Ayu Galuh Anggraini

Backpackeran ke Tokyo: Roppongi

In Tokyo on September 4, 2012 at 11:18 am

Saya sejujurnya bingung kemanakah kami berdua akan dibawa oleh Yuichi. Kaki saya sudah pegal seharian berkeliling, tapi saya masih ingin memanfaatkan waktu semaksimal mungkin. Mungkin yuichi juga capek, tapi beliau saja masih semangat. Masa saya tidak? Jadi dengan semangat baja, saya siap jalan lagi. Gambatte!!!

Rappongi hills (saya singkat RH aja yah biar mudah) adalah salah satu tempat gaulnya warga local maupun orang asing yang berkunjung ke Tokyo. Tempat ini keren karena ada sekitar 210 toko dan restaurant, ada komplek cinema dan teaternya, ada komplek apartemennya, hotel, stasiun tv, ada observatorium dan ada museumnya. Lengkap kan? Bisa-bisa butuh waktu seharian muterin rappongi saja sampe gempor. Disini barangnya lucu-lucu loh. Awas dompet yah girls…

Cara menuju kesana

  • Jalan kaki sebentar dari Rappongi Subway Station dari Hibiya Line Exit 1C,
  • atau 5 menit jalan kaki dari Rappongi Subway Station dari Oedo Line Exit 3.
  • Kalau turun di Azabujuban Subway Station dari Oedo Line Exit, waktu yang dibutuhkan untuk ke Rappongi adalah sekitar 5 menit berjalan kaki atau
  • 8 menit jalan kaki dari Azabujuban Subway Station dari Namboku Line Exit 4.


Setelah sampai disana saya langsung disambut dengan pemandangan menakjubkan. The Famous Tokyo Tower. Yaay!!!! Bener banget, kamu bisa melihat indahnya Tokyo tower dari RH dengan sangat jelas. Banyak orang mengabadikan gambarnya yang menurut saya indah banget hanya di waktu malam. Kalau siang sih seperti tower biasa kan? Sayangnya yah baterai kamera saya habis dan saya ngga bawa charger jadi saya ngga bisa narsis banyak-banyak disini. Hiks *mewek* Jadi ada semacam deck khusus gitu untuk melihat-lihat suasana disekitar wilayah tersebut. Kayaknya di jepang, hampir semua gedung tinggi punya observatorium deck. Sadar wisata banget gak sih?

Waktu saya berkunjung ke RH, ternyata ada sebuah festival yaitu Roppongi Art Night 2012 yang sedang berlangsung. Iseng-iseng saya ambil sebuah selebaran yang tersedia di salah satu box. Lagi-lagi selebarannya minim bahasa Inggris. Pantas saja semakin ramai saja yang datang ke RH. Bertebaran patung-patung dimana-mana, banyak orang berkostum aneh. Segerombolan orang berkumpul di depan sebuah dinding. Apa istimewanya dinding itu? Rupanya mereka memproyeksikan sebuah bayangan seolah semut-semut itu menggerogoti dinding. Interesting… Ada satu lagi yang bikin ngiler banyak orang yaitu One Piece Exhibition yang berlangsung mulai tanggal 20 Maret hingga 17 Juni.

pamfletnya
itu boneka serba bintik-bintik yang aneh kata yuichi

setuju gak ini mirip usus?
Tidak jauh dari lokasi saya berdiri ada sebuah benda besar terbuat dari plastic yang diberi lampu sehingga bercahaya berganti-ganti warna. Mirip usus besar kalau saya bilang. Namanya juga benda seni, bolehlah punya persepsi masing-masing. Disebelahnya ada acara wine testing. Konsepnya unik sekali, menggabungkan wine dan art. Lagi-lagi deh saya terkagum-kagum. Maaf gak ada fotonya. Hahahaha…


Tokyo City View

Yuichi mengajak saya ke suatu bangunan yang saya tidak tahu apa yang ada disana, jadilah saya dan suami hanya mengekor dibelakang yuichi. Ketika naik tangga saya melihat keluar jendela, di bawah ramai sekali. Patung raksasa polkadot dan benda-benda penuh bintik-bintik lainnya yang sedang dipamerkan disorot lampu warna warni dan disertai iringan musik yang hangar bingar. Yuichi bilang, kalau si pembuat boneka raksasa itu selalu membuat karyanya dengan motif polkadot. Semua dikasi bintik-bintik. “Artist yang aneh”, imbuh Yuichi. Saya hanya tertawa. Dalam hati saya baru sadar, kalau di masyarakat kita ini ada distorsi tentang kata artis. Artis hanya milik pesohor dunia pertelevisian, musik, atau film. Tapi sesungguhnya semua pelaku seni, yang menghasilkan karya seni itu juga artist. Atau mungkin ada padanan kata lain? Sekarang saya bingung… hahaha… *skip that*

peta
Sampai di atas, kami harus mengatri tiket. Ada dua macam antrian. Antrian yang pertama adalah antrian tiket masuk untuk ke Mori Art Museum dan Tokyo City View dengan harga 1500 yen per orang dan yang kedua adalah One Piece Exhibition dengan harga 2000 yen per orang. Saya dan Yuichi awalnya mengira kalau kita tidak ke museumnya ada harga tersendiri, ternyata tidak. Lagi-lagi saya ditraktir oleh beliau. *terharu lagi*
tiket masuk

Karena kami bertiga membawa payung, jadi terlebih dahulu payung disimpan di locker khusus payung. Keren loh ada kuncinya segala. Yuichi mewanti-wanti jangan sampai lupa dengan payung-payung itu. Setelah beres, kami mengantri untuk masuk lift. Sambil mengantri, saya lihat yang datang mengunjungi tempat ini modis-modis semua, kayaknya hanya saya dan suami yang muka kucel kayak baju belum disetrika.

Tiba giliran kami masuk lift. Tombol ditekan ke angka 52. Yah… kami naik ke lantai 52. Berkali-kali kuping saya mendadak budge gara-gara tekanan udara. Tapi seneng. Tring…. Saya masuk ke ruang gelap gulita dan terpesona. Mau pingsan rasanya. Pemandangannya begituuuuuu indah. Saya tidak lebay juga tidak norak kali ini. Ini beneran. Coba deh kalian kesana dan rasakan perasaan yang saya rasakan. Tidak ada lensa kamera yang sebagus mata kita sendiri untuk mengabadikan momen itu. Saya menikmati setiap detiknya, setiap menitnya. Melihat gemerlap Tokyo dari lantai 52.

viewnya
sayang kamera saya kurang “greng”


Saya duduk diam disitu. Di depan kaca besar tembus pandang yang menyuguhkan view wilayah odaiba dan Tokyo Tower. Saya tidak mau pulang. Mau disini saja sampai pagi. Tapi kan tidak mungkin yah. Saya tidak sendirian, banyak orang yang menunggu giliran untuk duduk didepan kaca itu, seperti saya. Banyak yang terpesona pada Tokyo di malam hari. Lampu-lampu merah di puncak gedung tinggi berkedip-kedip meriah. Jakarta harus punya yang seperti ini. Harus!!!

gambaran view yang bisa dilihat

Tokyo city view total memiliki 3 Sky Gallery. Sky Gallery 1 (tempat saya) anda bisa melihat tempat-tempat yang sebutkan tadi. Dari Sky Gallery 2 anda bisa melihat Haneda, Yokohama dan Gunung Fuji (kalau beruntung) dan dari Sky Gallery 3 anda bisa melihat Shibuya, Aoyama and Shinjuku. Jadi tinggal pilih sendiri yah mau liat apa. Tapi the best view tetep yang pertama.

Waktunya pulang

Saya jalan duluan ke arah pintu keluar untuk kemudian mengantri lagi naik lift turun. Saya toleh kebelakang. Lho… suamiku ilang? Ternyata eh ternyata, suami dan yuichi lagi ngendon di tempat makanan karena yuichi sedang memotret menu makanan ala one piece yang lucu. Sementara saya lagi sibuk ngeliatin tamu undangan acara kawinan yang diadakan di sky gallery 3. Terima kasih untuk hari yang indah ya Alloh. Terimakasih untuk suamiku. Terima kasih untuk Yuichi. Terima kasih untuk kamu yang sudah membaca ceritaku. Domo Arigato Gozaimas…

Note:

Tanggal 28 Maret sampai 15 April ada festival sakura. Istimewanya kamu bisa rental kimono sambil jalan-jalan melihat sakura di Midtown Blosssom 2012. Biaya sewanya sekitar 10.000 yen (5000 yen rental fee dan 5000 yen deposit). Informasi lengkapnya bisa klik disini.

  1. hiii….boleh ga kita juga kenalan sama Yuichi ? kami rencan ingin ke jepang juga, baca blog nya mbak Ayu🙂 thank you

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: