Ayu Galuh Anggraini

Tips menghindari “bencana” kala traveling bersama

In My Tips, Random Things of Me on August 22, 2013 at 5:10 pm

Menurut saya traveling itu adalah sebuah kegiatan yang sangat personal. Personal disini artinya bahwa kalau kita mau traveling ya itu karena kita yang mau, bukan karena paksaan atau karena ikut-ikutan. Orang lain juga ngga berhak untuk memaksa kamu untuk ikut acara mereka. Kalau nawarin saja boleh ya, but it’s your choice.

Gaya traveling seseorang berbeda-beda dan tentu saja budget-nya. Ada yang kalau traveling sehemat-hematnya ada yang maunya semewah-mewahnya. Ada yang maunya ala backpacker dan ada yang maunya hanya ikut tour. Beda kan? Itu sebabnya kadang traveling bareng-bareng itu malah menimbulkan masalah dan ujung-ujungnya pada berantem. Akhirnya acara jalan-jalannya kacau dan gak asik. Salah siapa?

Menemukan partner traveling yang oke itu sama seperti menemukan harta karun loh. Dari sekian banyak temanmu, belum tentu ada satu orang pun yang bisa jadi teman yang asik saat traveling. Bisa jadi kamu malah menemukan seorang yang asing yang akhirnya malah jadi partner traveling yang oke. Kenapa begitu? Ya karena perbedaan visi, misi dan lain sebagainya tadi. Bahkan, pasangan kita (suami/istri/pacar) belum tentu jadi partner traveling yang asik.

Ngga usah jauh-jauh ya, contohnya saya. Saya sering berantem dengan suami sewaktu awal-awal menceburkan diri ke dunia backpacker. Berantemnya kadang masalah keinginan, saya pengennya ke site A, sedangkan suami maunya ke site B. Paling seringnya berantem gara-gara saya salah baca peta (yang ini saya akui sebagai kelemahan abadi. hahaha). Itu baru dua orang loh yang traveling, gimana yang lebih rame lagi? Pernah ada teman yang pulang traveling curhat ke saya kalau ngga mau lagi traveling rame-rame karena sampe Indonesia semua ngga bertegur sapa hingga detik saya menulis ini. Malah katanya sih ada yang pulang duluan ke Indonesia gara-gara berantem itu. Sedih gak sih?

Nah, belajar dari pengalaman diri sendiri ini dan orang lain hasil curhatan. Saya coba bagi-bagi tips supaya traveling bareng-barengnya bisa tetap aman, damai, sentosa dan langgeng sampe kakek nenek.

  • Pilih teman travelingmu dengan tepat. Ini penting ya, bukannya kamu diskriminasi loh. Tapi memang ngajak orang yang sudah jelas cranky itu bikin traveling gak asik, atau orang yang emosian, atau yang maunya diperlakukan istimewa kayak tuan putri, atau yang dikit-dikit mewek alias drama queen. Jangan sampai kamu maunya baik hati malah susah sendiri dengan mengajak seseorang yang akan merusak acara liburanmu. Menurut saya orang yang cocok diajak traveling bareng itu orang yang bisa bertanggung jawab dengan dirinya sendiri (minimal) dan juga teman seperjalanannya, adventurous, easy going (gak bikin drama kalo ada yang kurang pas di hati, bisa diajak kompromi).
  • Bagi-bagi tugas. Jangan semuanya dikerjakan sendiri oleh satu orang. Misalnya ada yang bagian bikin itinerary, bagian cari akomodasi, dan lain sebagainya. Semua jadi lebih mudah dan efisien kan?
  • Komunikasi. Ini penting banget nget nget. Tanpa komunikasi yang baik semua akan berantakan. Sedikit salah paham malah jadi bencana nasional (lebay). Begitu tugasmu selesai, konfirmasikan dengan yang lain dan jangan ditunda-tunda. Hari gini komunikasi massal mudah banget kan? Bisa via BBM grup, LINE group, atau bikin private grup di Facebook. Semua pendapat harus ditampung dan dibicarakan baik-baik dan kalau ada masalah dicari jalan keluarnya. Pokoknya jangan sampai sebelum traveling eh malah udah bubar duluan gara-gara berantem.
  • Jangan ada orang ketiga. Kadang diperjalanan kita ketemu/berkenalan dengan sesama traveler. Kemudian dia sok ikut-ikutan mengatur dan merombak rencana yang kalian buat bersama. Kacaunya kalau kamu malah membiarkannya. Stop it! Kalau emang dia mau gabung dengan grup-mu, dia harus ikut aturan dan itinerary yang sudah ada. That’s the rule.
  • Punya plan B. Selalu punya alternatif lain kalau rencana kalian gagal. Contoh, planningnya mengunjungi Pantai A tapi ternyata kalian nyasar ke Pantai D. Banyak kejadian, malah cari pantai A sampai ketemu. Akhirnya malah waktunya habis di jalan dan menyesal dan berantem. Kenapa gak enjoy aja di Pantai D baru keesokan hari-nya ke Pantai A. Ya kan??
  • Ada “Free Day”. Pasti deh kamu punya tempat yang diincer untuk didatengin, atau ada barang yang pengen kamu beli sewaktu lagi traveling. Begitu pula teman kamu. Nah, beri waktu khusus dimana kalian bebas mau kemana saja dengan siapa saja tanpa dibatasi jadwal. Jadi perbedaan keinginan bisa terjembatani.

Buat saya yang paling penting adalah lupakan sejenak ego, karena kalian traveling bareng-bareng dan bukan sendirian. Saat ini saya lebih enjoy traveling rame-rame dan mendapatkan banyak teman baru yang totally stranger akhirnya malah jadi partner traveling yang luar biasa.

my quoteHappy Traveling!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: