Ayu Galuh Anggraini

Backpackeran ke Tokyo: Jalan-jalan ke Taman Istana

In Tokyo on September 3, 2012 at 2:12 pm

Saat saya googling tentang tempat manakah yang harus dikunjungi di Tokyo, yang pertama muncul adalah Imperial Palace dan Imperial Palace East Garden. Sayangnya, menurut yuichi, reservasi untuk masuk ke Imperial Palace (tentunya hanya beberapa lokasi saja yang dibuka untuk umum) sudah penuh jadi saya hanya bisa ke Imperial palace East Garden. Gimana yah bentuknya??

Lian yang nama aslinya Desliana Maulipaksi, seorang teman yang pernah bersekolah di Jepang, bilang kalau taman-taman di Jepang itu jempolan semua. Menyenangkan untuk dilihat dan hang out disana. Lian juga yang jadi tempat konsultasi saya sebelum saya berangkat ke jepang. Makasih ya lian… Jadi selama saya di Tokyo saya ingin banget keliling taman-taman disana. Tapi sayangnya waktunya tidak cukup banyak untuk itu. Yuichi menjelaskan kalau ada dua macam tipe taman di jepang, yang modern dan yang tradisional. Kalau saya lihat di buku, taman yang tradisional itu keren sekali, mirip dengan yang saya lihat di buku milik papa.

Cara menuju ke sana

  • Jalan sebentar dari Otemachi Station dengan subway atau jalan kaki sekitar 10 hingga 15 menit dari Tokyo Station. Tokyo station ini bangunannya aslinya keren loh, tapi karena waktu saya kesana sedang direnovasi jadinya saya tidak memotretnya, soalnya masih ditutupi jaring-jaring berwarna hijau. Haha
  • Cara lainnya adalah dengan berjalan kaki sekitar 5 menit dari Nijubashimae Subway Station dari Chiyoda Line exit 2, atau 5 menit jalan kaki dari Hibiya Station dari Mita Line Exit B6, bisa juga dengan jalan kaki sekitar 8 menit dari Sakuradamin Subway Station dari Yurakucho Line Exit 3.

Mampir ke Nijubashi Bridge

Hujan turun semakin deras, saya harus berjalan kaki sekitar 15 menitan ke Imperial Palace Nijubashi bridge. Nijubashi atau yang biasanya dikenal dengan nama jembatan kembar. Jembatan ini merupakan bagian dari Kastil Edo, yang merupakan symbol jalan masuk ke Imperial Palace. Menurut yuichi jembatan kembarnya bukan yang letaknya di depan, tetapi yang letaknya di belakang. Jadi banyak orang salah persepsi tentang jembatan kembar ini. Alhamdulillah, guide dadakan saya ini pinter banget. Hahaha…

taman ini ada di area sebelum ke nijubashi. pohonnya seperti cemara udang, tapi saya paling suka dengan kombinasi sempurna antara rumput dan pohonnya yang tertata rapi dan bersih tentunya.

ini bukan istana tapi hanya sebuah bangunan bagian dari istana

berpose dengan latar belakang yang “katanya” nijubashi bridge

ini baru nijubashi bridge

Nah, setelah selesai melihat-lihat, kita bertiga berjalan kaki ke East Garden, dari nijubashi bridge sekitar 5-7 menit jalan kaki. Tanda kalau tempat itu east garden tidak terlalu jelas, jadi jangan sampe kelewatan jalannya. Suasana di sekitar lokasi sangat bising, karena banyak bangunan-bangunan perkantoran maupun hotel sedang direnovasi. Jadi di Tokyo, mereka tidak membeli tanah kosong dan kemudian mendirikan gedung perkantoran di atasnya, tetapi mereka membeli gedung yang sudah tua dan kemudian direnovasi kembali. Mungkin juga karena sempitnya lahan disana. Tapi saya suka juga dengan konsepnya jadi setiap hari mungkin bisa ada sebuah gedung yang baru (direnovasi).

peta imperial palace east garden

Suami saya (yang serba praktis) agak malas untuk masuk ke area tamannya, tentu saja karena dia sudah ngebet ke destinasi selanjutnya. Tetapi yuichi memaksa kami masuk, kami harus tau seperti apa sejarah taman ini. Saya setuju sekali. Jadilah kami masuk ke dalam. Maaf yah suamiku…

berpose dulu di gerbang depan

Taman ini dibuka dari jam 9 hingga jam 16.30 (sampai jam 5 sore dari pertengahan April hingga Agustus, dan sampai jam 4 sore dari bulan November sampai February). Pengunjung bisa masuk sampai 30 menit sebelum taman itu ditutup. Taman ini tidak dibuka pada hari Senin, Jumat, tahun baru (28 Desember sampai 3 Januari) dan hari-hari yang khusus. Biaya masuknya? GRATIS

Untuk memasuki taman ini, kita akan melewati sebuah pintu gerbang seperti di film-film kerajaan itu, terbuat dari kayu, besaaar dan berat. Kemudian kita akan melewati pos penjagaan. Suasana berbeda akan segera menyambut kita, hijau dan asri. Saya sempat melihat sebuah pohon plum yang berbunga cantik sekali. Sebelum sakura, bunga plum ini yang jadi favorit. Entah mulai kapan tradisi sakura ini lebih popular daripada melihat plum tree blossom.

Oke, lanjut jalan terus sampai kita melihat ada pos-pos penjagaan istana jaman dahulu. Saya iseng melihat papan yang menceritakan tentang sejarah East Garden ini. Kōkyo Higashi Gyoen ini adalah bagian dari istana dalam kekaisaran Jepang yang kemudia area ini diputuskan dibuka untuk umum. Area ini dulunya merupakan bagian dari Edo Castle yang didalamnya ada banyak bangunan. Kemudian suatu waktu, bencana kebakaran besar melanda Tokyo dan semua bangunan itu habis tak bersisa, termasuk salah satu bagunan utama yang bentuknya seperti pagoda yang tinggi sekali. Nah, kemudian area itu dijadikan taman saja, yang tersisa hanya bangunan penjaga dan dinding-dinding batu saja. Edo Castle merupakan tempat tinggal Shogun Tokugawa yang menguasai Jepang dari tahun 1603 hingga tahun 1867. Kaisar Meiji juga tinggal disini dari tahun 1868 hingga 1888 sebelum pindah ke Imperial Palace yang baru dibangun.

gambaran wilayah ini dahulu kala sebelum terbakar

proses pembangunan kembali, tetapi menjadi taman,hanya bangunan pos penjagaan yang dipertahankan serta batu-batu persegi raksasa

teknologi bangunan jepang jaman dulu. Canggih!

Ketika melihat-lihat, tidak sengaja saya melihat pohon berwarna pink pucat dari kejauhan. Saya bertanya ke yuichi: “Is that sakura tree?”. Yuichi menjawab: “Let’s walk there, then we will know”. Saya berjalan super cepat karena bisa jadi itu pohon sakura pertama yang saya temui di perjalanan ini. Saat semakin dekat ke pohon itu, yuichi bilang “Yes, that is Sakura”. AAaaaaaa….!!!!! *screaming*

foto dulu bertiga

courtesy of yuichi watanabe

Banyak orang yang sibuk mengambil gambar, memungut bunga sakura yang jatuh ke tanah. Saya sibuk mengagumi pohon sakura yang begitu indah. Burung-burung juga sibuk melompat-lompat dari dahan ke dahan dengan riang gembira. Tidak semua sakura terkembang di akhir maret ini. Saya terlalu cepat datang ke Jepang. Seandainya saja saya datang 2 minggu kedepan. Saya bisa melihat pemandangan yang unbelievably beautiful Subhanallah…
Spot terakhir yang saya kunjungi di taman ini adalah sisa fondasi bangunan kastil lama yang terbakar itu. Bagunan itu kalau masih ada pasti tinggi sekali. Total ada 6 lantai kata yuichi. Sayang sekali bangunan itu tidak dibangun lagi. Rupanya kebakaran besar sering sekali melanda jepang, cerita Yuichi. Wah, serem juga yah…
pohon berbunga kuning cantik
sayang letaknya dekat toilet
Kami pun kemudian berjalan ke luar dari wilayah taman dan melewati tempat souvenir sekaligus ruangan bagi yang ingin melihat tayangan tentang taman tersebut. Saya kedinginan. Tapi saya sempat mengambil gambar sebuah tanaman berbunga kuning yang cantik sekali. Yuichi membelikan kami minuman hangat dari vending machine. Nikmatnya….Waktu menunjukkan sekitar jam 3 sore, saya harus cepat-cepat menuju destinasi selanjutnya. Hujan sudah berhenti tapi saya masih harus berjuang melawan dingin. Yuk baca tulisan saya selanjutnya tentang Akihabara….


(bersambung)

  1. iki manualan pindahan opo otomatis nggawe mesin?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: