Ayu Galuh Anggraini

Backpacking ke Macau: casino, cerita naga dan gondola

In Jalan-jalan, macau on August 8, 2012 at 11:39 pm

Macau terkenal dengan kehidupan malamnya yang warna warni. Hotel-hotel mewah dan megah, casino-casino yang bertebaran membuat pemandangan yang begitu kontras di malam harinya. Menjelang malam hari saya memilih untuk menjelajah ke City of Dreams yang terkenal dengan pertunjukan “The Bubble – Dragon Show” dan The Venetian yang terkenal dengan Gondolanya. Apalagi saya sudah bikin manas-manasin adik saya yang penggemar serial korea kalau saya mau “menengok” lokasi Geum Jan Di diputusin oleh Jun Pyo he he >_<

Casino Lisboa

Casino Lisboa

Berdasarkan buku petunjuk dan berdasarkan ajaran dari pemilik hostel, saya mencoba cara yang free alias ngga perlu bayar sama sekali, yaitu:

  1. Kalau ingin ke Venetian dengan gratis caranya adalah dengan menggunakan jasa free shuttle bus ke venentian. Tapi dari hostel saya tidak ada yang langsung ke Venetian. Saya diharuskan antri shuttle bus yang disediakan oleh hotel Grand Lisboa menuju ke Macau Ferry Terminal. Dari Macau Ferry Terminal naik free shuttle bus milik venetian yang berwarna biru.
  2. Kalau ingin ke City of Dreams dengan gratis caranya adalah dengan naik shuttle bus yang lokasinya ada di dekat hotel SINTRA. Bus yang berwarna ungu itu akan membawa kita langsung ke City of Dreams. Anda juga akan mendapatkan kupon undian gratis.

Rute yang saya ambil adalah yang kedua. Perjalanannya tidak memakan waktu yang lama, karena jalanannya lancar sekali. Saya melewati jembatan kembarannya Suramadu menuju City of Dreams di Taipa. Sesampainya di City of Dreams saya disambut dengan perempuan-perempuan cantik berbusana unik yang memberikan ucapan selamat datang plus senyum yang manis sekali. Ternyata City of Dreams bukan Casino saja tetapi pusat perbelanjaan juga. Banyak sekali wajah-wajah familiar para TKW kita yang sedang mengasuh anak majikannya. Celetukan-celetukan dalam bahasa jawa akrab sekali di telinga. Mereka pahlawan devisa kita.

Penasaran dengan The Bubble, saya ngga mau lama-lama mandangi baju-baju dan coat-coat keren yang dipajang. Saya ikuti papan petunjuk. Walaupun gratis tetapi pertunjukan ini ramai sekali peminatnya, apalagi waku weekend, harus mengantri panjang lebar. Segeralah menuju loket untuk meminta tiket masuk. Pada tiket tertera jam pertunjukannya sesuai giliran kita. Karena saya kesana malam hari, jadi saya tidak perlu mengantri panjang. Lancar sekali. Ruangan pertunjukan The Bubble jauh dari bayangan saya, ruangannya seperti kubah planetarium. Penonton diatur melingkar mengeliling “pusat” pertunjukan. Saya mengambil posisi paling depan tentu saja. Diatas kepala saya ada benda seperti piring terbang yang mengeluarkan cahaya. Kemudian pertunjukan dimulai. Indah sekali pokoknya. Saya lebih suka bolak balik liat the bubble ini (bukan karena gratisnya yah) daripada melihat song of the sea. Memang hanya permainan cahaya yang diproyeksikan ke tembok ruangan itu, tetapi animasinya itu sangat real, detil dan indah. Must see! Highly recommended!!!

animasi ubur-ubur

animasi ubur-ubur

the dragon

the dragon

Pertunjukan berlangsung sekitar 30 menit. Setelah 30 menit terkagum-kagum, saya memutuskan untuk ke Venetian sebelum larut malam. Awalnya saya mau jalan kaki saja nyebrang ke Venetian, karena memang Venetian terletak diseberang City of Dreams. Tapi setelah melihat kenyataan yang ada kok jaraknya lumayan juga. Akhirnya setelah berbahasa isyarat sekedarnya saya ditunjukkan shuttle bus yang menuju Venetian. Alhamdulillah…

Tujuan saya ke Venetian adalah melihat indahnya interior di dalam hotel dan casino itu. karena dari luar sudah kelihatan indah sekali. Hasil bergosip dengan bapak yang punya hostel, Venetian di macau itu dibangun lebih megah, lebih besar daripada aslinya di Las Vegas dan konon katanya merupakan bangunan ketiga terbesar di dunia (Ini hasil gosipan bapak yang punya hostel loh, kalau salah ya salahkan si bapak he he). Benar saja… interiornya indah sekali, serasa bukan berada di dalam gedung. Nah naluri narsis bisa disalurkan disini yah seeepuuuaaassnya.

berasa ada di venesia beneran ya

berasa ada di venesia beneran ya

Puas berpose sana dan sini, saya mencari-cari dimanakah gondola legendaris itu? Kok sepi? Kok perahunya pada tertambat begitu saja. Sayup-sayup terdengar alunan suara merdu seindah suara Pavarotti. “Santaaaa Luciaaaaa…………” Wow, norak saya keluar. Langsung berjalan kaki secepat kilat ke sumber suara. Benar saja, tukang gondolanya lagi konser special untuk pasangan yang sedang berpelukan di depannya. Ah andaikan dirimu di Indonesia pak, sudah bakal jadi saingan Putri Ayu ^_^. Biaya naik gondola sekitar MOP 108 (per ride) untuk dewasa dan MOP 80 (per ride) untuk anak-anak. Karena sudah malam jadi saya tidak mau mencoba. Kalau mau naik gondola, cari si bapak bertubuh subur ini, karena dia yag suaranya maut sekali.

harus coba yaa

harus coba yaa

Puas berkeliling dan nyasar di venetian (karena saking gedenya), saya pun pulang ke hostel. Untuk keluar dari Venetia butuh perjuangan berat karena muter-muter ngga nemuin pintu keluar arah lobbi. Saya pun berputar-putar di casino. Ikutan nyorakin yang menang taruhan padahal lagi keburu-buru mau pulang. Setelah berhasil menemukan jalan keluar, saya mencari Shuttle Bus Venetian ke Macau Ferry Terminal, dan dari Macau Ferry Terminal saya menumpang shuttle bus ke Grand Lisboa. Voila… perjalanan yang tidak mengeluarkan biaya perjalanan sama sekali sudah tuntas dilakukan. Uang yang dikeluarkan hanya untuk makan malam di KFC venetian.

Happy Travelling
(Bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: