Ayu Galuh Anggraini

Kenapa Harus Hanok?

In Seoul - Korea on December 4, 2013 at 1:51 pm

Tulisan ini terinspirasi oleh pertanyaan teman saya yang sangat kritis yaitu Ailsa, yang membaca tulisan saya sebelumnya tentang “15 hal yang harus dicoba saat traveling ke Korea“. Salah satu poin di tulisan itu adalah tentang menginap di Hanok. Sebagai salah seorang “Wow Korea Supporters” yang baik, saya akan mencoba untuk menjelaskan lewat blog ini tentang kenapa menginap di hanok adalah salah satu hal yang wajib dicoba saat traveling ke Korea.

Apa sih hanok itu?

Hanok adalah rumah tradisional Korea. Hanok dibuat dengan aturan khusus yang berprinsip bahwa posisi rumah itu harus selaras dengan alam dan juga harus cocok dengan segala musim, karena Korea adalah negara 4 musim. Prinsip pembangunan hanok disebut sebagai baesanimsu (배산임) yang berarti bahwa rumah yang ideal itu dibangun dengan sebuah gunung di bagian belakang dan sungai di bagian depan dan dengan menggunakan sistem ondol yang digunakan saat musim dingin dengan teras depan yang luas untuk menjaga rumah tetap dingin di musim panas. Jaman dahulu kan belum ada listrik untuk pemanas dan juga AC kalau kepanasan di dalam ruangan.

Hanok dibedakan menurut wilayah, kelas dan juga status sosial. Jadi tidak heran hanok bentuk berbeda-beda. Ada yang rumahnya berbentuk persegi tertutup dengan maksud untuk mempertahankan panas, yaitu di Korea bagian utara yang lebih dingin suhunya. Di pusat, hanok-nya berbentuk “L” dengankan di selatan berbentuk “I” lurus memanjang dan terbuka.

Apa sih ondol itu?

Ini juga yang biasa ditanyakan kepada saya. Ondol adalah sistem pemanas ruangan ala Korea yang terletak di lantai rumah. Pada rumah hanok, panas yang dialirkan berasal dari asap kayu hasil pembakaran di bagian bawah lantai rumah yang terbuat dari batu yang tebal. Rumah modern Korea pun banyak yang menggunakan sistem ondol ini dimana di lantai kamarnya diletakkan alat penghantar panas. Komponen utama dari ondol tradisional adalah tungku atau kompor  yang disebut agungi (아궁이) yang letaknya di sebelah kamar, kemudian lantai batu yang dibentuk memanjang dan berlapis tanah liat hingga ke cerobong asap.

Alasan untuk mencoba menginap atau tinggal hanok

Kalau ditanya kenapa kok harus coba menginap di hanok? Jawabnya mengapa tidak? Setiap negara dan kota memiliki sesuatu yang khas dimana negara atau kota lain tidak memilikinya, salah satunya tentu saja hanok ini. Hanok ini selain dijadikan tempat tinggal juga banyak yang beralih fungsi jadi penginapan. Merawat rumah hanok berbeda dengan merawat rumah biasa yang modern, sehingga tidaklah heran kalau harga-nya pun agak sedikit mahal dibandingkan dengan jenis penginapan lainnya, selain sudah langka tentunya.

Kalau saya punya dana berlebih tentunya saya akan lebih memilih tinggal di hanok dari pada hotel berbintang 5 misalnya, karena hotel ada di mana-mana sedangkan hanok ya cuma ada di Korea saja. Nah, kalau ditanya keistimewaan hanok? Ini dia beberapa alasannya:

1. Pemanfaatan alam

Banyak traveler yang saat musim dingin merasa tersiksa dengan pemanas ruangan yang overheated (saya pernah banget ini, rasanya kayak dipanggang) atau AC yang terlalu dingin saat musim panas yang bikin jadi serba salah. Nah, semuanya itu tidak bakal kejadian di hanok, karena rahasianya terletak pada arsitekturnya seperti yang saya jelaskan di awal tulisan ini. Ada atap yang khusus dirancang sebagai naungan yang teduh saat musim panas. Saat musim dingin, udara hangat dari ondol akan naik ke atas atap sehingga ruangan tidak terlalu panas, sinar matahari yang lebih rendah tetap bisa masuk, dan kalaupun hawa panas dipantulkan lagi oleh udara dingin yang ada di luar hanok, udara hangat yang berasal dari ondol akan tetap berputar di dalam ruangan. Jadi suhu dalam ruangan akan tetap terjaga. Keren ya!

Selain itu hanok juga istimewa karena sistem lantai ganda-nya yaitu ondol dan maru. Ondol yang panas dan maru yang dingin. Maru adalah lantai kayu yang berkualitas bagus dan memiliki pori-pori sehingga memberikan rasa sejuk di musim panas. Saya sih selalu suka dengan rumah tradisional yang berlantai kayu. Cocok untuk Indonesia yang beriklim tropis.

2. Ramah lingkungan

Dengan tinggal di hanok kita akan sedikit merasa bersalah dengan lingkungan karena kita tidak perlu menghambur-hamburkan listrik dengan pemanas lantai modern atau freon yang berbahaya bagi ozon karena AC yang menyala terus menerus. Semua teratasi karena sistem ondol dan juga arsitekturnya sebagaimana di point 1. Selain itu juga karena bahan bangunan hanok semuanya alami, yaitu batu, kayu, tanah liat dan kertas. Berhubung bahannya alami ini hanok memerlukan perawatan yang ekstra. Hanok juga ada yang masuk jadi UNESCO World Heritage loh yaitu di Yangdong Village.

3. Bermanfaat bagi kesehatan

Lantai, dinding dan atap hanok semua dibuat dengan campuran tanah liat. Bukan tanah liat biasa tetapi tanah liat emas (hwangto) atau kadang disebut tanah liat merah. Selain berfungsi untuk pemanas dan pendingin ruangan, tanah liat merah ini konon juga bermanfaat untuk kesehatan yaitu untuk memperlancar proses detoksifikasi dalam tubuh manusia dan memancarkan Far Infrared Rays (FIR). Sehingga tubuh menjadi lebih sehat dan segar jika tidur di hanok. Nah, di Korea sendiri ada banyak produk kecantikan dan kesehatan yang berbahan dasar hwangto ini, mulai dari masker, bantal, hingga hair dryer.

4. Hanji (한지)

Pintu dan jendela hanok dibungkus dengan hanji yaitu kertas tradisional Korea. Berbeda dengan kertas biasa, hanji materialnya lebih solid dan lebih berserat karena terbuat dari kulit pohon mulbery yang dinamakan chomok. Daya tahan hanji ini bisa sampai 1000 tahun loh. Pada hanok, hanji berfungsi sebagai filter udara alami yang membuat udara dalam ruangan tetap bersih dan tingkat kelembabannya tepat. Hanji juga membuat pencahayaan dalam ruangan menjadi nyaman, tapi jangan mengintip ya? >_<

5. Privacy

Hanok itu tidak hanya satu bangunan ya, tetapi ada banyak ruangan. Setiap kamar atau ruangan letaknya terpisah dan ada sekat-sekat dan juga ruangan yang memberi jeda antara kamar satu dan yang lainnya. Sehingga lebih privat. Tinggal di hanok juga lebih tenang karena banyak yang menginap lebih menikmati suasana hanok yang hening dan tenang daripada menonton tv atau mendengar musik yang kencang. Kamar mandi juga letaknya terpisah sehingga jangan khawatir ada bau-bau atau suara yang masuk dan terdengar hingga ke kamar.

Jadi pengen coba kan tinggal di hanok? Sama! Saya juga. ^_^

Happy traveling!

Catatan:

  • Hanok stay info from KTO bisa klik disini
  • Rekomendasi hanok dari KTO bisa dilihat disini
  • Tulisan teman saya Irma tentang penginapan hanok di Seoul bisa mampir disini
  • Keterangan lengkap tentang Far Infrared Rays (FIR) bisa simak disini
  1. setelah membaca tulisan ini saya jadi tambah pengen stay di hanok krn manfaatnya banyak banget untuk kesehatan…. nice posting…. ^^

  2. wowwww terimakasih atas penjelasannya, ternyata panjang. Tapi you got me at UNESCO world heritage lah yaw….

  3. kereeen banget…jadi tambah pengen ginep di hanok ga sabar nunggu bualan april2014

  4. […] prinsip yang tentunya bermanfaat. Detil tentang hanok, bisa dibaca di blog teman saya, Ayu : Kenapa Harus Hanok? yang telah membahasnya secara lebih rinci […]

  5. […] sistem ondol. Apalagi kalo menginap di Hanok, lebih keren lagi. Selain lebih hangat dan juga menginap di hanok itu bikin lebih sehat. Memang biasanya yang bersistem ondol akan lebih mahal karena bayar listriknya pun mahal (ondol […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: