Ayu Galuh Anggraini

Hostel: One Florence Close Singapore

In Hotel and Hostel Review, Singapura on February 21, 2013 at 11:17 am

hostel ini merupakan pilihan pertama saya jika ke singapura. Kenapa? Karena menurut saya:
1. Lokasinya strategis. Hanya jalan sekitar 2-3 menit ke MRT station terdekat (kovan station)
2. Harganya yang terbilang murah
3. Dekat dengan ponggol nasi lemak
4. Hostelnya bersih dengan desain yang minimalis
5. Dekat dengan airport

Sewaktu pertama kali menginap disini, saya khawatir akan susah mencarinya. Jadi karena penerbangan saya malam hari ke singapura, dari changi airport saya naik taxi. Biayanya sekitar SGD 10. Tidak terlalu mahal ternyata, dan supir taxinya mengerti begitu saya sebutkan ponggol nasi lemak (terkenal banget ternyata).
direction Letak rumahnya tepat di sebelah ponggol nasi lemak. Kesan pertama saya, kok rumahnya kecil banget ya? Apa iya nyaman tinggal disini?. Begitu masuk, kunci sudah ditempel di pintu masuk dan disebutkan kamar saya yang mana. Kamarnya homy dan cozy banget, apalagi saya disambut dua kucing raksasa yang lucu. Kali kedua menginap disana, saya diberikan kamar yang lebih besar, dahulunya adalah dua kamar tetapi direnovasi jadi satu kamar yang super besar.

my room

facilities

 

Para kucing yang terusir
Kedua kalinya kesana, kucing-kucing itu sudah tidak ada lagi. Sang house keeper bilang kalau beberapa tamu tidak menyukai kucing, jadi pemilik hostel memutuskan untuk tidak memelihara kucing lagi. Kasian sekali kucingnya. Padahal selama saya menginap disana, mereka tidak pernah ribut, tidak bau, dan tidak pernah masuk ke kamar para tamu hostel. Paling-paling mereka leyeh-leyeh saja di dapur atau di lorong. Komentar saya, sudah tau deh di website-nya kalau hostel ini spesial karena ada kucingnya, tapi kalau tidak suka kucing kenapa booking disana. Mau marah deh rasanya.

poor kitty

Nasi lemak enak
Tepat di seberang hostel, ada pusat jajanan yang selalu ramai. Ada banyak aneka macam makanan. Karena saya tidak tahu kehalalannya jadi saya memilih nasi lemak. Lauknya tinggal pilih sendiri dan harganya sesuai dengan lauk yang kamu pilih. Menu saya biasanya nasi lemak, tumis buncis, ikan teri dan telur ceplok. Biasanya sekitar SGD 2-3. Murah dan enak. Tapi untuk bisa menikmati nasi lemak ini harus antri, apalagi pada malam hari (sewaktu baru buka) antrian bisa panjang sekali. Nah disebelah food court ini ada 711. Jadi tidak usah bingung cari cemilan. He he..

ponggol nasi lemak

satu kekurangan dari hostel ini adalah kamar mandinya. Dibedakan sih memang antara bilik toilet dan bilik mandi, tetapi jika hostel penuh, maka antrian mandi jadi lumayan panjang. Shower room-nya agak susah ditutupnya (kalau belum terbiasa), dan toiletnya agak kurang bersih (maklum sih, house keepernya cuma satu dan sudah pulang kalau sore). Saya sih tidak terlalu masalah, tetapi kadang ada juga tamu yang mengomel.

Nilai: 7/10

Happy traveling!

  1. harga penginapannya berapa ya sist??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: