Ayu Galuh Anggraini

Backpacking ke macau: berkeliling kota di hari terakhir

In Jalan-jalan, macau on August 8, 2012 at 11:41 pm

Perjalanan hari ketiga saya habiskan di Hongkong. Tapi tidak saya ceritakan sekarang karena ini edisi “tersesat di macau”. hehehe… Ceritanya ini adalah hari terakhir saya di macau. Bingung mau menghabiskan hari ini dimana sebelum saya kembali ke Indonesia. Semua destinasi yang wajib dikunjungi turis sudah dihabiskan pada hari pertama jadi saya kembali membongkar-bongkar peta tempat lain apa yang harus dieksplor.

Enaknya tinggal di hostel adalah saya bisa mendapatkan kenalan baru dari berbagai macam negara. Setelah akrab dengan bapak pemilik hostel yang doyan cerita, saya dapat teman baru dari Malaysia yang tinggal dan bekerja di Singapura. Namanya Alyson. Keduanya sama-sama merekomendasikan saya untuk mengunjungi Guia Hill, yang merupakan tempat paling tinggi di Macau. Namun sebelumnya saya ingin mengunjungi Macau Tower. Setelah sarapan yang amat sangat keren sekali (Pizza Hut, tapi menunya seafood pizza karena yang lainnya mengandung oink oink dengan biaya 152MOP), saya bergegas mencari petunjuk untuk menuju ke Macau Tower.

Macau Tower

Untuk ke Macau Tower bisa menggunakan bis no 9A, 18, 21, 23, dan 32 dengan tarif seragam yaitu 3.2 MOP. Waktu lagi liat-liat rute bus di pinggir jalan, saya disapa oleh seorang perempuan setengah baya yang tentunya berasal dari Indonesia.

“mbak… dari Indonesia ya?”
“iya”
“mau kemana mba?”
“mau ke macau tower mba”
“oh deket itu, ndak usah naik bus”
“oyah? wah jalan kaki aja ya kalo begitu?”
“iya jalan kaki saja, teruuus… belok kiri… teruus… ada hotel x… terus ajah nanti ketemu tempatnya”
“oh makasih mba”

Ternyata oh ternyata tempatnya JAUH sodara-sodara!!! Saya mengumpat-ngumpat dalam hati. Suami saya juga mungkin dalam hatinya. Deket apanya, saya berjalan kurang lebih 1 jam dan tidak ada bus yang lewat jalur yang saya lalui. Hiks… nasiib nasiib. Mungkin Alloh menjawab doa-doa saya agar saya cepat kurus dengan jalan ini.

Dengan langkah gontai diiringi cucuran keringat, sampai juga saya di Macau Tower. Saya ngga naik ke atas karena sudah mutung, ngga nafsu lagi mau foto-foto atau apa. Kaki pegel gak ketulungan. Padahal konon dari atas sana pemandangannya keren sekali. Next time trip maybe. Penampakan macau tower sekilas seperti foto dibawah ini. Gak usah liat penampakan orangnya. Gak tau kan itu saya lagi melet-melet kepanasan dan kecapekan.

Jardim da Flora / Guia Hill

Selanjutnya, saya menunggu bus no 32 untuk menuju ke Jardim da Flora. Untuk menuju Jardim da Flora alias Guia Hill ini bisa menggunakan bus no 2, 2A, 6, 9, 9A, 18, 18A, 28C, 32. biayanya 3.2 MOP. Untuk menuju puncak Guia Hill bisa menggunakan cabble car terpendek di dunia mungkin, yaitu Guia Cabble Car. Untuk menaiki cabble car ini biayanya 3MOP PP. Kalau memilih jalan kaki keatas ya boleh juga tapi resikonya pasti ngos-ngosan kecuali yang memang sudah biasa hiking. Waktu membeli tiket cabble car ada kejadian yang lucu. Hasil gosipan ama bapak pemilik hostel katanya di Guia Hill ada kebun binatangnya dan katanya ada 2 ekor panda dari China. Jadi ngga usah jauh-jauh ke China untuk liat panda. Nah saya tanya ke yang jaga loket (ibu-ibu tua banget). Hasil percakapan setelah didubbing adalah sebagai berikut:

“maaf bu, apa disini betul ada panda”
“………..”
“panda…panda”
(pipi saya gembungkan, tangan disamping badan mau bilang hewan itu yang badannya gede)
“………..”
(muka bingung, berkerut tanda dia berpikir keras)
“paaaanndaaa”
(tangan saya bentuk melikar di mata, maksud saya panda kan matanya item)
“……….”
(masih muka bingung)
“makasih bu”
(lemes)

Begitulah tragedi panda berlangsung. Daripada kelamaan saya berbahasa tubuh dan mempermalukan diri sendiri dengan sempurna, saya langsung naik lift ke tempat naik cabble carnya. Sekitar 5 menit sampai sudah di “layer 1” Guia Hill, karena ternyata untuk mencapai Guia Fortress dengan Lighthouse-nya itu harus berjalan kaki sekitar 20 menitan. Jalannya menanjak tapi adem karena disana rimbun sekali, agak serem juga sih. Sampe di puncak rasanya lega, walaupun pemandangan dalam bayangan saya tidak terwujud. Kita bisa melihat seluruh macau dari tempat itu tapi hanya beberapa bagian saja yang menurut saya oke. Guia Fortress ini jadi lokasi foto pre wedding juga loh.

Sejarah Guia Fortress

Guia Fortress didirikan antara tahun 1622 dan 1638. Didalam benteng ini terdapat kapel Guia, yang mula-mula didirikan oleh biarawati-biarawati dari ordo Clarist yang tinggal ditempat tersebut sebelum menempati biara Clare. Kapel ini memiliki lukisan dinding yang sangat rumit, mewakili budaya barat dan cina, serta memperlihatkan corak yang terinspirasi dari tema keagamaan dan mitos. Hal ini menjadikan contoh yang sempurna bagi keragaman budaya Macau. Mercusuar Guia, berdiri sejak tahun 1865, merupakan mercusuar termodern pertama di pesisir cina. Benteng Guia, kapel dan mercusuar merupakan simbol mengenai kelautan, militer, dan misionaris di macau pada masa lampau. Waktu operasi benteng 9 am – 5.30 pm. Untuk Kapel 10 am – 5 pm (tidak boleh berfoto). Mercusuarnya tidak terbuka untuk umum. (sumber: Peta macau yang saya dapatkan dari Macau Goverment Tourust Office)

Lotus Flower in Bloom

Selanjutnya saya menuju ke Centro de Actividades Turisticas atau Tourism Activities Centre yang disana ada patung Lotus Flower in Bloom. Untuk menuju kesana bisa menggunakan bus no 1A, 3, 3A, 28A, 28B, 28BX, 28C, 32. Saya tidak berlama-lama disana karena cuma pingin foto di depan lotus flower itu.

Macau Fisherman’s Wharf

Seberang Lotus Flower ini adalah Macau Fisherman’s Wharf. Tempat ini menarik perhatian saya sejak awal saya menjejakkan kaki di macau. Jadi dalam pengamatan saya ada 3 macam bangunan disini, ala Portugis, ala China, ala Romawi. Cocok buat berfoto ria. Dari tempat ini anda bisa melihat laut lepas, disediakan bangku-bangku taman diiringi sayup-sayup music jazz. Ah mau berlama-lama saja bawaannya di tempat ini.

Berhubung barang-barang saya masih ada di hostel, untuk kembali ke hostel saya jalan kaki ke Macau Ferry Terminal (tidak jauh dari Macau Fisherman’s Wharf). Dari sana saya naik shuttle bus warna hijau ke Grand Lisboa dan bersiap-siap untuk pulang ke Jakarta.

Untuk menuju Airport, dari depan Hotel Grand Lisboa naik bus MT1 dan MT2. Jangan sampai telat, karena bus ini penuh sesak sekali. Biayanya 4.2 MOP. Jangan pula salah turun di Ferry terminal, karena ini sudah banyak kejadiannya. Sambil menunggu di bandara bisa memanfaatkan komputer-komputer yang disediakan yang akses internetnya free.

Happy Travelling!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: