Ayu Galuh Anggraini

Backpackeran ke Tokyo: Transit di KL

In Hotel and Hostel Review, Malaysia, Tokyo on September 3, 2012 at 11:56 am

Mungkin ada yang bertanya-tanya tentang masalah Kuala Lumpur ini. Kenapa saya harus stay lama disini (2malam)? Jawabnya ya karena tiket murah itu. Jadi supaya murah, kombinasi yang saya dan suami lakukan adalah membeli tiket terpisah dan bukan sepaket dari air asia. Rutenya adalah Denpasar-KL-Tokyo-KL-Denpasar dengan total pengeluaran buat tiket pesawat adalah 5jt-an berdua PP. Sementara normalnya PP itu 4-5jt perorang.

Nah, saya sengaja transit di KL 2 malam biar tidak terlalu capek juga. Kami berdua tiba di Bandara LCCT sekitar pukul 11 malam dari perkiraan tiba pukul 10 malam dari Denpasar dan baru melewati antrian imigrasi jam setengah 12 malam. Keluar dari bandara langsung membeli tiket shuttle bus LCCT ke KL central seharga 8MYR per orang. Kami menggunakan aerobus, dan tiba di KL Central sekitar jam setengah 1 malam. Capek itu pasti. Rasanya pengen langsung mandi trus tidur di hostel. Tapi untuk ke hostel harus naik taxi, karena monorel sudah tidak beroperasi lagi jam segitu ke Bukit bintang.

Saran saya, kalau mau naik taxi, gunakanlah taxi yang resmi bukan yang main todong di depan bus, karena harganya bisa berbeda sekitar 20-30MYR. Masuk saja ke dalam KL Central nantinya aka nada counter budget taxi. Sebutkan destinasi anda ke operator dan anda akan discharge sesuai dengan tarif yang normal. Sebagai gambaran, taxi liar ke bukit bintang bisa 30-45MYR sedangkan jika pake budget taxi saya hanya membayar 20MYR. Bedanya lumayan kan?

Saya tiba di hostel sekitar jam 1 malam, tapi sebelumnya sewaktu di Indonesia saya sudah email ke pihak hostel kalau saya mungkin akan datang lewat tengah malam. Kenapa saya harus konfirmasi? Sudah banyak kejadian tentang hostel yang menyerahkan kamar yang kita booking ke orang lain karena kita terlambat datang dan itu menyebalkan bukan? Jadi lebih baik konfirmasi saja dulu ke pihak hostel. Jika masih saja kejadian, tulis saja di review hostel di situs-situ booking hostel biar kapok. Hehehe…

Paradiso Bed and Breakfast Hostel

Hostel ini saya pilih karena letaknya yang strategis, dan review yang bagus. Untuk ke monorel hanya perlu berjalan kaki kurang dari 5 menit, bersebelahan dengan McD, 5 menit jalan kaki ke KFC, Bukit bintang market, dekat juga dengan sebuah resto ayam Hainan yang terkenal serta halal punya yaitu Chee Meng Restaurant. Bilang aja ke supir taxi untuk stop di agora hotel. Jangan kaget kalau di tangga masuk hostel ada perempuan berdandan menor menawarkan jasa pijat. Karena di lantai satu memang tempat pijat seperti layaknya banyak tempat di seputaran bukit bintang. Naik aja ke lantai dua, langsung loh suasananya beda banget. Setelah membayar sisa biaya sewa yang dibayar plus membayar 20 MYR untuk deposit, anda langsung bisa mandi dan istirahat.

Saya menyewa kamar standart double bed shared bathroom dengan harga 151MYR berdua suami untuk dua malam. Kamar mandinya itu dalam bentuk shower dengan tirai saja. Dibedakan antara laki-laki dan perempuan tidak dalam satu lorong. Sedangkan untuk toilet ada 3 bilik. Disediakan pula wastafel dengan kaca yang besar dan hairdryer. Tempatnya enak banget. Saya pribadi sih suka suasananya. Disediakan juga free wifi bagi yang menginap dan bisa diakses di dalam kamar juga.

Sarapan disediakan pukul 8 hingga pukul 11 siang dengan menu orange juice, teh atau kopi (bisa memilih) dan roti (disediakan juga roti gandum). Kalau ingin sarapan berbeda bisa juga tetapi tidak gratis yah. Sarapannya di sebuah ruangan terbuka dengan kursi-kursi kayu. Sangat menyenangkan. Kalau harus ke KL lagi, pasti saya akan menginap disana lagi. Hostel ini recommended.

Chee Meng Restaurant

Teman saya erni, memperkenalkan saya pada restaurant ini. Letaknya tidak jauh dari hostel paradiso yang saya tinggali. Pemiliknya adalah keturunan cina namun muslim. Pegawainya rata-rata orang Indonesia. Menunya sebetulnya ada banyak sekali, tetapi tetap yang terkenal adalah nasi ayam Hainan-nya. Rasanya pas di lidah. Ayamnya diluar crispy tapi soft di dalamnya. Apalagi ditambah tumis tauge yang juga lezat. Tauge-nya tidak lembek alias “kres-kres” kalau dikunyah. Apalagi kalau minumnya es leci (ini favoritnya erni). Harganya pun sesuai kantong. Kalau waktunya tidak tepat, anda bisa-bisa mengantri panjang loh buat makan disini. Jadi dicoba yah…

tampak depan


menu saya hari itu yang ditraktir oleh erni. enaakkk…

Pavilion Shopping Mall

Mall ini letaknya di area bukit bintang. Saya diajak erni ke tempat ini. Tempatnya sih mirip-mirip grand Indonesia kalau di Jakarta. Cuma sekitar kurang dari 10 menit jalan kaki dari hostel. Karena suami harus menyelesaikan kerjaannya sebelum ke Tokyo jadi saya dan erni memilih nonton bioskop di mall ini. Hahahaha…. Itu merupakan kali pertama saya di KL dan memilih menghabiskan waktu dengan nonton bioskop. Thanks yah erni, you give me the change to do that for very first time and that’s fun. 

Menara Petronas di malam hari

Dulu, sewaktu pertama kali ke KL, saya dan suami berkunjung ke Suria KLCC pada siang hari nan terik. Jadi kebayang kan fotonya pada mencureng semua. Nah sekarang kami akan mengulanginya lagi pada malam harinya. Dari bukit bintang, kami naik monorel berhenti di stasiun bukit nanas. Lalu jalan kaki kira-kira 30 menit ke KLCC. Sedikit capek sih tapi menyenangkan. 

 

Sewaktu jalan kaki iseng-iseng liat iklan film horror Malaysia yang judulnya “hantu kak imah pulang ke rumah”. Saya ngakak sejadi-jadinya. Rupanya judul film horror Malaysia tidak kalah konyol dengan judul film horror Indonesia. Rupanya di KLCC sedang ada promo F1. Jadi kebayang dong ramenya.

Puas muter-muter gak jelas, kita makan spaghetti seafood aglio olio yang rasanya enak. Pantes banyak yang mesen menu serupa. Porsinya juga besar. Harganya plus minum mineral water adalah 10MYR. Setelah kenyang, kami kembali ke hostel dan beristirahat.

Cara ke LCCT dari Bukit Bintang

Ada banyak cara untuk menuju LCCT. Dari bukit bintang, bisa naik taxi. Biayanya sekitar 80MYR yang berlaku dari pukul 6.15 pagi hingga 11.45 malam. Biaya itu bisa menjadi 100MYR dari tengah malam hingga jam 6 pagi. Sedangkan cara selanjutnya adalah naik monorel dari bukit bintang ke stasiun KL sentral dan dilanjutkan naik bus ke LCCT. Monorel beroperasi dari jam 6.05 pagi dan terakhir jam 11.30 malam. Opsi selanjutnya adalah dengan naik monorel/taxi ke KL sentral. Dari KL Sentral naik kereta ke Salak Tinggi dengan biaya 12,5 MYR sudah termasuk shuttle bus ke LCCT. Tinggal pilih saja yang mana yang paling mudah, paling murah, dan paling sesuai dengan kebutuhan anda saat itu.

Happy traveling!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: