Ayu Galuh Anggraini

Musim dingin di Hongkong (part 3)

In Hong Kong, Jalan-jalan on August 9, 2012 at 12:28 am

Saatnya mengeksplor Hongkong Island!!! Untuk menuju ke Hong Kong Island bisa menggunakan Star Ferry ataupun dengan MTR, tinggal pilih. Saya pribadi lebih memilih naik MTR karena kapal-kapal star ferry sepertinya sudah tua banget usianya. Mirip kapal-kapal di film-film mafia hongkong. Kami pun tersesat di Hong Kong Island ini.

The Peak Tram

Peak Tram adalah kereta kabel sepanjang 1,4km yang merupakan transportasi umum mekanik pertama di Hongkong dan merupakan kereta kabel tercuram di dunia. Kereta inilah yang saya pilih untuk menuju ke The Peak. Tarif tram yang dikenakan adalah 22HKD sekali jalan dan 33HKD untuk pergi pulang.

The Peak Tram Lower Terminus terletak di Garden Road. Jika naik MTR maka berhenti di stasiun Central keluar di Exit J2. Nanti anda akan menemukan taman yang disebut Charter Garden. Berjalanlah mengikuti petunjuk yang tersedia. Lumayan jauh sebenarnya jalannya dengan kontur tanah yang menanjak cukup bikin ngos-ngosan. Oyah… berhubung central itu daerah sudirman-nya jakarta, jangan kaget klo esmud-esmud cakep-cakep berkeliaran. ^_^ Jika dari Kowloon anda naik Star Ferry maka anda bisa naik bus tingkat no 15C untuk menuju ke Tram lower terminus.

saat itu antrian cukup panjang, tapi ada satu keluarga Indonesia yang mendapatkan perlakuan khusus tidak mengantri seperti yang lain. hebaaattt. Sambil mengantri anda bisa melihat sekilas sejarah tram melalui foto-foto dan diorama yang ada di pintu masuk. Ketika kereta datang, saya bergegas naik. Ternyata modelnya kuno sekali dengan kursi kayu kokoh, sedikit kurang nyaman buat saya. Jalanan menuju keatas memang benar-benar curam. Kalau yang gampang banget pusing bisa bahaya. Saya kesulitan mengambil foto karena bangku yang sempit dan sebelah segerombolan ABG Indonesia (dari logat medoknya kayaknya dari surabaya) sibuk berfoto sampe saya setengah tergencet. Ouch!

rute the peak tram
bersejarah banget

Ditengah-tengah perjalanan saya kaget, kereta berhenti. Ternyata ada penumpang yang naik dari tiap stasiun yang sudah menunggu di “halte” yang tersedia.

The Peak – Museum Madame Tussaud

turun dari tram, untuk bisa ke Madamme Tussaud kita harus naik beberapa lantai. Harga tiket masuk museum 160HKD untuk dewasa dan 90HKD untuk anak-anak. Ada banyak toko yang menjual aneka souvenir khas hongkong. Walaupun banyak restaurant, saya memilih untuk makan di Burger King saja. Kita bisa melihat pemandangan Hongkong dari The Peak. Sayang waktu saya kesana, kabut lumayan tebal sehingga pemandangannya sedikit terhalang. Tapi jujur saya lebih suka pemandangan di Indonesia yang bukan hanya berlatar gedung bertingkat saja. ya kan???

untuk menuju The Peak selain naik Tram bisa juga dengan naik Bus tingkat no 15 dari central pier, begitu pula pulangnya. Tapi sekali lagi bagi yang menderita mabuk darat, tidak direkomendasikan.

Cari makanan Indonesia di Causeway Bay

Sepulangnya dari The Peak karena kebingungan kami akhirnya naik taxi ke wilayah ini. Supir taxi di hongkong tabiatnya tidak jauh beda dengan di Macau. Sama-sama doyan ngebut. Kalau tidak salah biaya yang dikeluarkan sekitar 60HKD (dibagi 3 masih murah la ya). Maksut hati ingin mencari makanan Indonesia yang katanya banyak tersebar disini apa daya malah tersasar.

Untuk menuju wilayah ini, bisa menggunakan MTR turun di Causeway Bay station atau menggunakan tram listrik. Daerah ini ramai sekali karena merupakan daerah pusat perbelanjaan dan daerah tempat berkumpulnya para pahlawan devisa Indonesia. Tujuan saya adalah mencari Rumah makan CANDRA. Setelah sibuk tanya kesana kemari dan muter-muter tanpa arah (padahal sudah tanya TKW loh, tapi kebetulan TKWnya super pelit info dan blagu abis “uppss”) akhirnya saya putuskan untuk menyerah sajalah, pulang dan makan di dekat hostel.

Icon Causeway Bay adalah sebuah shopping Mall bernama Times Square. Menurut saya sih perpaduan antara PIM dan Grand Indo, tapi memang bangunannya megah sekali karena terdiri dari 16 lantai loh! Sayang sekali sebenarnya saya sudah kelelahan saat itu. Mall ini buka dari jam 10 pagi hingga jam 10 malam.

Apa yang gratis di Hong Kong?

Emang ada? Jawabnya ADA. Ini saya ketahui setelah saya dengan telitinya membaca semua petunjuk-petunjuk di peta Hong Kong yang dibeli suami ketika pertama kali ke hong kong. Apa aja itu?

Naik Kapal Duck Ling
Kapal legendaris (sudah beroperasi selama 150 tahun) yang biasa kita lihat di brosur-brosur travel hongkong ini bisa kita naiki dengan gratis pada hari-hari tertentu. Kapal ini berlayar dari Central Marina Hongkong Island setiap hari Kamis jam 15.00 dan 17.00 dan dari Kowloon Peninsula Marina jam 14.00 dan 16.00 setiap hari selasa. Catat yah! (semoga belum ada perubahan)

Tai Chi Exercise
Sebenarya saya pengen ikutan latian ini sewaktu ke Hongkong, paling ngga bisa buat foto-foto (niat yang salah ^_^). Bagi yang berminat bisa gabung ikut latihan jam 8 pagi pada hari senin, rabu, kamis, dan jumat. Lokasinya di sebelah Intercontinental Hotel.

Chinese sweet class
Katanya sih, kita diajarin cara bikin kue tradisional cina, seperti kue bulan. Pelajaran diberikan selama 1 jam 15 menit dimulai pada jam 12 siang dan jam 3 sore setiap hari minggu. Lokasinya masih unknown yah…

Tea Ceremony Class
Diadakan di The Lock Cha Tea Shop dekat Hong Kong Park dari jam 4 sampai jam 5 sore setiap senin, rabu dan jumat

Free entry museums
setiap hari rabu, kita bisa masuk musium-musium gratisan ^_^

Ps: Kalau ada info-info yang salah, plis kasi tau saya yah..

Happy traveling All

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: