Ayu Galuh Anggraini

Winter in Seoul: Mengunjungi perumahan tradisional Korea di kaki bukit Namsan

In Jalan-jalan, Seoul - Korea on April 17, 2013 at 12:16 pm

Hanok adalah rumah tradisional korea. Hanok dibangun berdasarkan prinsip dasar arsitektur korea yang berfokus pada letak rumah itu terhadap lingkungan sekitarnya. Prinsip itu dikenal dengan nama “Baesanimsu” yang artinya bahwa rumah yang ideal adalah rumah yang dibangun dengan latar belakang gunung dan ada sungai di depannya, serta memiliki ondol (sistem pemanas ruangan) untuk menghangatkan ruangan saat musim dingin dan “daechong” yang luas untuk menjaga rumah tetap dingin waktu musim panas.

map of namsan hanok village

Bentuk-bentuk perumahan Hanok ini berbeda-beda,  sesuai dengan wilayahnya. Di bagian utara yang dingin makan perumahannya akan diatur berbentuk persegi, sedangkan di wilayah tengah bentuknya mirip huruf “L”. Wilayah selatan umumnya berbentuk terbuka yaitu “I”. Perumahan hanok juga dibedakan berdasarkan kelas dan status sosial pemiliknya pada masa itu.

Saat ini, rumah-rumah di hanok village di korea dijadikan sebagai museum, cultural centre, restaurant ataupun traditional tea house. Beberapa hanok pun juga disewakan untuk penginapan. Harga sewa kamarnya per malam pun lumayan. Kota Seoul sendiri memiliki beberapa perumahan tradisional korea yang terkenal yaitu Bukchon Hanok Village, Namsan Hanok Village dan Jeonju Hanok Village. Karena saya hanya mengunjungi Namsan hanok village maka saya akan hanya berkisah tentang perkampungan tradisional korea ini.

introduction

Cara ke Namsan Hanok Village

  • Naik Seoul Subway Line 3 atau 4 ke Chungmuro station exit 4.
  • Naik bus no 104, 105, 263, 604 atau 7011. Turun di “Twegye 3 (sam)-ga Hanongmaeul” lalu jalan kaki sekitar 7-10 menit.

Cukup mudah menemukan lokasi tempat ini dengan berjalan kaki. Tinggal mengikuti papan penunjuk jalan saja kok. Begitu masuk lokasinya saya langsung terpesona dengan view-nya. Indah sekali, karena saya bisa melihat namsan tower juga. Taman yang beraliran tradisional dengan salju juga bikin saya sorak-sorak bergembira. Keren! Lokasi tempat ini dahulunya adalah sebuah “summer resort” yang terkenal di era Joseon, dengan julukan “Jeonghakdong” atau tanahnya para peri karena saking indahnya dan memang benar loh.

stunning view of namsan

Ada lima rumah hanok yang terdapat disini. Rumah-rumah hanok tersebut diatur dan ruangan-ruangannya sudah diset sedemikian rupa sehingga diharapkan kita bisa melihat suasana asli dan keadaan rumah tradisional korea pada masa lampau. Kesan saya, rumah hanok itu begitu ramah lingkungan sekali dengan prinsip minimalis dan rapi. Mungkin saya akan betah tinggal disana tetapi jika dalam waktu lama saya lebih cinta rumah model jaman sekarang. Oyah, di area ini juga ditanam “Time Capsule” yang terbuat dari stainless steel, fibreglass, silica gel. Ada kurang lebih sekitar 600 jenis barang yang diletakkan di dalam time capsule tersebut dan kemudian dikubur pada tanggal 29 November 1994. Rencananya time capsule itu akan digali lagi tepat pada peringatan 1.000 tahun kota Seoul yaitu pada tanggal 24 November 2394. Wow!

Biasanya kita bisa melihat peragaan pernikahan tradisional korea disini, setiap jam 1 siang. Selesai acara itu para pengunjung bisa berfoto dengan kedua mempelai. Sayangnya karena masih winter, tidak ada acara yang diadakan. Katanya sih kalau winter, kadang bisa diadakan, kadang tidak. Padahal saya berkunjungnya pas weekend. Dengan harapan bs melihatnya. Wajar sih, cuacanya begitu dingin. Saya hanya melihat ada orang yang bermain gasing ala korea. Mainnya lebih susah dari yang kita pernah mainkan. Jadi untuk mempertahankan supaya gasing tetap berputar, kita harus melecut gasing itu dengan alat yang kita pegang yang bentuknya mirip pecut. Ada juga bermain melempar anak panah ke semacam tabung besi (tuho). Ada juga tempat yang disediakan untuk menulis kertas harapan (karena masih suasana tahun baru cina) dan mengikatnya di tali.

write down your wish

tuho game

gasing ala korea

Namsan hanok village ini terdiri dari sekitar 5 rumah tradisional korea (hanok) yang dimiliki oleh beberapa keluarga dengan kelas dan status sosial yang berbeda. Interior rumah diatur sedemikian rupa untuk memberikan gambaran kepada pengunjung bagaimana keadaan rumah tradisional korea dimasa lampau.

one of many rooms in a hanok

kitchen in hanok

Harus dicatat bagi kita yang akan berkunjung kesana kalau setiap hari selasa, tempat ini tertutup untuk umum. Jika hari selasa adalah hari libur maka keesokan harinya (rabu) tempat ini juga tutup. Pada bulan April hingga Oktober, tempat ini buka dari jam 9 pagi hingga jam 9 malam, sedangkan untuk bulan November hingga maret, tempat ini tutup satu jam lebih cepat, yaitu jam 8 malam. Satu lagi, berkunjung kesini free tiket masuknya! Jadi tunggu apalagi?

Happy traveling!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: