Ayu Galuh Anggraini

Uka-uka di Haw Par Villa Singapore

In Jalan-jalan, Singapura on August 8, 2012 at 11:04 pm
Saya suka sekali mengunjungi obyek wisata yang tidak biasa. Nah, berhubung di Singapura saya menginap di wilayah Pasir Panjang, saya pun tertarik dengan satu obyek wisata bernama “Haw Par Villa”. Bayangan saya ini adalah sebuah tempat wisata yang unik, karena dari uncle Google, saya mendapatkan informasi kalau ini adalah tempat wisata sejarah tentang kebudayaan Cina yang dituangkan melalui diorama-diorama. Berhubung waktu saya pulang ke penginapan sudah malam, saya putuskan besok pagi-pagi saja mampir ke sana, karena tempatnya dekat.
Keesokan harinya, saya mencari tahu lokasinya, ternyata amat sangat dekat sekali. Bagi yang ingin berkunjung kesana, naiklah saja bis, cari yang melewati rute Haw Par Villa, karena tepat di depan Haw Par Villa ada halte bisnya. Rute bis bisa dilihat di tiap-tiap halte bis, dijamin ngga akan nyasar karena bis hanya akan berhenti di halte. Itulah yang saya kagumi dari Singapura, TERTIB. Waktu saya berkunjung, di dekat situ ada para pekerja yang lagi memotong-motong dahan pohon yang sudah rapuh. Ckckckc… saya kagum, karena pohon-pohon pun dirawat sedemikian rupa, diatur agar jadi peneduh yang nyaman, sekaligus tidak berbahaya bagi yang ada di bawahnya.
ini saya sudah pose sana pose sini

 
Belum juga masuk saya sudah gatel mau jadi model. Untung suami saya sabar, ha ha ha. Ngga usah takut nyasar, karena tulisan Haw Par Villa di depan lokasi sudah besaaaar sekali, dengan warna-warna yang sangat nancep di mata. Ada patung naga gede, dan ada patung budha lagi tertawa. unik.Sepintas saya lihat, lokasi berdirinya Haw Par Villa ini luas sekali, dan sedikit gelap karena banyaknya pepohonan yang rimbun disekitarnya. tapi cukup bersih dan terawat. Karena pagi-pagi, saya kira belum buka, ternyata sudah buka loh. Mereka rajin sekali yah. sudah terlihat juga beberapa wisatawan yang lalu lalang untuk melihat-lihat. Untuk masuk ke taman ini anda tidak perlu mengeluarkan uang sepesepun loh, alias GRATIS.
gak usah ditanya ini foto gaya apa, yang jelas saya kurus di foto ini..cihuyyy…
marilah menari hey…hey…hey…

Bagian dalam Haw Par Villa ini terdiri dari beberapa bagian tapi keseluruhan memang menceritakan budaya china dan legenda-legenda, nilai-nilai yang ada di masyarakat China. Ada sekitar 1000 buah patung disini dan 150 diorama raksasa, sepintas legenda yang saya paham sedikit adalah siluman ular putih (karena penggemar sinetronnya di SCTV jaman dulu banget) dan legenda Sun Go Kong alias Journey to the west. Jadi bisa dibayangkan yah, sejauh kaki melangkah di kanan dan kiri kita bertaburan patung-patung. Setiap diorama dilengkapi dengan cerita singkat yang ditulis dalam 4 bahasa yaitu bahasa Melayu, Bahasa Mandarin, Bahasa Jepang, dan Bahasa Korea.

Cerita singkat diorama legenda Madam White Snake

Tempat ini sebenarnya diberi nama “Tiger Balms Garden” yang dibangun pada tahun 1937 oleh dua bersaudara Aw Boon Haw dan Aw Boon Par pemilik dari perusahaan Tiger Balms. Tujuan dari pembangunan taman ini adalah untuk mengajarkan asal usul china kepada masyarakat sekitar dan juga generasi penerus. Taman ini pun dijual kepada pemerintah Singapura pada tahun 1979. Taman ini diberi nama Haw Par Villa pada tahun 1985 dan dibuka kembali untuk umum pada tahun 1990. Jadi ternyata yang saya lihat sekarang ini adalah bukan bentuk originalnya dari taman ini dulunya. Menurut berbagai sumber ada banyak patung yang dihilangkan, dipindahkan.

sebuah diorama

Nah, mana bagian uka-ukanya alias bagian horornya? Sebagai seseorang yang sangat sensitif, sangat tidak mengenakkan buat saya di lingkungan yang penuh dengan patung begini. Karena semakin kedalam semakin sepi dan sedikit orang yang niat melihat-melihat. Mungkin mereka merasakan juga suasana yang sedikit lain. Apalagi di bagian “10 court of Hell” alias diorama bagaimana sih siksaan di neraka itu menurut kepercayaan orang cina. Diorama itu diletakkan di dalam gua yang menurut saya gua buatan itu juga sangat menyeramkan. Saya menyerah, saya bilang ke suami, saya ngga mau masuk ke sana. Tapi teman saya (ika) keesokan harinya saya antar kesana dan dia masuk ke gua itu bersama turis yang lain, dan dia bilang di dalam menakutkan. Buat yang penasaran patung-patung di dalam gua itu seperti apa bisa googling saja. Terus terang saya ngga betah berlama-lama disana.

Ini bagian depan jalan masuk ke gua itu.
Sengaja gua-nya ngga saya foto karena saya ngga mau pulang membawa penampakan di kamera saya. hiiii

Setelah saya googling sepulangnya dari Singapura, saya membaca beberapa rumor kalau ada kemungkinan pemerintah Singapura akan memikirkan nantinya taman ini akan direkonstruksi, direlokasi, atau malah dihancurkan. Sedih ya… mengingat sejarah panjangnya taman ini. Memang patung-patungnya sudah banyak yang rusak, rapuh sehingga beberapa patung diletakkan tanda peringatan agar tidak disentuh karena khawatir akan runtuh dan membahayakan pengunjung. Sebelum rencana itu dilakukan, lebih baik jika ke Singapura luangkanlah waktu untuk berkunjung kemari agar anda ikut juga menjadi saksi sejarah…

Happy Travelling!!!

NB:

tulisan pindahan dari blog lama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: