Ayu Galuh Anggraini

Backpackeran ke Tokyo: Meiji Jingu

In Tokyo on September 4, 2012 at 2:26 pm

Udara yang dingin terus menusuk kulit. Saya gemetaran. Kami bertiga berjalan kaki ke destinasi selanjutnya dimana hanya yuichi yang mengetahuinya. Kami berjalan melewati sebuah jembatan penyeberangan yang berbeda dengan di Indonesia. Bersih, tidak ada pengemis atau pengamen, dan juga ada bantalan karet anti slip-nya. Jadi jika musim hujan atau salju sangatlah aman untuk berjalan kaki disana.

Cara menuju kesana

  • 1 menit jalan kaki dari JR Harajuku Station.
  • 1 menit jalan kaki dari Meijijingumae Subway Station (C03) dari Chiyoda Line Exit 1/2 atau
  • dengan 5 menit jalan kaki dari Odakyu Sangubashi Station.

Yuichi mengarahkan saya dan suami ke sebuah jembatan. Beliau bilang, “kalau ke kiri itu yayogi park dan kalau ke kanan itu meiji jingu”. Wooowww… tempatnya begitu besar, dan nafas saya sudah satu-satu. Saya berhenti sejenak di keramaian di jembatan kecil tepat sebelum gerbang Meiji Jingu yang saya lewati. Ada perempuan berambut palsu warna keemasan memakai gaun cantik berwarna putih duduk “ngemper”. Disebelahnya, ada perempuan berbaju biru unik dan berambut (palsu) warna ungu terang sedang berlatih koreografi. Ditengah-tengah mereka, ada seorang laki-laki bertampang galak mengacung-acungkan kertas karton bertuliskan “NO PHOTOGRAPH, ASK PERMISSION FIRST”. Saya jadi urung mau memfoto mereka. Tapi beberapa orang nekat dan kena bentakan laki-laki itu. Kontradiktif sekali dengan tingkah para “cosplayer” yang asik berpose tanpa diminta. Saya menyesal juga ujung-ujungnya tidak nekat saja.

Kemudian kami bertiga menuju ke pintu gerbang Meiji Jingu. Megah sekali dari kejauhan, biarpun hanya terbuat dari kayu saja dan miskin ornament, tapi auranya itu loh.. lain daripada kuil yang lain. Meiji jingu ini adalah sebuah kuil Shinto yang didirikan untuk penghormatan kepada Kaisar Meiji dan Permaisuri Shoken (yang dimakamkan di Kyoto). Kaisar Meiji meninggal pada tahun 1912 dan permaisuri Shoken meninggal dua tahun setelahnya. Rakyat Jepang yang memuja mereka berdua kemudian menyumbangkan sekitar 100.000 pohon dari seluruh Jepang dan bahkan dari luar Jepang dan bekerja sama membangun Meiji Jingu ini dan juga hutan yang mengelilinya. Sehingga pada November, 1920, kuil ini pun berdiri.

pintu gerbang nan megah

Sesaat setelah melalui gerbang, saya seolah dibawa ke daerah antah berantah. Saya tidak percaya ada tempat sedemikian hijau, damai, tenang, di tengah hiruk pikuk Tokyo dan wilayah seramai Harajuku dan Shibuya. Pohon-pohon yang tinggi menjulang menjadi payung bagi wilayah itu. Saya betah disana lama-lama, tetapi tidak betah jalan kakinya. Hehehee…..

Kemudian anda akan menemukan sebuah gentong-gentong kayu yang diatur sedemikian rupa. Gentong-gentong itu berisi wine (minuman anggur) yang dipersembahkan untuk kaisar dan istrinya juga untuk kuil. Tempat ini jadi hotspot untuk fotografi. Apalagi gentong anggur yang dihias dengan aneka lukisan jepang dan tulisan-tulisannya yang semarak itu. Setelah berjalan kurang lebih 5 menit (ukuran orang jepang), anda akan sampai di bangunan utama.

unik

beberapa ornamennya

gentong wine yang polos

Beruntung bagi saya, ternyata sewaktu saya berkunjung ada upacara perkawinan. Mempelai wanitanya orang jepang dan laki-lakinya orang asing. Kemudian bertaburan-lah kimono-kimono cantik yang dipakai pengantin dan keluarganya. Senang sekali melihatnya. Yuichi pun menghampiri orang tua laki-laki mempelai pria dan kami berdua mengucapkan selamat. Sementara suami saya menghilang entah kemana dengan handycam-nya. Rupanya acara ini membuatnya bersemangat lagi. Setelah dirasa cukup. Kami pun meninggalkan meiji jingu karena saya pengen tahu kayak apa sih harajuku itu. Penasaran mampus. Sementara suami ingin berfoto dengan para fashionista yang ramah dan mau diajak berfoto bersama tentunya. Hahahaaa… lagi-lagi yuichi geleng-geleng kepala.

pendeta shinto memimpin iring-iringan
keluarga besar kedua mempelai
kedua mempelai memberi hormat

pengatur upacara memberi penjelasan

ini dia mempelainya

Sambil berjalan saya melihat-lihat papan gede besar bergambar tentang sejarah kuil ini dan tentang restorasi meiji. Kemudian kami melihat ada serombongan anak sekolah yang berfoto bersama. Ada yang memakai kimono cantik sekali dan menyerahkan sebuah bungkusan hadiah kepada yang lain sambil diabadikan gambarnya oleh para guru. Seorang wanita cantik menghampiri saya dan berkata “excuse me, we are just having a tea ceremony party”. Wah ramah sekali. Beliau tahu rupanya saya turis dan penasaran. Hahahaaa….

mengatur posisi untuk berfoto bersama

Sepanjang perjalanan ke arah pintu keluar meiji jingu, ada baliho yang menjelaskan tentang sejarah tempat ini, sejarah restorasi meiji dan gambaran lain tentang situasi masa lampau. Beberapa orang berhenti untuk membaca kisah yang tertulis di baliho yang ditulis dalam dua bahasa. Jadi tidak membingungkan bagi orang asing yang berkunjung. Namun tetap saja, yuichi menjelaskan sedetil mungkin kisah-kisah yang tergambar disana.

wilayah meiji jingu dulu dan sekarang

saigo takamori dan kaisuu katsu berunding

Udara dingin, dan jalan yang berbatu membuat nafas saya ngos-ngosan. Tetapi saya harus tetap bergerak supaya tidak kedinginan. Hari mulai sore, dan lokasi ini sudah mau tutup. Saya mempercepat langkah. Ketika saya sampai di gerbang yang megah itu, saya menoleh untuk terakhir kalinya. Seorang bocah lelaki muda bertopi pet yang berjalan di sebelah saya membalikkan badan, melepas topinya, dan membungkuk dalam-dalam. Ia berbalik, memasang topinya lagi dan berjalan. Saya termangu…

tips:

  • kalau berkunjung ke tempat ini siapkan diri untuk berjalan kaki lumayan jauh ya. apalagi kalau memang ingin mengitari keseluruhan kompleks meji jingu ini
  • hormati tata cara yang ada di kuil ini.
  • kalau ingin mengambil foto para cosplayer ijin dulu. Ingat tempat mereka kumpul di jembatan sebelum pintu masuk meiji jingu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: