Ayu Galuh Anggraini

같이 가요 우리…

In Jalan-jalan, Random Things of Me, Seoul - Korea on December 15, 2013 at 12:49 pm

Warning: I am using Indonesian slang words in this story, so maybe you will find some difficulties in Google translating it.

Saya bukanlah seorang yang jago ngomong (apalagi baca) bahasa dan tulisan Korea. Tetapi thanks to Korean Drama, saya jadi ngerti dikit-dikit dan bisa ngomong (dikit-dikit juga) bahasa Korea biarpun amburadul dan acak adut susuna tata bahasanya. Kalo kamu sama ngga bisa-nya dengan saya, nih saya kasih tau arti dari judul tulisan ini ya. Kalau dibaca, tulisan diatas itu dibaca “gatchi-gay0 uri”  yang kalau diartikan ke bahasa Indonesia ya mungkin sama seperti “kita pergi bareng-bareng” (hasil kursus singkat jam setengah 10 malam oleh neng Sitta yang sudah master bahasa korea-nya).

Ini tulisan ngomongin apa sih? Well, ini cerita waktu saya traveling (lagi) ke Seoul belum lama ini. Nah ceritanya saya pagi-pagi sudah nangkring cantik di Insadong sambil cari-cari kantor Naminara Republic’s Seoul embassy  untuk booking shuttle bus ke Nami Island. Sampai di Insadong eh malah kebingungan cari dimana sih kantor Naminara itu. Saya lalu duduk manis di bangku batu, lalu membuka peta Insadong yang saya dapatkan dari Tourist Information Centre (TIC) yang letaknya tidak jauh dari lokasi saya duduk.

Nah, ketika saya membuka-buka peta yang lebarnya dua kali lipat badan saya ini, saya tidak sengaja menoleh ke arah kanan dan melihat ada dua orang laki-laki berseragam biru yang sedang berjalan serempak dengan gagahnya. Saya cuma bilang ke teman saya, “eh.. itu loh ada polisi wisata Korea yang baru” (yang bener sih Tourist Police). Lalu saya kembali berkutat dengan peta yang semakin membingungkan.

Tiba-tiba saya dikejutkan dengan suara “Can I help you?”. Jreeeenggg!!!! Seperti iklan di TV, saya menoleh ke belakang dengan gerakan slow motion (oke ini lebay) lalu bengong sekitar 30 detik sebelum jawab “yes, I do“. Kebayang suami baca tulisan ini dan daku dilirik tajam, setajam syilettt. Ternyata yang menyapa saya adalah dua pak polisi (unyu) yang baru saja saya gosipin. Oke, penasaran? Baiklah saya akan mencoba mendeskripsikan dua mahluk Tuhan yang mendatangi saya hari itu. Mereka itu tinggi-tinggi dengan badan yang tegap dan berisi. Pake seragam biru dongker. Trus tampang-nya good looking banget.

Nah, kemudian saya bilang kalo saya lagi nyari Naminara Embassy. Ternyata duo tourist police ini bingung, lalu berdebat satu sama lain. Lalu saya bilang ke mereka dengan menyebut Nami Island, dan mereka masih ngga ngerti juga. Pfftttt!!! Final nih yee, begitu saya bilang Namiseom, langsung pada cerah mukanya. Rupanya kata-kata Namiseom lebih efektif dari dua julukan sebelumnya. Ternyata mereka ngga tau juga lokasinya. HAHAHAHAHA!

Akhirnya, saya dan sita (ini teman yang ikutan trip dan masih terharu akhirnya bisa ke Korea juga) dikawal menuju ke TIC. Pak pol yang satu bilang kalo dia minta maaf karena dia ngga terlalu bisa bahasa Inggris sebab dia ditugaskan khusus untuk turis Jepang (jadi dia mahirnya bahasa Jepang bo!) dan temennya itu ditugaskan untuk turis dari Cina. Lalu duo pakpol ini ngobrol dengan petugas TIC dan akhirnya petugas TIC bilang ke kita dalam bahasa Inggris menjelaskan lokasi Naminara Embassy itu. Dia bilang kalau mungkin dalam minggu ini shuttle bus ke Nami Island sudah full booked, tapi untuk memastikannya kami harus tetap kesana dan menanyakannya langsung pada petugas disana. Got it!

twitter ayu

Akhirnya saya mengucapkan terima kasih ke duo pakpol yang baik hati itu, dan bersiap untuk jalan ke lokasi yang ditunjukkan petugas TIC. Tiba-tiba kami dipepet lagi oleh duo pakpol itu. Lalu salah satunya bilang “같이 가요 우리…”. Kyaaaaa!!! Saya langsung melted. Ih baek banget yeee, apalagi yang ngomong kece. *kemudian ngebayangin dilirik lagi ama suami kalo dia baca line ini*

Sambil jalan, saya bilang ke pakpol (yang untuk turis Jepang) kalau bahasa Inggris dia not bad, dan dia tersipu-sipu bilang makasih (yang ini suka gayanya waktu malu-malu dipuji. hahahaha…). Karena saat itu Insadong ramai sekali (weekend bo!), kami akhirnya jadi diliatin orang banyak. Singkat cerita, tibalah kami di bangunan yang dimaksud oleh petugas TIC, dan ternyata letaknya di lantai 3. Kirain dianterinnya cuma sampe luar gedung deh, taunya kita dianterin sampe ke atas.

Cari mencari dimana lift-nya, nah salah satu pakpol (yang jago mandarin) bukain pintu lift, mempersilahkan kami masuk duluan dan mencetin tombol-nya. Wuih! Good service sir! Sudah-sudah, gw tau yang baca ini kalo kejadian sama kayak ini pasti langsung pengen pengsan. Ketika sampai di latai 3, pakpol berdua mempersilahkan saya keluar duluan dan masuk ke kantor Naminara. Sampai disana ternyata emang benar, sudah sold out hingga seminggu kedepan. Kecewa deh…

Duo pakpol ikutan sedih, dan karena saya ngerti kalo mereka pengen bantu lagi jadi saya stop, saya bilang “I will find it by myself how to get to Nami using other transportation”. Sampai di bawah, saya bilang kalau saya berterima kasih sudah dibantu dan diantar. Duo pakpol senyum manis dan bilang jika ada keluhan bisa hubungi no telp: 1330.

Sampe di hostel saya senyum-senyum inget kejadian itu trus ngomong ama si Sita kalo saya masih inget-inget waktu dianter kemana-mana ama duo pakpol. trus si Sita nyletuk:

” Jadi mba, mba Ayu suka ama yang mana? Yang pake lipgloss?”

“Haaaah!! Lipgloss????”

Note:

  • Tugas tourist police ini adalah membantu tourist yang tersesat, atau kalau kamu merasa dibohongi oleh toko tempat kamu membeli barang, atau juga misalnya kamu diputer-puterin gak jelas ama supir taxi trus disuruh bayar mahal banget. Kamu bisa mengadu ke tourist police ini atau dial 1330 saat di Korea.
  • Para tourist police ini ditempatkan di area-area utama yang jadi tujuan wisata seperti Myeongdong, Insadong, Itaewon, dan Hongdae.
  • Seperti yang saya sebutkan di atas, mereka ada yang bisa berbahasa Inggris, Jepang dan Mandarin. Jadi tidak usah khawatir terhadap kendala bahasa. Kalo masih susah ngomong, pake bahasa acak adut campur aja dengan bahasa tubuh, Insya Alloh ngerti. ^_^
  • Jangan tanya foto gw ama mereka yee, lupa!!! yang bilang tulisan ini hoax karena gak ada potonya gw jitak.

Happy traveling!

  1. Pak Polisi emang harusnya baik ya, cuma di Indonesia aja polisinya nggak baik dan malah rajin malakin turis-turis. Aku pernah harus ngomong ke polisi jaman berapa tahun yang lalu, via telpon, pakai bahasa bali, karena temenku orang Perancis ditangkap. Buntutnya: ya mohon pengertiannya saja. Minta sogokan!

    • Idealnya gitu, soalnya turis itu kan baik domestik maupun yang mancanegara kan aset jadi harus dibantu, kalau salah ya harus adil. Gak heran deh kalo banyak bule yang mengungkap model-model scam di Indonesia. Miris!

      Bukannya bagus-bagusin Korea mulu, tapi kayak buat turis yang nemuin taxi argonya di mark up bisa lapor trus dapat hadiah. Mereka peduli banget dengan pariwisatanya dari hal yang kecil-kecil juga misal nemuin sign board yang salah, di report bisa dapet hadiah. Buat gw itu keren!

  2. 5 nona cantik. saya ga tau ini blog yg punya sapa dari ke 3 wanita. bisa kah saya di beri info korea saat musim winter. ato saya bisa di kasih CP anda non.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: