Ayu Galuh Anggraini

Jakarta Japan Matsuri 2013

In Jakarta, sekitarku on September 13, 2013 at 1:53 pm

Berawal dari gak sengaja lihat baliho di seputaran Jalan MH. Thamrin, tentang Jakarta Japan Matsuri 2013 (disingkat JJM aja yah), saya langsung browsing tentang jadwal kegiatannya. Berhubung saya di Jakarta hanya sebentar saja dan dengan jadwal yang super padat sekali (lebay-red), akhirnya saya memutuskan untuk datang ke closing ceremony-nya saja di Monas (itu saja masih 50:50 bisa apa ngga). Akhirnya, dengan naik motor di siang hari yang panasnya seperti neraka bocor, sampailah saya di venue.

buy a ticket first

Saya memang suka hal-hal yang berbau budaya, mau dalam negeri maupun asing. Jadi sayang banget kalau acara seperti ini dilewatkan begitu saja. Walaupun jujur saja, saya kurang terlalu suka keramaian. Tak apalah, jarang-jarang kan. Nah, habis parkir motor di seputaran monas, saya jalan kaki ke area JJM. Ternyata harus beli tiket sebesar IDR 25.000. Begitu masuk, wuiih rame banget. Saya berkeliling sebentar, dan foto-foto dengan para cosplayers yang hilir mudik kesana kemari. Kostumnya unik-unik walaupun kadang saya tidak mengenali mereka pakai kostum tokoh apa. Sukanya kalau lagi bergerombol jadi bisa berfoto dengan banyak cosplayer sekaligus. Ada satu cosplayer yang membawa pedang tambahan, jadi kalau mau foto kita dipinjami pedang itu. Lucu yah. Salut deh sama mereka yang kreatif sekali. Sugoiii

akiba in jakarta

vamp and me

kitty cosplayers

Selain itu, ada banyak stan dari perusahaan Jepang di Indonesia dan juga dari Japan Tourism Office perwakilan Jakarta yang di membagi-bagikan brosur, peta yang berisikan informasi lengkap yang kita butuhkan jika akan melancong ke Jepang. Selain itu mereka juga memfasilitasi bagi warga Jepang di Jakarta yang ingin melakukan video call dengan keluarganya di Jepang. Stan lainnya menawarkan tasting makanan Jepang dan juga aneka games lucu ala Jepang. Ada lomba dance ala AKB48 dan juga berfoto dengan yukata.

Satu hal yang harus kita pelajari dari Jepang adalah masalah kebersihannya. Saya merasakannya sendiri sewaktu menginap di rumah Yuichi Sama dan juga sewaktu jalan-jalan di Tokyo. Betapa kita harus selalu menjaga kebersihan dan harus bisa mengelola sampah kita sendiri. Nah, di acara JJM ini, disediakan tempat sampah yang dipisahkan menjadi empat bagian dan ada penjaganya yang menunjukkan sampah kita itu harus diletakkan di bagian yang mana. Sayangnya masih banyak yang dengan sengaja membuang sampahnya sembarangan dan beberapa area jadi nampak kotor sekali. Duh…

jagalah kebersihan

Gak lama kemudian, arak-arakan mikoshi sudah mulai merapikan diri. Saya langsung cari posisi sebelum keduluan yang lain. Itu pun masih telat, jadi harus usaha ekstra keras biar bisa dapat foto yang lumayan. Barisan pertama adalah anak-anak yang membawa mikoshi, kemudian barisan kedua adalah arak-arakan mikoshi perempuan, lalu disusul oleh para pria yang memanggul mikoshi dengan ukuran yang lebih besar. Barisan paling belakang adalah team perkusi yang anggotanya adalah anak-anak dan mereka naik kereta yang ditarik oleh beberapa orang.

happy kids

carrying mikoshi

percussion team

Setelah mereka lewat, saya pun lapar. Banyak stan makanan Jepang yang ramai antriannya. Kalian bisa coba takoyaki, okonomiyaki, ramen, udon, yakisoba, nasi kari jepang, dorayaki. Stan-stan resto Jepang seperti Hoka-hoka bento, Yoshinoya juga penuh pengunjung. Saya sendiri memilih pesan okonomiyaki dan minum kakigori (es serut Jepang) lalu leyeh-leyeh sambil mendengarkan alunan musik Jazz dari Galaxy Jazz Band. Cuaca yang sedikit mendung ikut mendukung suara musik Jazz yang mendayu-dayu (jadi ngantuk).

the crowd

Saat menjelang maghrib, arak-arakan mikoshi lewat lagi untuk terakhir kalinya karena di sekitar panggung sudah mulai ramai pengunjung yang ingin melihat penampilan idol grup kesayangan mereka yaitu JKT48. Mayoritas sih laki-laki ya so pasti. Saya hanya ikut-ikutan aja, hafal lagunya JKT48 aja ngga. ho ho..

Ternyata sebelum itu ada idol grup dari Akiba yang menyanyikan beberapa lagu. Saya jadi ingat suasana di Tokyo setahun lalu, jalan-jalan di Akiba bareng suami dan juga Yuichi Sama. Ternyata itu juga sebagai perkenalan program acara baru yang tayang di Metro TV dengan judul Kokorono Tomo yang memperkenalkan Jepang.

Setelah JKT48 muncul dan menyanyikan beberapa lagu, saya akhirnya pulang. Sudah gak kuat lagi kalau harus menunggu sampai pesta kembang api. Maklum, tubuhnya makin renta. ha ha.. Akhirnya setelah beberapa tahun batal nonton, tahun ini bisa juga. Alhamdulillah..

さよなら。

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: