Ayu Galuh Anggraini

Let’s Get Lost in Phuket (Part 3)

In Jalan-jalan, phuket on August 9, 2012 at 12:11 am

Hari terakhir di Phuket kami berencana untuk berjalan-jalan ke Patong sekalian mencari oleh-oleh. Sebelum Check out, kami berencana menuju Phuket Old Town yang katanya terkenal akan arsitektur kuno-nya yang mrupakan peninggalan jaman penjajahan. Sebelumnya kami berjalan untuk mencari lokasi makanan enak khas Thailand yang direkomendasikan oleh Rully. Lokasi hostel kami itu ternyata strategis sekali yaitu dekat dengan terminal, dekat dengan pasar, dan dekat dengan phuket old town. Terminal disini bukan seperti terminal di Indonesia yah.. jangan dibayangkan seperti itu. Terminal disini mirip seperti tempat nge-tem nya angkutan umum segala jurusan di Phuket. Mobil baru berangkat setelah penuh terisi, biayanya sekitar 25-30BHT. Enaknya angkutan disana adalah ngga bakal kerasa kepanasan karena sisi kanan, kiri, dan belakang serba terbuka… semriwing…
seperti inilah angkutan umum di phuket yang nge-tem di depan hostel
courtesy of ichiko
Salah satu keuntungan menginap di Phuket Town adalah anda bisa berbelanja makanan-makanan kecil seperti aneka manisan, kacang, bahkan inne memborong nori (rumput laut) yang harganya murah sekali. Selain itu pula anda bisa menemukan aneka kain khas thailand dengan harga bersaing. Bisa dapat murah sekali kalau berani menawar afgan alias tawar sadis. Jajanan pasar juga tersedia. Sebenarnya yang hunting aneka camilan dan kain adalah inne dan chiko karena suami saya tidak pernah betah diajak muter-muter seperti itu.
contoh kain-kain yang dijual di Phuket Town
courtesy of ichiko
inne naksir banget sama kain ini, dan ternyata setelah ngobrol ama penjualnya, si penjual beli kain itu di bandung. wahahaha…
gerobak jualan ayam goreng yang bikin ngiler
courtesy of ichiko
aneka jajanan pasar
courtesy of Ichiko

Kami sarapan disebuah warung pinggir jalan di Phuket Old Street, sayangnya si Ibu tidak menyediakan Green Curry yang kami idam-idamkan. Saya memilih menu ikan laut dan sayuran. Rasanya enak, dan pedas sekali. Saya sampai minum bergelas-gelas untuk menghalau pedas. Rasa pedas ini bukan menempel di lidah tetapi melekat kuat di tenggorokan. Kenapa? Karena masyarakat Thailand sepertinya gemar menggunakan cabai bubuk atau cabai kering yang untuk dimasukkan dalam masakan. Jika menggunakan cabai segar mungkin rasa “terbakar” nya tidak terlalu lama dirasakan. Ini pedasnya super awet. Oyah, si pemilik warung punya dua ekor kucing yang ukurannya besar sekali, benar-benar made in Thailand. Pemilik warung juga bilang ia sangat suka Indonesia, dia pernah ke Borobudur lho. Untuk satu porsi makanan kita hanya membayar 30-35BHT. Kenyaaang…..

menu makan saya yang pedas

Perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri phuket old town, saat itu suasana begitu lengang. Kontras sekali dengan suasana di jalan dekat hostel yang hiruk pikuk. Terlihat beberapa toko yang buka tetapi lagi-lagi sepi pengunjung. Bangunan ruko-nya pun unik. Sebenarnya tidak jauh beda seperti Kota Tua di Jakarta, namun yang ini lebih terawat dan bersih. Udara panas membuat saya tidak ingin berlama-lama. Setelah mengambil beberapa foto, saya dan suami ke hostel untuk packing sementara inne dan chiko masih berbelanja beberapa pernak pernik untuk oleh-oleh.

bangunan ruko di phuket old town

Untuk menuju Patong, kami naik angkutan umum dengan membayar 30BHT seorang. Ada banyak backpacker mancanegara yang sejurusan dengan kami. Cuaca saat itu cukup panas, sehingga walaupun angin berhembus cukup kencang tetap saya saya berkeringat. Berhubung Inne batal gabung dengan Andra dan Rully untuk ke Bangkok, maka yang pertama dilakukan setelah sampai di patong adalah ke Patong Backpacker Hostel untuk bertemu Rully dan Andra. Ternyata mereka sudah check out. Untungnya setelah kebingungan beberapa saat akhirnya kita mengetahui bahwa mereka mungkin masih berkeliaran di seputar patong, karena backpack-nya masih dititipkan di hostel. Akhirnya kami ikutan nitip backpack disitu juga setelah terlebih dahulu meminta ijin kepada si empunya hostel. Walaupun terlihat galak, ternyata baik hati juga. Sambil istirahat saya iseng jeprat-jepret jerohan hostel ini.

Ruang TV, ruang leyeh-leyeh, disebelah kirinya ada deretan komputer untuk berinternet ria tapi tidak gratisan melainkan berbayar, sekitar 50BHT kalau tidak salah. Disini pula tempat menitipkan backpack.
Kamar mix dorm ber-AC untuk 3-4 orang seharga 450BHT per person/night

Segala hal memang lebih mahal di Patong jika dibandingkan dengan di Phuket Town. Rate hostel bisa berubah dengan cepat sesuai season-nya dan hostel ini selalu penuh karena letaknya yang strategis, sangat dekat dengan Patong Beach. Agenda saya kali ini adalah membeli oleh-oleh, membeli tas yang kemaren saya dan inne incar, dan berfoto di pantai. Satu hal yang penting adalah mencari carteran kendaraan untuk ke Bandara. Rata-rata harga yang ditawarkan adalah 800BHT. Tanpa sengaja kami bertemu dengan rombongan sesama orang Indonesia yang kemaren satu kapal jadilah kami janjian untuk pulang. Jadilah akhirnya selain belanja bareng kita juga pulang bareng. Menyenangkan. Semoga lain kali saya bisa kembali lagi kesana.

Happy traveling

  1. Mbak mau nanya donk..itu bus yg dari phuket town ke patong persisnya dekat apa gitu?,kalau dari terminal bus2 antar kota dekat g ke angkutan yg ke patong itu?30 bat perorg ya ongkosnya?trus kalau malam jam 8 masih ad angkutan itu ke patong?
    Thx ya mb

    • Hi Vida..

      dari phuket town ke patong bukan naik bus, tapi seperti naik angkot aja. Letaknya di depan Phuket backpacker hostel.
      Nanti cari saja phuket backpacker hostel, di sebelah pasar phuket old town.
      Pilihan kedua kalau kamu bingung. naik taxi. Lumayan murah kalau rame-rame. Kalau misalnya gak ada argonya, tawar saja. rata-rata emang tawar menawar disana.
      Kalau malam setahu saya phuket town sepi banget. Nah kalau mau ke patong pilihannya adalah naik tuk-tuk atau taksi. Tapi tidak disarankan naik tuk-tuk.
      Untuk taxi-nya, boleh minta tolong petugas hostel untuk dicarikan taxi. Seperti biasa, tarifnya nanti akan nego dengan supirnya.

      Semoga bisa membantu

      • Kalau naik txi itu mahal g ya?kira2 berapaan kl ke patong mba?
        Thanks info nya mba

      • kalau naik taxi murah sih untuk ukuran orang indonesia. Aku dulu gak naik taxi tapi naik tuk tuk dari patong ke phuket town sekitar 150THB. aslinya 200BHT (60rb rupiah). jadi pintar-pintar nego saja.
        Kalau bareng temen2 kan bisa patungan jadi jatuhnya lebih murah kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: