Ayu Galuh Anggraini

Backpackeran ke Tokyo: Tokyo Sky Tree

In Tokyo on September 4, 2012 at 11:43 am

Hari itu cuaca sangat cerah, kontras dengan hari sebelumnya yang mendung. Sinar matahari memasuki kis-kisi jendela apartemen yuichi. Setelah mandi dan bersiap-siap, kami sarapan pagi dengan menu ala jepang yang dimasak oleh yuichi. Rupanya saat saya dan suami terlelap tidur, beliau menyiapkan bahan masakan untuk dimasak keesokan harinya. *terharu lagi*

Menunya yang kami makan pagi itu adalah nasi jepang, tumis pare (yang dicampur dengan tofu dan telur), serta ikan salmon kering (yang ini susah jelasinnya, mirip ikan asin, tetapi tidak digoreng). Yuichi meminta maaf kalau rasanya agak pahit karena itu pare. Waktu saya bilang kalau saya doyan pare dan sayur itu ada di Indonesia, beliau kaget. Saya bilang kalau ibu saya suka masak pare. Rasa pare jepang tidak pahit seperti pare Indonesia loh. Kalau pare Indonesia, butuh skill khusus untuk mengolahnya menjadi tidak terlalu pahit. Arigato gozaimashita yuichi san…

Rupanya, walaupun ada sinar matahari tetapi angin yang cukup dingin masih berhembus dengan kencang. Jadinya saya kembali merapatkan baju hangat saya. Kali ini, kami tidak menuju stasiun subway terdekat tetapi kami akan naik bus Shitamachi. Biayanya jauh dekat 200 yen. Yuichi ijin ke toilet sebentar. Yah, sangat mudah mendapati toilet di jalanan, karena itu merupakan fasilitas umum. Semuanya bersih dan gratis. Sambil menunggu saya iseng-iseng memotret sana sini.

parking lot

yuk, mobilnya di charge dulu ^_^
Apartemen yuichi letaknya dekat sekali dengan kantor polisi dan kantor pemadam kebakaran. Hari kedua saya di Tokyo, malam hari saat perjalanan pulang menuju apartemen, saya melewati kantor pemadam kebakaran itu. Apa yang saya lihat malam itu membuat saya kagum. Malam itu saya melihat dua petugas pemadam kebakaran berseragam lengkap duduk di dalam mobil. Siap sedia jika ada panggilan mendadak. Hebat sekali. Saya tidak pernah melihat yang seperti itu di Jakarta padahal rumah saya tidak jauh dari kantor pemadam kebakaran juga.


Nah, akhirnya bus datang dan kami semua masuk. Perjalanan hari ini pun dimulai. Suami saya senang sekali karena dia bisa melihat-lihat jalanan dan pemandangan sekitar. Ini adalah salah satu keuntungan menggunakan moda transportasi bus. Kami berhenti di stasiun terakhir. Tempat dimana kami bisa melihat Tokyo Sky Tree (saya singkat jadi TST untuk mempermudah ya)

Akses ke TST

  • Sekitar 2 menit jalan kaki dari Narihirabashi Station dari Tobu Isesaki Line.
  • Jika mengambil Toei Asakusa Line, Tokyo Metro Hanzomon Line, bisa dengan 10 menit jalan kaki dari Exit A3 di Oshiage Station. Gunakan sarana transportasi umum karena tidak ada tempat parkir khusus yang disediakan di TST.


TST ini bangunannya megah sekali dan jika sudah rampung maka bangunan ini akan menjadi bangunan tower tertinggi di dunia, dan merupakan bagunan tertinggi di dunia kedua setelah Burj Khalifa di dubai. TST yang juga dijuluki sebagai New Tokyo Tower ini tingginya sekitar 634m dan akan mulai dibuka untuk umum pada tanggal 22 Mei 2012. TST ini juga berfungsi sebagai tower komunikasi (TV dan Radio). Total ada 9 stasiun TV dan 2 radio FM yang akan menggunakan TST ini sebagai pemancarnya.

Sayang sekali saya datangnya terlalu cepat. Saya dan suami hanya bisa menyaksikan bangunan ini dari luar. Bukan saya saja yang terkagum-kagum loh, warga Tokyo sendiri juga banyak berdatangan hari itu untuk mengagumi dan mengambil gambar TST walaupun belum rampung pengerjaannya.


kesulitan moto (courtesy of yuichi)

yuichi dan Sky tree

Sungai (kanal) yang ada di sebelah TST juga sedang dalam proses penjernihan supaya lebih pantas bersanding nantinya dengan TST. Yuichi bilang, kalau sakura sedang berbunga sungai ini akan dibuat sebagai tempat wisata juga tinggal menambahkan perahu saja. Wah… saya bisa membayangkannya, pasti indah sekali. Mungkin seperti Meguro river sewaktu musim sakura.

Saking tingginya bangunan ini, maka kalau anda datang ke Tokyo, anda pasti bisa mengenali bangunan ini dengan mudahnya. Konon, bangunan ini sudah memiliki system yang tahan getaran akibat gempa bumi hingga 8 SR karena di kerangka menaranya ada peredam minyak yang fungsinya sebagai bantalan anti gempa bumi. Bantalan itu konon bisa menyerap sekitar 50 % energi gempa bumi. Wah, memang penting sih ya bangunan setinggi TST ini punya teknologi seperti itu apalagi di Jepang yang memang sering terjadi gempa.

Menurut berbagai sumber untuk bisa menikmati Tokyo dari TST ini anda harus membayar 3000 yen (dewasa) atau USD37 untuk dek paling atas dan anak-anak sekitar 900 sampai 2.300 yen tergantung usianya. Hayooo… nabungnya dikencengin lagi kalau mau mengunjungi tempat ini karena dilihat dari harga yang dipatok lumayan mahal yah. Lebih mahal dari pada naik menara Eiffel malah. Satu lagi, tiket baru dijual bebas sekitar bulan Juni atau Juli, sebelum itu untuk naik ke area observasi harus melalui reservasi khusus melalui biro perjalanan yang ditunjuk oleh pengelola TST atau melalui online reservasi dengan kartu kredit keluaran jepang saja. Sabar dulu yah…

me and hubby
lokasi foto agak jauh dengan lokasi TST
courtesy of yuichi watanabe
river boat


Saya kemudian berjalan terus melewati komplek perumahan yang dekat dengan rel kereta. Begitu sepi. Hanya beberapa kendaraan yang lewat. Uniknya di jepang, selalu ada pengawas kendaraan yang keluar masuk gedung agar pejalan kaki bisa berjalan dengan aman tanpa khawatir tertabrak.

Rumah-rumah yang saya lewati umumnya berukuran mungil namun asri. Pot-pot tanaman berbunga warna-warni tertata rapi di halaman rumah yang juga sempit. Burung gagak berbunyi nyaring mengitari rumah dan hinggap di sebuah pohon yang masih dalam fase tertidur. Saya melempar pandangan ke seberang sana, tidak jauh lagi… ke ASAKUSA

(bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: