengisi perut yang lapar, semangkuk bubur ayam panas bertabur hati dan ampela ayam serta dua gelas es kelapa muda licin tandas. Cuaca mendung disertai gerimis nanggung.

Biaya masuknya adalah….

Untuk sampai di kawahnya, kita berdua harus membayar IDR 180.000. Dengan rincian IDR15.000 untuk biaya masuk per orang dan IDR150.000 untuk biaya parkir di atas karena kita pake mobil sendiri. Jika tidak ada uang cash, bisa menggunakan kartu kredit (VISA). Dari lokasi pembelian tiket kira-kira kita masih harus menempuh jarak 5km lagi dengan kondisi jalan sempit berkelok-kelok. Disediakan juga angkutan umum untuk naik keatas. Sayangnya biayanya saya tidak tahu, karena lupa mau tanya. Maaf ya…

segala macam tarif untuk segala macam kepetingan di Kawah Putih

segala macam tarif untuk segala macam kepetingan di Kawah Putih

Jalan yang harus ditempuh sebelum mencapai area parkir di kawah putih. Petuga berpesan harus hati-hati, tapi angkot disana sungguh edan ngepotnya.

Jalan yang harus ditempuh sebelum mencapai area parkir di kawah putih. Petuga berpesan harus hati-hati, tapi angkot disana sungguh edan ngepotnya.

Ternyata, area parkir di dekat lokasi kawah tidak terlalu besar. Jadi mungkin dikasih harga mahal supaya tidak terlalu banyak yang parkir di atas, selain juga untuk menjaga alam sekitar supaya tingkat polusinya tidak tinggi. Setelah parkir saya mampir dulu ke kamar kecil. Buat perempuan, kamar mandinya tidak nyaman karena gelap dan juga berbau kurang sedap. Padahal kena tarif juga 2000 rupiah.

the parking lot

the parking lot

Sedia payung dan pakai masker

Disana sudah ada orang yang menyewakan payung dan juga menjual masker. Lagi-lagi saya tidak tanya harganya berapa karena saya sudah bawa payung dan ada masker di tas kamera saya. Suhu udara di kawah putih berkisar antara 8-22 derajat celcius, sehingga untuk pengunjung yang tidak tahan dingin, saya sarankan untuk membawa baju hangat (sweater, syal, atau jaket). Masker ini berfungsi untuk melindungi paru-paru kita dari asap belerang. Petugas pun mengingatkan bahwa demi kesehatan, kita hanya punya waktu 15 menit saja di pusat kawah dan jika sudah mulai sesak, mual dan pusing tandanya kita sudah terlalu banyak menghirup asap beracun dari belerang itu. Lekaslah tinggalkan lokasi kalau tidak mau jatuh pingsan dan nyawa melayang. Ini serius loh!

Legenda kawah putih

Biasakan jika berkunjung ke suatu lokasi, cari tahu tentang apa dan bagaimana lokasi itu. Nah, seringkali papan info yang dipasang diabaikan oleh pengunjung. Nah, biar semua pembaca blog ini tahu, saya salinkan info yang dipasang di dekat tangga turun ke kawah putih oleh pihak Perhutani. Begini ceritanya…

Gunung Patuha oleh masyarakat Ciwidey dianggap sebagai gunung yang tertua. Namun Patuha konon berasal dari kata Pak Tua (sepuh), sehingga masyarakat setempat seringkali menyebutnya dengan nama Gunung Sepuh. Lebih dari seabad yang lalu, puncak Gunung Patuha dianggap angker oleh masyarakat setempat sehingga tak seorangpun berani menginjaknya. Oleh karena itu, keberadaan dan keindahannya pada saat tersebut tidak sempat diketahui orang.

Atas dasar beberapa keterangan, Gunung Patuha pernah meletus pada abad X sehingga menyebabkan adanya kawah (crater) yang mengeringkan di sebelah puncak bagian barat. Kemudian pada abad XII kawah di sebelah kirinya meletus pula, yang kemudian membentuk danau yang indah. Tahun 1837, seorang Belanda peranakan jerman bernama Dr. Franz Wilhelm Junghuhn (1809-1864) mengadakan perjalanan ke daerah Bandung Selatan. Ketika sampai di kawasan tersebut, Junghuhn merasakan suasana yang sangat sunyi dan sepi, tak seekor binatangpun yang melintasi daerah itu. Dari sinilah awal mula berdirinya pabrik belerang Kawah Putih dengan sebutan di jaman Belanda “Zwavel Ontgining Kawah Putih”. Pada jaman Jepang, usaha pabrik ini dilanjutkan dengan menggunakan nama “Kawah Putih Kenzanka Yokoya Ciwidey”, dan langsung berada di bawah pengawasan militer.

Goa Belanda. Jangan berdiri terlalu lama didepannya

Goa Belanda. Jangan berdiri terlalu lama didepannya

Cerita dan misteri tentang Kawah Putih terus berkembang dari satu generasi ke generasi berikutnya. Hingga kini mereka masih percaya bahwa Kawah Putih merupakan tempat berkumpulnya para roh leluhur. Bahkan menurut kuncen Abah Karna yang sekarang berumur kurang lebih 105 tahun dan bertempat tinggal di Kampung Pasir Hoe, Desa Sugih Mukti; di Kawah Putih terdapat makam para leluhur, diantaranya: Eyang Jaga Satru, Eyang Rangsa Sadana, Eyang Camat, Eyang Ngabai, Eyang Barabak, Eyang Baskom, dan Eyang Jambrong. Salah satu puncak Gunung Patuha, Puncak Kapuk, dipercaya sebagai tempat rapat para leluhur yang dipimpin oleh Eyang Jaga Setru. Di tempat ini masyarakat sesekali melihat (secara gaib) sekumpulan domba berwarna putih (domba lukutan) yang dipercaya sebagai penjelmaan dari para leluhur.

Asiknya foto-foto

Ada dua tangga berundak yang berlawanan arus. Sesekali beberapa pengunjung yang sudah berumur harus terhenti langkahnya untuk mengambil nafas dan mengatur detak jantung yang tidak beraturan. Dari kejauhan saya langsung sumringah melihat pemandangan yang begitu indah, meskipun jujur bau belerang sedikit menusuk hidung. Sesampainya di bawah rupanya sudah banyak foto model dadakan yang sibuk mencari angle terbaiknya. Saya langsung nodong suami untuk jadi fotografer.

crowded

crowded

Jalan menuju hutan cantigi

Jalan menuju hutan cantigi

Jangan buang sampah sembarangan

Jangan buang sampah sembarangan

Ambil foto sana-sini, dari kanan dan kiri, lalu pindah lokasi. Mulai dari pose berdiri hingga duduk bersila. Dari muka tersenyum sampai merengut dan pose hanya andalan saya yang hanya tampak punggung. Sejelek apapun dandananmu dan juga biarpun mukamu lusuh karena tak mandi dua hari misalnya, akan tetap elok disini. Ya, tempat ini memiliki aura luar biasa indah. Kalau saja danau itu berisi air dan bukan belerang mungkin semua orang berebut untuk turun beramai-ramai. Saya jadi paham kenapa banyak foto pre wedding mengambil lokasi disini, atau video klip, atau film garapan anak negeri. Karena indah. titik.

Berfoto rame-rame, selfie atau bersama pasangan. Ada juga jasa foto langsung jadi cuma IDR 10.000

Berfoto rame-rame, selfie atau bersama pasangan. Ada juga jasa foto langsung jadi cuma IDR 10.000

jangan ditanya berapa banyak saya jeprat jepret. hahaha... banyak banget

jangan ditanya berapa banyak saya jeprat jepret. hahaha… banyak banget

Hubby and Kawah Putih sign

Hubby and Kawah Putih sign

Sebelum nafas saya mulai berat, saya memutuskan untuk pamit pada kawah ini. Semoga tetap lestari dan tetap tenang menjaga keindahannya. Terima kasih telah membuat saya jatuh cinta sekali lagi. Jatuh cinta pada kekayaan alam negeri saya sendiri.

Happy traveling!

  1. Waaah sudah ada tulisan Kawah putihnya, kayak amsterdam ae. Aku dulu kesini jaman dahulu kala & nggak terlalu rame. Tapi bener, angkotnya edan2an dan banyak anak muda yang gelantungan. Nyawa kok murah.

  2. Terimakasih infonya gan … http://bit.ly/JX4yD3

  3. Eh, om wawan bo tak🙂
    Terakhir ke kawah putih pas kuliah naek motor, dulu aja udah rame apalagi sekarang. Bisa sekalian mandi air panas juga di deketnya kawah putih, cibolang namanya, atau kemping di ranca upas.

  4. kalo bawa anak-anak aman ga ya mbak?

    • Kalau anak masih terlalu kecil lebih baik tidak dibawa terlalu dekat ke kawah dan tetap dipakaikan masker. Jika anak sudah mengeluh pusing, mual dan sesak nafas segera dibawa menjauh dr kawah.
      Ketahanan setiap org berbeda2. Tetapi menghirup udara yg mengandung belerang juga tidak baik termasuk untuk org dewasa. ^^~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: