Ayu Galuh Anggraini

Backpackeran ke Tokyo: The Electric City, Akihabara

In Tokyo on September 3, 2012 at 2:41 pm

Wow.. nama yang keren yah. Tempat ini menurut saya adalah surganya laki-laki. Tentunya laki-laki seperti suami saya yang doyan banget dengan gadget, alat-alat elektronik dan sejenisnya. Buktinya waktu saya kesana mungkin sekitar 80% pengunjungnya adalah laki-laki. Makanya saya masukkan tempat ini dalam daftar lokasi yang harus dikunjungi di Tokyo.

Akihabara atau biasa disebut Akiba, merupakan salah satu distrik di Tokyo. Kota ini istimewa karena katanya merupakan kota tempat berpusatnya penjualan barang-barang elektronika yang terbesar di dunia. Ada banyak sekali mall-mall besar yang menjual berbagai kebutuhan yang anda mau, dari yang modelnya biasa sampai yang luar biasa. Bahkan sampai yang aneh-aneh juga ada. Saya sampai ngakak sewaktu yuichi bilang “…..a unique town you can find many electric things you even don’t need in your usual life”. Nanti akan saya ceritakan maksudnya apa.

Cara menuju kesana

  • Cari jalur ke JR Akihabara Station, Eelectric city exit atau dua menit jalan kaki dari Akihabara Station Exit A1 kalau naik Tsukuba Express.
  • Bisa juga dengan jalan kaki sekitar 5 menit dari Akhabara Subway Station dari Hibiya Line Exit 3, atau 5 menit jalan kaki dari Suehirocho Subway Station dari Ginza Line exit 1 atau 2.

Begitu sampai disana, suasananya ramai sekali. Kami langsung menuju salah satu mall besar disitu untuk mencari colokan listrik dan transformer. Masih ingat kan kalau saya kurang persiapan tentang hal yang satu itu. Mall yang saya kunjungi lengkap sekali isinya, jadi pusing lihat mp3 player yang bentuknya lucu-lucu dan juga ada headset yang girly banget. Semua dirancang sesuai trend saat itu. Aku juga suka kalau gini caranya. *menahan diri*

ini mall-nya yang lengkap banget
Pramuniaga disana juga friendly, rupanya ada juga yang berbahasa Inggris. Ternyata, sekitar 10 menit melihat-lihat, menimbang, dan memilih, yang suami saya butuhkan hanya colokan saja, karena charger-nya buatan jepang dan kompatibel dengan 100v. Argghhh.. ngabis-ngabisin waktu saja yah. Jadinya kemudian saya membeli barang yang lain buat oleh-oleh. Oleh-oleh itu gak murah di Jepang (catet yah). Hahaha… Oyah, waktu saya bayar di kasir, salah satu kasirnya ternyata (hanya bisa) bilang “terima kasih” karena dia pernah ke Bali. hihi…
Kemudian suami saya liat-liat laptop. Ternyata, kalau OS-nya itu Japanese version, laptopnya harganya lumayan murah, tapi tentunya kamu harus bisa kanji jepang. Sedangkan kalau OS-nya English version, harganya tidak jauh bedanya dengan yang ada di Indonesia. Tips saya sih, kalau mau beli elektronik di Jepang, cek dulu yah harganya di Indonesia lalu bandingkan dengan yang ada di Akihabara. Intinya harus JELI dan jangan lapar mata. Satu lagi, lihat voltasenya. Barang-barang elektronik di Jepang dirancang untuk 100 volt jadi kalau misalnya anda beli lalu dibawa ke Indonesia, anda harus beli stepdown transformer biar barang elektroniknya tidak langsung meledak sewaktu dinyalakan dengan power 220v. Be careful…
Mecca for Otaku
Istilah itu saya lihat di selebaran yang ada di dekat stasiun. Saya jadi mengerti kenapa Yuichi jarang sekali ke Akihabara kalau tidak perlu sekali. Kata karena daerah ini adalah pusat berkumpulnya para penganut Otaku culture seperti penggemar anime dan juga tempat berkumpulnya fans AKB48 (kakaknya JKT48, yang jadi bintang iklannya Pocari). Saya yang kurang paham istilah itu berkata ke yuichi: “Otaku? Let me google it first”. Haha..
Dari hasil riset google saya, definisi yang paling pas tentang otaku adalah istilah/sebutan untuk orang yang benar-benar menekuni sesuatu yang menjadi hobinya. Misalnya penggemar anime. Saking seriusnya menyelami dunia anime maka dia akan bergaya seperti tokoh anime yang dia sukai. Menurut wikipedia , otaku juga digunakan sebagai kata sapaan antara penggemar anime yang artinya “anda”. Banyak juga orang jepang yang bilang kalau dia itu seorang otaku. Jujur saya semakin bingung dengan istilah otaku ini. Ada yang bisa bantu saya?
Baru keluar dari stasiun saya sudah melihat seorang perempuan berpakaian lolita berwarna shocking pink dengan renda-renda besar berwarna putih, sambil menenteng payung yang juga berwarna pink dengan motif polkadot. Masih ingat ngga dengan gaya berpakaian Pinkan Mambo beberapa tahun lalu? Yah seperti itulah gambarannya. Rambutnya panjang dan dicat pirang terang, dengan make up yang tidak sederhana. Yuichi bilang “now, you see? That’s why…”. Saya tidak memotretnya, karena itu tidak sopan menurut saya. Gimanapun anehnya, mereka juga punya perasaan kan? Itu gaya hidup yang dipilihnya. Kalau mau berfoto atau mengabadikan gambar mereka, minta ijin dulu yah.
Komunitas ini sempat tidak beredar di wilayah Akihabara, karena sebuah insiden yang mengerikan terjadi di tahun 2008. Seorang laki-laki dengan pisau yang tergenggam di tangan berlari kearah kerumunan orang dan menusukkan pisaunya membabi buta. Total ada 18 orang yang kena tusuk dan sedikitnya 7 orang dinyatakan meninggal dalam insiden itu. Tapi kemudian , orang bisa melupakan kejadian tersebut dan Akihabara kembali ramai dengan pengunjung termasuk para otaku.
Tidak sengaja saya kemudian melihat 5 orang perempuan dengan dandanan ala anime. Waaah… senangnya. Saya lalu memberanikan diri untuk berfoto gara-gara ada yang duluin saya untuk berfoto dengan mereka. Saya lalu bilang: “Sumimasen, can i take a picture with you?”. Mereka mengangguk. Aseeekkkk….
ahaaaii… saya hitam sendiri sodara-sodara
Yuichi hanya tertawa saja melihat tingkah saya dan suami. Beliau bilang kalau dia tidak menyangka saya dengan berani malu berfoto dengan mereka. Saya bilang, jarang-jarang saya dapat momen itu, apalagi dengan orang jepang asli. Kalau bisa, saya akan berfoto sebanyak-banyaknya. Yuichi kembali tertawa. Memang sih banyak acara cosplay di Jakarta, tapi ini di tempat aslinya gitu looh. *ngeyel*
Kami bertiga menyusuri jalanan Akihabara. Ada banyak toko disana, bervariasi pula barang yang dijual. Tidak hanya barang-barang elektronika saja tetapi juga aneka games dan dvd anime. Dari barang elektronika yang normal sampai yang tidak normal. Bayangkan saja, ada bando dan sarung tangan ala serigala atau kucing yang kalau dicolokin listrik akan menyala atau bergetar. Lalu ada bel pintu yang bunyinya perempuan mendesah-desah. Saya kira banyak barang aneh lainnya yang bertaburan di setiap toko yang menunggu untuk ditemukan. Saya sudah mulai pusing lihat keramaian seperti itu.

Begitu pula toko yang menjual pernak pernik anime, dari anime yang biasa, sampai yang tidak biasa. Jualnya pun terang-terangan juga. Pengunjungnya lebih banyak laki-laki dan jarang sekali saya lihat perempuan di dalam toko-toko tersebut, kecuali pramuniaganya. Beberapa gedung digunakan untuk pachinko. Pachinko itu semacam permainan ketangkasan ala jepang (pinball) yang seringnya jadi semacam tempat perjudian. Oyah, satu lagi.. AKB48 punya teater sendiri di Akihabara ini. Saya cuma lewat sekilas saja sih. Ngga ngefens jugak. ^_^

Saya lapar

Cuaca dingin di Tokyo membuat saya tidak sadar kalau belum makan dari pagi dan hanya minum teh susu hangat saja. Jadinya saya bilang ke yuichi kalau saya lapar. Beliau lalu membawa saya berkeliling-keliling akihabara untuk mencari kedai makanan yang halal. Dasar saya ngga ngerti peta jepang, dan yuichi juga jarang ke daerah itu, kami bertiga nyasar.

Gara-gara nyasar saya akhirnya lewat jalan-jalan sempit di wilayah Akihabara. Melewati toko-toko yang menjual barang-barang secondhand. Suami masuk ke beberapa tempat. Harga laptop kisarannya sekitar 2 juta rupiah malah ada yang 1 juta rupiah saja. Kamera, harganya berkisar antara 2-3 juta rupiah, bisa lebih tergantung merk dan spec-nya. Tetapi yang patut diingat bahwa ada toko yang memberikan garansi 7 hari dan ada toko yang tidak meberikan garansi sama sekali. Jadi sekali lagi, JELI.

Setelah sekitar 30 menit nyasar akhirnya ketemu juga tempat yang dimaksud yuichi, yaitu rumah makan Pakistan yang Insya Alloh halal. Saya sedikit bingung mau memesan apa, karena saya tidak terlalu suka makanan Pakistan atau India yang bumbunya kuat. Jadinya saya akhirnya pesan masakan Vietnam (yang juga tersedia disitu) yaitu Green Curry Pho dengan harga 500 yen (termasuk minum) dan teh susu panas ala Pakistan. Kenyaaangg….

Perjalanan kemudian dilanjutkan. Yuichi mengajak saya melihat-lihat old market-nya akihabara. Jadi sebelum ada mall-mall yang modern itu, old market itu lebih dulu ada.  Isinya tidak banyak, seperti aneka spare part elektronik. Ada pula toko yang menjual barang-barang unik seperti jam tangan, bolpoint dan kacamata yang ada kameranya. Pasti yang beli itu detektif, paparazzi atau tukang intip. Salah satu toko menjual aneka barang-barang elektronik puluhan taun yang lampau.
Saya sudah lelah hari ini, jam sudah menunjukkan pukul 8 malam tapi masih ada satu tempat lagi yang harus dikunjungi. Sambil berjalan ke stasiun subway terdekat saya melewati jejeran toko yang ramai. Beberapa remaja berpakaian seperti tokoh kartun berteriak-teriak dengan suara yang dibuat-buat cempreng tapi lucu memanggil orang-orang itu masuk ke toko itu. Disebelah kiri saya ada sebuah bangunan yang bertuliskan “Akiba maid”. Akihabara memang terkenal dengan café-nya. Tempat dimana kamu bisa melihat perempuan-perempuan muda belia jepang yang berdandan ala pelayan Restaurant seperti di komik-komik. Mereka menyanyi, menari dan mau diajak berfoto dengan harga tertentu.
Saya berjalan lagi sambil menenteng tas yang keberatan, dan payung yang kini telah kering. Sesosok gadis berbaju kelasi ala sailor moon di ujung jalan tersentak dan bersembunyi di balik papan iklan. Ditangannya tergenggam segebok selebaran. Saya kemudian bertanya kepada yuichi mengapa ia bertingkah seperti itu? Yuichi menjawab, mungkin perempuan itu takut melihat seseorang yang tidak disukainya. Saya berkata, jangan-jangan dia takut kalau dilihat orang tuanya. Saya menatap perempuan itu, dia masih sangat muda. Masih sangat-sangat muda.


(bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: