Ayu Galuh Anggraini

Backpacking ke Macau, bukan sekedar kota judi

In Jalan-jalan, macau on August 8, 2012 at 11:35 pm

Traveling ke luar negeri itu dulu merupakan mimpi yang muluk-muluk untuk saya. Seorang perempuan yang lahir di kota kecil di Jawa Timur. Tapi sekarang saya bisa mewujudkannya, tersesat di negeri yang asing, dengan hanya berbekal peta di tangan dan backpack di punggung, I am ready to get lost.Destinasi kali ini adalah Macau atau Macao. Dalam benak saya macau itu kota judi, bahasa canton dan drama Korea berjudul “Boys Before Flower”. Nah yang terahir ini yang agak nyleneh (hahaha), karena gara-gara salah satu tempat shooting serial korea yang membuat saya tergila-gila itu di macau. Saya bermimpi suatu saat saya bisa kesana, dan ternyata kesampaian juga. Be careful what you wish for... ^_^

Persiapan untuk ke Macau adalah….

  • pakaian yang sekiranya oke buat foto-foto (ini wajib banget),
  • syal, kaus kaki tebal, sarung tangan untuk menahan dingin (hasil rekomendasi browsing),
  • dokumen-dokumen yang diperlukan,
  • peta macau (bisa minta ke kantor pariwisata macau, cek disini). Peta macau yang saya dapatkan di kantor pariwisata macau menurut saya lebih enak digunakan karena menggunakan bahasa Indonesia daripada peta macau yang bisa didapatkan di pusat informasi turis di macau.
  • Mata uang yang saya bawa dari jakarta adalah Dollar Amerika (USD) dan Dollar Hong Kong (HKD) karena Macau Pataca (MOP) tidak ada di Jakarta. Ada yang merekomendasikan kepada saya itu membawa USD saja, nanti sesampainya di bandara bisa tukar ke money changer yang ada.

Believe it or not..

Tiket yang saya peroleh untuk perjalanan ke macau murah sekali. Hanya Rp. 250.000 PP dengan maskapai penerbangan mandala langsung dr Jakarta-Macau. Airport Tax yang dikenakan adalah Rp. 150.000. Pesawat yang sebenarnya berangkat sekitar pukul 5 sore terpaksa ditunda karena alasan yang tidak diketahui. Tapi waktu itu memang hampir semua maskapai penerbangan yang dari dan ke Indonesia membatalkan semua jadwal penerbangan karena letusan Merapi.

Suasana bandara Soetta yang ngga nyaman semakin tidak nyaman dengan banyaknya calon penumpang yang keleleran. Akhirnya setelah ngemper beberapa jam, sekitar jam 9 saya pun bisa terbang ke macau.Satu hal yang juga harus disiapkan sebelum travelling adalah tempat menginap. Ini penting, kalau anda tidak mau berakhir di penginapan yang benar-benar “busuk”.

Rekomendasi penginapan

Dari Lonely Planet, saya memilih untuk menginap di Augusters Lodge. Saya pesan kamar dengan ranjang susun untuk berdua selama 3 malam dengan biaya sekitar Rp. 800.000. Pemilik hostel ini tanggap sekali ketika saya email untuk menanyakan lokasinya, menanyakan cara menuju kesana, biayanya berapa, semua dijawab dengan lengkap dan yang paling penting mereka bisa berbahasa Inggris dengan baik sekali.

Rekan yang saya kenal di pesawat bercerita kalau banyak memang hostel yang bagus dan murah, tapi ketika dihubungi via telp untuk reservasi, begitu mendengar kata-kata alam bahasa Inggris mereka langsung menutup telp-nya. Jangan dibayangkan kondisi hostel itu keren banget. Nanti jadinya kayak saya, agak syok. Contohnya Agusters Lodge, ternyata lokasinya di lantai 3 sebuah gedung yang mirip flat apartement. Tangganya ajah seperti lokasi syuting film horror asia. Tapi lokasinya memang jempolan, dekat kemana-mana, 5 menit jalan kaki ke senado square, 10 menit jalan kaki ke Casino Lisboa, Wynn Casino jika ingin menikmati malam bertaburan cahaya lampu-lampu casino yang indah.

Supir pembalap

Sehubungan dengan delay-nya pesawat yang saya tumpangi, saya kirim email ke hostel tempat saya menginap untuk mengkonfirmasikan, dan tidak ada masalah. Sampai di macau sekitar pukul 2 pagi. Hawa dingin begitu menusuk tulang. Berhubung dini hari, tandanya sudah tidak ada lagi bus yang beroperasi, mau tidak mau saya harus menggunakan taxi. Sebelumnya oleh pihak hostel saya diharuskan untuk mencetak denah, dan alamat hostel yang menggunakan bahasa Canton agar supir mengerti. Memang di macau supir taxi dan bus tidak bisa berbahasa Inggris.

Ambooiii naik taxi di macau serasa mau ikut balapan mobil. Kuenceeng nyetirnya, belok ngga kira-kira. Mau keluar rasanya semua isi perut. Biaya yang dikenakan dari bandara ke hostel adalah 65 MOP + pajak 30 MOP, jadi total saya harus membayar 95 MOP. Sampai di hostel saya cuci muka dan tidur karena sudah sangat lelah.

 

ngaso dulu di depan A Ma Temple.

ngaso dulu di depan A Ma Temple.

Lokasi-lokasi wisata yang kami kunjungi:

  1. A-MaTemple (dari hostel ke lokasi ini saya naik bis no 10 dengan biaya 3.2 MOP dan lokasi-lokasi selanjutnya bisa ditempuh dengan berjalan kaki)
  2. Moorish Barracks
  3. Lilau Square
  4. Mandarin’s House
  5. St. Lawrance’s Church
  6. St. Joseph’s Seminary and Church
  7. St. Augustine Square
  8. Dom Pedro V Theatre
  9. Sir Robert Ho Tung Library
  10. St. Augustine’s Church
  11. Leal SenadoBuilding
  12. Senado Square (hot spot untuk foto)
  13. Sam Kai Vui Kun temple
  14. Holy House of Mercy
  15. Catedral
  16. LouKauMansion
  17. St. Dominic Church
  18. Ruins of St. Paul (hot spot untuk foto)
  19. Na ChaTemple
  20. Section of the old city walls
  21. MountFortress
  22. St. Anthony’s Church
  23. CasaGarden
  24. Protestant Cemetary
St. Augustine's Church

St. Augustine’s Church

lokasi no 1-21 bisa ditempuh dengan jalan kaki karena letaknya yang berdekatan. sedangkan untuk no. 22-24 anda harus berjalan kaki lumayan jauh (saya yang versi jalan kaki tentunya sambil melihat-lihat sekeliling jalan yang dilalui yang ternyata merupakan pusat penjualan barang-barang antik). Jalan kaki disana nyaman banget. Tidak ada macet, jalanannya bersih. Hawanya yang sejuk bikin tidak terasa meskipun jarak yang ditempuh lumayan jauh. Saya pribadi suka sekali dengan macau, karena meskipun terkenal dengan kota judi tapi kotanya tidak seramai Jakarta yang saya kira. Jauh dibandingkan dengan jakarta yang super duper ramai dan bising

didepan ruin St. Paul

didepan ruin St. Paul

salah satu bangunan bergaya eropa di Senado Square

salah satu bangunan bergaya eropa di Senado Square

Ikuti saja petunjuk pada peta atau papan penunjuk arah, saya berani menjamin anda tidak akan tersesat kecuali memang berniat untuk mencari rute sendiri dan berniat untuk menyesatkan diri. Saya pribadi tidak berani karena kendala bahasa itulah yang tidak cukup diselesaikan dengan bahasa tubuh. he he. Kalau membutuhkan peta atau penjelasan lain bisa datang ke pusat informasi turis di senado square, gedung sebelah kiri yang berwarna kuning. Untuk oleh-oleh bisa dibeli di seputaran senado square hingga ruin st. paul. Jangan lupa ditawar yah… Selain itu jangan lupa mencicipi egg tart yang legendaris, harganya sekitar 7-10 MOP tergantung toko yang menjual.

Happy traveling!

(bersambung)

  1. awesome journey…. bulan terbaik mengunjungi makau kapan ya?

    • sebenarnya menurut saya makau aman dikunjungi kapan saja tergantung selera kita. Tapi saya pribadi menyarankan jika berkunjung kesana ketika musim gugur yaitu sekitar bulan oktober-november. Udaranya sejuk, jadi kalau kita mau jalan kaki tidak keringetan. hehe…
      Masuk bulan Desember udara sudah mulai dingin jadi harus pake jaket tebal atau coat.
      Bulan Januari-Februari dinginnya bisa bikin menggigil. Biasanya hujan rintik2.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: