Ayu Galuh Anggraini

Backpackeran ke Tokyo: Shibuya Crossing dan Patung Hachiko

In Jalan-jalan, Tokyo on September 5, 2012 at 11:02 am

Manusia menyemut berlalu lalang. Saat itu cuaca Tokyo sedang hujan. Seorang gadis memakai sepatu merah nampak berdiri mematung. Bajunya basah oleh air hujan. Rambutnya yang panjang sedikit menutupi mukanya. Semua tidak peduli pada perempuan itu. Tidak ada yang aneh. Kemudian, seorang laki-laki setengah baya, memakai long coat berwarna cokelat muda melewatinya. Perempuan itu menoleh. Laki-laki itu memandang dengan tatapan aneh kepada si perempuan. Tiba-tiba perempuan itu membuka mulutnya dan langsung menerkam laki-laki itu. Badan laki-laki itu jatuh menghantam aspal jalan. T Virus kembali menyebar. Semua manusia menjadi zombie (lagi).

Masih ingat adegan tersebut? Yup. Itu adalah salah satu adegan di film Resident Evil After life yang mengambil tempat di Shibuya Crossing. Salah satu tempat yang sering juga dijadikan lokasi syuting video klip juga oleh artis Indonesia. Selain itu di wilayah ini juga ada patung hachiko, sang anjing yang setia. Masih ingat juga kan si aktor ganteng Richard Gere yang menjadi tuan dari hachiko. Ikuti terus ceritanya yah….

Cara menuju kesana
Jalan kaki sekitar 3 menit dari Shibuya Subway Station dari Ginza/Hozomon Line Hachiko Exit.

Pertama sampai di Stasiun Shibuya. Saya langsung berjalan setengah berlari ingin cepat-cepat ke patung hachiko. Tetapi yuichi mengajak saya melihat Shibuya crossing dari dalam stasiun di lantai paling atas. Semacam di observation deck begitu. Saya kagum sekali dengan jepang yang sangat memperhatikan kebutuhan turis seperti saya. Sebelumnya saya ditunjukkan oleh sebuah lukisan naga super besar yang ada di dinding dalam stasiun Shibuya. Ternyata setelah browsing sana sini itu bukanlah lukisan naga loh. Hahaaa…

Myth of Tomorrow

Begitulah judul mural yang dibuat oleh seorang seniman bernama Taro Okamoto. Judul asli lukisan itu adalah “Asu no Shinwa”. Lukisan itu menggambarkan tentang penderitaan yang dialami oleh Jepang akibat bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun. Mural ini merupakan karya terbesar dari Okamoto. Ukurannya sekitar 30 meter dengan tinggi 5,5 meter.

ini naga kan?
kira-kira seperti ini gambar lengkapnya

Awalnya karya okamoto ini merupakan koleksi seorang pengembang property di meksiko pada tahun 1967 dan dipajang di lobby sebuah hotel mewah miliknya disana. Ternyata kemudian si pemilik hotel mengalami kebangkrutan dan terpaksa menjual hotel itu pada tahun 1969. Sejak saat itu karya besar Okamoto ini menghilang dan tidak ditemukan hingga tahun 2003. Setelah hilang di mexico selama 30 tahun, akhirnya karya tersebut kembali ke jepang pada tahun 2007. Pada tanggal 17 November 2008, the myth of tomorrow resmi dipertonton kepada public secara permanent di koridor stasiun Shibuya.

Kemudian saya berjalan keluar menuju patung hachiko. Astaga! Tempat itu ramai sekali. Saya nyaris tidak bisa berfoto di dekat patungnya. Semua orang seakan-akan berebut ada di dekat hachiko. Saat saya berfoto, tiba-tiba ada lelaki memakai long coat hitam bermuka jutek loncat begitu saja kearah saya. Ia berjinjit dibelakang saya. Tangan kirinya memegangi patung dan tangan kanannya sibuk memegang hp-ya. Ia berputar-putar mengelilingi patung itu sambil kepalanya melongok kesana kemari mencari seseorang. Saya bengong melihatnya, karena saya tidak bisa leluasa mengambil gambar. Rupanya, tempat itu merupakan meeting spot yang terkenal. Jadi misalnya kamu janjian dengan teman atau pacar, maka kamu lebih suka kalau ketemuannya di patung hachiko karena mudah mencarinya dan lokasinya yang strategis. Mungkin siang hari akan lebih enak kesana kalau ingin berfoto sepuas hati dengan patung hachiko ini.

Sekilas cerita tentang Hachiko

Pada tahun 1924, seorang professor di departemen pertanian Universitas Tokyo bernama Hidesaburo Ueno, memutuskan untuk memelihara seekor anjing dari ras Akita yang ia beri nama Hachiko. Prof. Ueno selalu membawa hachi ke stasiun shibuya untuk mengantarnya dan hachi akan menjemputnya pulang. Pada bulan Mei 1925, Prof Ueno tidak pernah pulang lagi melalui stasiun shibuya karena beliau meninggal dunia. Ia mengalami pendarahan otak. Sembilan tahun berikutnya hachiko selalu menunggu tuannya pulang di Stasiun Shibuya.

Setelah keberadaan Hachi muncul di sebuah artikel pada tanggal 4 Oktober di Tokyo Asahi Shimbun, orang-orang mulai memberikan perhatian lebih kepada anjing tersebut dan ikut juga merawat hachi selama masa ia “menunggu”. Artikel itu dibuat oleh seorang pelajar dari Ueno yang melakukan penelitian tentang ras anjing Akita. Hasil penelitiannya menyebutkan bahwa ada sekitar 30 ras anjing akita pada waktu itu termasuk hachiko dari Shibuya. Ia mengunjungi hachiko setiap hari untuk menulis artikel tentang kesetiaan anjing tersebut. Karena tulisan itu pula lah hachiko menjadi sorotan seluruh jepang dan menjadi symbol kesetiaan entah itu kepada orang maupun kepada kekaisaran Jepang.

Hachiko meninggal pada 8 Maret 1935. Ia ditemukan tergeletak di sebuah jalan di Shibuya. Menurut para ilmuan, hachiko meninggal karena ia menderita kanker dan infeksi cacing. Yang menarik adalah ditemukannya juga empat tusuk sate jepang (yakitori) di dalam perutnya. Tetapi itu bukanlah penyebab kematiannya. Kuburan Hachiko terletak di pemakaman Aoyama, Minato ku Tokyo.

Kisah patung hachiko

Patung hachiko diresmikan pada bulan April tahun 1934 di Shibuya Station. Hachiko-pun hadir pada saat itu. Patung ini dilebur pada masa Perang Dunia II. Kemudian pada tahun 1948 kemudian patung hachiko kembali dibuat oleh Takeshi Ando (anak dari pembuat patung hachiko yang pertama).

Sebuah patung serupa didirikan di kampung halaman Hachiko di depan Stasiun Odate. Pada tahun 2004, sebuah patung Hachiko baru didirikan dengan menggunakan alas batu asli dari Shibuya di depan Museum Anjing Akita di Odate. Sedangkan tempat tepat di mana Hachiko menunggu di stasiun kereta api secara permanen ditandai dengan cetakan kaki perunggu dan teks dalam bahasa Jepang menjelaskan kesetiaannya. Setiap tahun pada tanggal 8 April diadakan semacam upacara peringatan untuk mengenang kesetiaan hachiko. Ratusan pecinta anjing juga datang untuk memberikan penghormatan dan penghargaan atas pengabdian hachiko.

Yuichi juga menunjukkan kepada saya tentang sebuah diorama di dinding di dekat stasiun shibuya yang berjudul “Dream of hachiko”. Yuichi menceritakan kalau itu merupakan salah satu bentuk “impian” warga Tokyo akan hachiko. Seumur hidupnya hachiko mengabdi pada tuannya. Sehingga ia tidak berkeluarga dan memiliki anak. Jadi diorama itu menggambarkan seandainya hachiko berkeluarga dan memiliki anak-anak yang lucu. Sedih yah….

dream of hachiko
hachiko community bus

Selanjutnya kami berjalan ke Shibuya crossing, untuk menyeberang. Tidak hanya sekali, namun berkali-kali dengan arah yang berbeda. Menyenangkan rasanya. Mungkin yuichi menganggap saya ini aneh tapi ini benar-benar menyenangkan. Berjalan di lautan manusia yang asing, di negara yang asing. Mungkin yuichi juga pertama kalinya melakukan hal yang aneh bin ajaib ini. Hahahaaa…

lampu masih menyala hijau

rame banget kaan??

from different angle

Saya juga sempat berkenalan dengan tiga orang asing yang sedang berfoto-foto ria. Saat orang-orang sibuk menyebrang jalan, salah satu dari ketiga orang itu berdiri diatas pembatas jalan dan meloncat, sedangkan dua orang lainnya bertugas mengambil gambar. Salah satunya mengambil gambar saya. Saya lupa namanya. Tapi ia berkebangsaan Perancis dan istrinya orang Jepang. Ia seorang make up artist dan baru empat tahun memutuskan tinggal di Jepang.

nampang bertiga

street performer yang niat banget

Banyak hal yang bisa dilakukan di Shibuya. Salah satunya adalah belanja tentunya. Tempat belanja yang terkenal adalah Shibuya 109 yang dibedakan menjadi dua gedung. Shibuya 109 khusus laki-laki letaknya di depan Shibuya station hachiko exit persis. Sedangkan yang khusus perempuan ada di deretan sebelah kiri Shibuya station hachiko exit.

Shibuya 109 khusus untuk laki-laki

shibuya 109 untuk perempuan

As you know that i am not really a shopaholic person. Jadi saya memutuskan untuk menuju suatu tempat yang spesial. Penasaran tempat apa itu? Baca tulisan saya selanjutnya yah….

(bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: