Ayu Galuh Anggraini

Pantai Watu Ulo, mengais sepotong kenangan di masa kecil.

In Jalan-jalan, Jelajah Negeri, sekitarku on August 9, 2012 at 12:37 pm

Sudah sekitar empat tahun semenjak pensiun, orang tua saya menetap di Jember, sedangkan rumah yang saya tinggali sedari kecil dihuni oleh adik saya. Sehingga setiap pulang kampung saya tidak lagi ke Bondowoso melainkan ke Jember. Sejak lama pula saya ingin sekali mengunjungi pantai terdekat.

Sewaktu masih kecil, saat papa tidak sibuk dengan pekerjaannya, kami sekeluarga selalu pergi ke tempat-tempat wisata entah itu ke Surabaya, Jogja, Bali, Malang, maupun ke kampung halaman papa di Pulau Madura. Salah satu tempat yang sempat kami kunjungi adalah pantai Watu Ulo dan ternyata kemudian atas rekomendasi papa, saya harus mengunjungi Tanjung Papuma

Watu ulo berasal dari kata “watu” yang berarti batu dan  “ulo” yang berarti ular sehingga berarti batu ular. Saya ingat sewaktu saya kesana semasa kecil, papa pernah menceritakan tentang legenda asal-usul pantai ini hingga dinamakan watu ulo. Legenda menceritakan bahwa konon ada seekor ular raksasa yang menjelma menjadi batu. Saking panjangnya ular itu maka dikisahkan ekor ular itu berada di pesisir banyuwangi, badannya berada di watu ulo dan kepalanya ada di puger. Ada pula legenda lain yang menceritakan kalau ular tersebut dibunuh oleh seorang kesatria dan badannya dipisah menjadi tiga bagian. Begitulah yang saya dengar sewaktu saya masih kecil.

Lokasi pantai ini sekitar sekitar 1 jam perjalanan dari kota jember, bila kita menempuh perjalanan dengan mobil berkecepatan rata-rata 60km/jam. Sepanjang perjalanan saya tidak merasa bosan. Hidup di Jakarta sepertinya membuat saya hilang ingatan bagaimana indahnya hamparan sawah menghijau dengan latar perbukitan dan pegunungan yang indah. Saya sendiri heran bagaimana saya seperti terkagum-kagum melihat itu semua, padahal saat saya masih tinggal di bondowoso dan jember, pemandangan itu terlihat biasa saja. Tidak ada macet, tidak ada polusi udara dan kebisingan yang berlebihan. Ayem , tentrem, dan damai.

Untuk masuk ke lokasi wisata ini, biaya yang dikenakan untuk setiap pengunjung adalah Rp. 3000 saja. Jujur saya sedikit kaget ketika sampai di pantai watu ulo pemandangan indah yang saya bayangkan tergusur oleh kenyataan yang menyesakkan dada. Pantai yang terbengkalai, begitulah keadaannya. Saya dan keluarga mungkin hanya satu-satunya pengunjung. Warung-warung yang sepi, tatapan hampa pemiliknya cukup menjelaskan semuanya. Keadaan ini kemudian saya ceritakan ke papa, dan papa bilang bahwa hal itu disebabkan oleh pengelolaan pemerintah daerah yang setengah-setengah. Sungguh disayangkan…

Pantai watu ulo adalah pantai yang berpasir hitam, dengan ombak laut yang besar dan cukup ganas boleh dibilang, karena merupakan bagian dari samudera Indonesia atau yang biasa kita kenal sebagai Laut Selatan. Kita dilarang keras untuk berenang di pantai ini karena sudah banyak memakan korban. Walaupun sepi, ada pula saat-saatnya pantai ini ramai pengunjung terutama saat ada upacara-upacara adat tertentu.

Ada satu pemandangan unik yang saya lihat disini yaitu seorang pencari ikan yang tegak berdiri diatas karang yang menjorok ke laut. Dia dengan cueknya menunggu kailnya tersangkut ikan dengan diiringi oleh deburan ombak yang menabrak karang. Tak jarang tinggi ombak itu melebihi tinggi tubuhnya. Sebuah pemandangan yang tidak setiap hari bisa saya saksikan. Amazing…

Bagaimanapun juga, saya senang bisa berada disana. Kembali mengumpulkan puzzle kenangan masa kecil yang terserak dan sedikit terlupakan karena dimakan usia. Semoga pantai ini bisa kembali semarak, kembali indah seperti yang saya ingat dulu…

Happy traveling

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: