Ayu Galuh Anggraini

Mau sih traveling. Tapi……

In My Tips, Random Things of Me on August 9, 2012 at 1:31 pm
“ih… aku pengen deh bisa jalan-jalan”
“trus?”
“tapi…. gak ada dananya. Mahal sih ya..”
“tergantung sih”
“eh.. tapi aku juga sibuk”
“…..”

Percakapan diatas sekedar ilustrasi saya tentang seseorang yang ingin sekali jalan-jalan tetapi terkendala banyak hal. Apa saja itu? Check this out..

WAKTU

Sering banget saya dengar orang yang mengeluh pengen jalan-jalan tapi ngga ada dana dan kesempatannya. Bukan hanya ke luar negeri loh tapi juga dalam negeri. Soal kesempatan memang itu rahasia Tuhan dan kantor tempat bekerja. Kenapa begitu? Ada dananya, tapi taunya lagi sakit pas hari H atau mendadak ada acara lain. Itu sudah Tuhan yang berbicara. Ada dana, badan sehat wal afiat, gak ada juga kepentingan mendesak eh taunya gak dapat cuti dari kantor. Apes banget yah…

Buat para pejalan atau traveler yang sangat addict, kesempatan itu bisa disiasati dengan rajin mengumpulkan cuti selama setahun hanya untuk jalan-jalan sebulan penuh misalnya. Bekerja sebagai freelancer juga memberikan fleksibilitas waktu dalam memuaskan hasrat jalan-jalan. Memiliki bisnis sendiri juga lebih enak lagi, tidak perlu ijin siapa-siapa kan? Ada juga yang lebih ekstrim, berhenti bekerja sementara hanya untuk jalan-jalan sepuasnya. Setelah puas, balik lamar kerja lagi. Hi hi…

Penentuan waktu kapan jalan-jalan itu penting loh. Kenapa? Karena bisa berkaitan dengan masalah kenyamanan, dana, dan lain sebagainya. Contoh:

Jangan traveling waktu high season. Kenapa? Karena harga tiket pasti mahal-mahalnya begitu pula biaya menginap di hotel maupun hostel itu akan naik berkali-kali lipat. Sebelum traveling cek dulu, negara atau daerah yang akan kamu kunjungi suasananya gimana, cuacanya gimana. Gak mungkin kamu maksa traveling padahal di daerah itu lagi konflik, atau kamu maksain traveling pas di negara itu lagi ada badai salju. Oke, memang itu tantangan yah. Tapi apa iya kamu yang tadinya pengen jalan-jalan, seneng-seneng malah sakit atau pusing karena kejebak di tengah-tengah perang saudara. Kalau saya sih itu “Big No No” thing.

Buat cewek nih, lebih baik traveling saat tidak lagi datang bulan. Kenapa? Karena ada mahluk yang namanya PMS. Itu nyiksa kamu sendiri dan mungkin partner kamu karena sering kamu omeli karena (misalnya) ngga sengaja nyasar. Jangan maksa traveling hanya karena teman kamu ngajak kesana. Padahal sebenarnya kamu gak pengen-pengen banget. Endingnya mungkin akan jadi gak oke. Kamu bisa jadi bosan, berantem ama temenmu, dan lain sebagainya.

Yang terakhir, jangan maksa traveling padahal bos gak ngijinin. Kamu pura-pura sakit padahal lagi jalan-jalan. Trus gak sengaja update status FB atau twitter dan si bos tau. Ini banyak terjadi loh. Hasilnya….. kamu kira-kira sendiri deh.

BIAYA

Siapa bilang jalan-jalan harus mahal dan jalan-jalan itu harus ketempat yang jauh-jauh. Banyak kok tempat wisata di sekitar kita yang mungkin belum pernah kita eksplor. Ada banyak warga Jakarta yang gak pernah main-main ke monas. Banyak juga yang bilang pernah tapi duluuuuuuu banget pas masih kecil. Coba deh main-main ke Monas, ragunan, museum gajah, museum tekstil, Taman Mini Indonesia Indah, dan lain sebagainya. Murah loh itu, gak sampe habis ratusan ribu, kecuali jajannya seabrek-abrek ya.

Untuk menyiasati masalah dana atau financial ini solusinya adalah: Yang pertama kalian harus NABUNG. Iyeeee, masuk ke bank, setor duit kesana. Pake celengan juga bisa loh, kalau sudah penuh dipecahin. Jangan dibuat belanja-belanji yah. Harus kuat mental. Kurangi jalan-jalan ke Mall, apalagi waktu sale besar-besaran. Jangan buka online shop yang barangnya lucu-lucu. Kamu harus estimasikan dulu berapa rupiah yang harus keluar jika jalan-jalan ke daerah A atau negara B. Segitu yang harus kamu kumpulin dananya. Lebihkan untuk dana belanja oleh-oleh atau souvenir disana. Ini termasuk budget khusus. Buatlah target sebulan kamu harus kumpulin berapa duit biar nabungnya gak kelamaan, malah rencana jalan-jalan kamu jadi basi dan malah jadi beban.

Yang kedua adalah jalan-jalan system BACKPACKER. Seorang backpacker itu berorientasi pada budget. Kalau ada yang murah, sesusah apapun itu, oke aja. Asal sesuai budget. Misal pergi ke negara A, budgetnya satu juta untuk estimasi 7 hari. Maka dia harus berusaha uang segitu cukup untuk semua rencana perjalanannya. Ada juga istilah flashpacker. Flashpacker menurut pemahaman saya, mirip dengan backpacker tetapi flashpacker masih memperhatikan kenyamanan travelingnya. Hostelnya masih mesen yang deluxe private dan bukannya mixed dorm atau punya destinasi tertentu yang tiket masuknya mahal. Baik backpacker maupun flashpacker butuh usaha lebih untuk mempersiapkan dan mewujudkan rencana jalan-jalannya. Ikut paket dari agent tour and travel sangat tidak disarankan bagi yang ingin traveling murah karena rata-rata harga yang dipatok adalah dalam USD belum tambahan ini dan itu. Bandingkan deh pengeluaran yang harus dikeluarkan jika kita jalan-jalan dengan usaha sendiri daripada pake tur. Selisihnya lumayan besar loh dan tidak flexible alias semau kita. Tapi sekarang banyak tur ala backpacker dengan biaya yang gak bikin puasa sebulan. Kalau kamu punya uang dan tidak mau capek, pergi pake tur itu tidak masalah, karena semua sudah ada yang atur. Jadi tinggal bawa badan aja dan cukup uang. Jadi tergantung pilihan kita mau yang mana.

Jalan-jalan pakai BUDGET AIRLINES adalah cara yang ketiga. Sekarang kamu tinggal duduk di depan computer, dan berburu. Tiap budget airlines berbeda-beda waktu sale-nya. Jadi harus rajin cek website-nya dan daftar jadi membernya untuk dapat pemberitahuan khusus ke email kamu kalau ada program-program khusus. Harus pandai-pandai juga mengkombinasikan beberapa maskapai jika ingin murah. Misal dengan maskapai Air asia, penerbangan langsung dari Jakarta-Jepang biayanya sekitar 5 juta PP. Tapi air asia Kuala lumpur – Jepang hanya 2 juta PP, dan tiket PP Jakarta – kuala lumpur 1 juta. Jadi kombinasinya adalah Jakarta – kuala lumpur – jepang – kuala lumpur – Jakarta. Kita masih bisa berhemat 2 juta plus bisa jalan-jalan di Malaysia kalau waktu transitnya cukup lama.

Tips untuk booking biar sukses adalah jangan lama-lama mikir. Karena banyak orang yang mau juga tiket murah. Semakin lama kamu mikir, makin kecil peluangmu buat dapat yang murah. Suami saya nih yang selalu mengingatkan tentang hal ini karena dialah yang selalu lincah booking tiketnya. Siapkan rencana perjalananmu sebelumnya dan tidak satu destinasi. Kalau satu gagal, bisa dicoba yang lainnya. Satu lagi, jangan takut rugi. Kalau gagal terbang karena gak bisa dapat cuti anggap saja sedekah. Tapi ya, ruginya jangan besar-besar. Hehee. Tiket promo rata-rata tidak bisa dipindah tangankan loh. Ini pertanyaan yang paling sering muncul.

Tips berikutnya adalah, “jalan-jalan jangan berhutang”. Maksud saya disini adalah jangan mengajukan pinjaman ke bank untuk jalan-jalan. Membiayai perjalananmu dengan kartu kreditmu. Pulang-pulang malah dapat masalah baru dengan membesarnya tagihan dan bisa-bisa kamu jadi pailit. Jangan sekali-kali pakai kartu kredit untuk belanja kecuali kalau kepepet dan segera lunasi sewaktu sudah pulang dari jalan-jalan. Percayalah kamu ngga akan KEREN kalau jadi KERE hanya karena memaksakan diri traveling dengan tidak smart.

Penginapan yang mahal bisa disiasati dengan MENUMPANG. Gunakanlah koneksimu untuk menumpang di tempat mereka supaya bisa berhemat dan dananya bisa digunakan untuk yang lainnya. Ada banyak organisasi/perkumpulan traveler yang menawarkan fasilitas untuk menumpang menginap semacam http://www.couchsurfing.org atau http://www.hospitality.com. Tapi perlu diingat kalau menumpangnya harus ada aturan, gak bisa seenaknya. Cek juga host-nya reputasinya bagus apa tidak. Kalau diperbolehkan menginap bawalah oleh-oleh untuk tuan rumah apa yang khas dari negara kita. Tetapi harus diingat bahwa jangan mengandalkan host saja, siapkan rencana cadangan kalau-kalau dia membatalkan janjinya dengan kita.Satu hal lagi, jika ingin menghemat budget untuk makan, teman-teman bisa membawa kue, abon, rendang kalengan atau mie instant. Kalau mau makan tinggal memasak di hostel. Jangan lupa pilih penginapan yang menyediakan fasilitas dapur bersama jangan sampai mau hemat malah jadi masalah.

Semua tips di atas tidak akan ada gunanya kalau kamu gak mau usaha. Hanya ingin saja tetapi tidak ada action untuk mewujudkan apa mimpimu itu. Hey, kapan terakhir kali kamu melakukan sesuatu untuk pertama kalinya? Bagaimana rasanya? Itu yang saya rasakan. Setiap perjalanan memiliki ceritanya sendiri-sendiri. Setiap jalan membawamu ke tempat yang baru. Banyak teman baru menantimu di suatu tempat yang kamu sendiri tidak akan menduganya. Pengalaman yang didapat itu PRICELESS!!!

Selamat jalan-jalan!
Happy traveling!

  1. Kalau udah punya uang emang masalahnya di waktu. Caranya ya nekat beli tiket aja. Pasti “terpaksa” berangkat dan terpaksa nabung ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: