Ayu Galuh Anggraini

Backpackeran ke Tokyo: My last day (part 1)

In Jalan-jalan, Tokyo on September 18, 2012 at 11:51 am

Hari terakhir di tokyo. Berat rasanya untuk mengakhiri episode perjalanan saya dan suami kali ini. Tetapi saya benar-benar menikmati dan mensyukuri kesempatan yang Alloh berikan kepada saya. Kemudahan-kemudahan yang saya dapatkan mulai dari persiapan hingga di sampai di Tokyo. Tetapi yang paling saya syukuri adalah saya bisa mendapatkan teman, saudara dan sekaligus host yg luar biasa baiknya membuat saya sedih harus berpisah tanpa tahu kapan bisa bertemu lagi.

Pagi itu saya bangun sedikit siang. Tenggorokan saya gatal  luar biasa dan agak sedikit demam. Yuichi khawatir dan membuatkan saya air hangat yang dicampur madu, begitupula untuk suami. Yuichi bersiap sdh dengan busana kerja, karena setelah mengantar saya ke odaiba, beliau akan langsung ke kantor dan saya ke airport atau saya dan suami jalan-jalan ke ginza.

Kami bertiga berjalan kaki menyusuri taman di seberang apartemen yuichi untuk menuju subway station terdekat. Taman mulai ramai orang yang sedang berolah raga, mengajak jalan anak-anaknya ataupun anjingnya, atau sekedar duduk-duduk menikmati udara pagi sambil berbincang dengan pasangan. Tampak dari taman sebuah jembatan yang entah apa namanya dan tidak jauh dari sana ada deretan pohon-pohon sakura yang sedang mekar. Warna sakuranya lebih cerah dari yang biasanya, karena sakura tersebut bukan berasal dari Tokyo.

in a park.jpg

sakura line from taiwan.jpg

Untuk menuju odaiba kami menggunakan kereta khusus tanpa masinis. Saya memilih untuk berdiri di dekat moncong kereta supaya bebas melihat pemandangan. Saya sempat membeli cemilan, kue yang terbuat dari ubi manis. Rasanya manis dan gurih, teksturnya sangat lembut. Sesuai dengan harganya sekitar 15 ribu rupiah. Walaupun kecil tapi cukup mengenyangkan loh.

sweet potato cake

 

Statue of Liberty Odaiba

Setelah sampai di odaiba, tujuan pertama adalah berfoto di depan replika patung liberty-nya amrik. Tidak bisa aslinya, versi mini-nya juga boleh. Ha ha. Patung ini bukanlah satu-satunya di Jepang. Patung ini berasal dari Perancis dan dipamerkan di Odaiba pada tahun 1998 hingga 1999. Karena sangat populer maka didirikanlah patung ini secara permanen di Odaiba

automatic train.jpg

liberty statue of odaiba.jpg

Aqua City Odaiba dan Restaurant Indonesia

Setelah itu, yuichi mengajak kami masuk ke dalam mall di odaiba, yang bernama Aqua City Odaiba. Tempat ini merupakan pusat perbelanjaan dan juga wisata kuliner. Kami makan siang di sebuah resto bernama “Surabaya”. Yup, dari namanya saja sudah tau dong kalau itu adalah restoran asli indonesia. Menu saya adalah kari ayam, sedangkan yuichi memilih sambal goreng udang. Sedangkan suami memilih gulai daging. Jujur saja, tidak terlalu banyak pilihan menunya. Tapi tidak apa karena sudah kelaparan.

aqua city odaiba.jpg
Rasanya lumayan enak, hanya saja masakan indonesia dimakan dengan nasi jepang kok rasanya aneh ya. Seperti makan lauk dengan ketan. Menurut saya, yang juara adalah ice cream kelapanya. Rasanya uenaaak tenan. Harga makanannya standar lah. Tidak terlalu mahal untuk ukuran paket dan untuk menu impor. Bertiga kira2 habis 300 ribu rupiah. Kenyaang.

makan siang di resto surabaya

coconut ice cream

 

Fuji TV

Yuichi lalu mengajak kami ke Fuji TV. Biaya masuk per org adalah sekitar 100rb rupiah. Kami harus naik eskalator super tinggi dan diatas kami harus antri lagi untuk naik lift ke observation area-nya. Angin kencang super dingin pun menyerang. Pipi saya rasanya seperti ditampar-tampar, memerah dan sedikit perih. Saya sampai harus melompat-lompat kesana kemari untuk menaikkan suhu tubuh.

yuichi, my hubby and fuji tv.jpg

Kemudian tiba giliran kami naik. Sesampainya diatas kami masuk ke sebuah ruangan yang sekelilingnya berdinding kaca. Banyak sekali pengunjung di dalam yang didominasi anak sekolah, dan remaja. Yuichi bilang, biasanya kalau weekend akan ada siaran tv langsung disana. Memang disana ada panggung khusus. Sayangnya saya berkunjung saat weekdays. Icon dari Fuji TV ini sebuah figur mirip snoopy berwarna biru. Dari observasion area itu kita bisa melihat Rainbow Bridge yang indah saat malam hari dan juga Tokyo Tower.

fuji tv for tourist area

the view

after tsunami

Jam di tangan menunjukkan pukul 2 siang. Saatnya yuichi harus bergegas berangkat kerja. Kami bertiga mengakhiri kunjungan ke odaiba dan naik kereta Disana yuichi memberikan arahan-arahan supaya kami tidak tersesat dan bisa sampai ke Airport tepat waktu.

Sayonara Yuichi Sama

Tidak ada kata2 yg bisa mewakili rasa terima kasih saya yg besar buat yuichi sama yg sudah meluangkan waktu, tenaga, membuka lebar pintu rumahnya buat sya dan suami. Domo arigato gozaimasu. Saya membungkuk menghormat. Seperti punya saudara baru, seperti punya kakak baru. Saya dan suami melambaikan tangan dan memandangi sosok yuichi yg menjauh dan menghilang. Alhamdulillah.. Terima kasih Tuhan, terima kasih yuichi.

(bersambung)

  1. thank you for staying tokyo. it was nice weekend.

  2. Ayu, itu eskalator super tinggi, setinggi apa? Lebih tinggi dari yang di Senayan City?

  3. wahh es krim kelapa memang menggoda sekali ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: